ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Zidan Jago Nyanyi


"Sini gw aja yang bikin mending lu kedepan aja" ucap Lisa mengambil ahli membuatkan minum.


Zidan menatap Lisa sejenak kemudia dia pun beralalu pergi ke depan.


Didepan Lilis menatap anak nya sejenak, dia tau kalau Zidan sedang memendam amarahnya. Lilis bingung apa yang membuat anaknya marah.


"Zi, mana minum nya?" tanya Lilis.


" Itu lagi dibikinin sama Lisa ma, bentar lagi juga siap."jawab Zidan, kemudian dia duduk kursi yang kosong. Lilis menganggukkan kepalanya dan tak lama kemudian Lisa datang dengan nampan yang berisi minuman dan juga cemilan yang dibelinya tadi.


"Silahkan diminum mah, pah, ayah dan adikku tersayang" ucap Lisa tersenyum.


"Lah untuk kak Zidannya mana ?" tanya Rose yang tidak melihat minuman untuk Zidan.


"O untuk kak Zidan masih dibelakang, tadi susah kak bawanya" jawab Lisa berdiri dan pergi kembali ke dapur mengambil minum untuk Zidan. Tak beberapa lama Lisa kembali dengan segelas susu coklat.


"Ini buat suamiku tersayang" ucap Lisa sengaja membuatkan Zidan susu coklat. padahal dia tahu kalau Zidan tidak menyukai susu coklat.


Lilis dan Zidan sangat kaget dengan minuman yang dibawakan Lisa untuk Zidan.


"Lis, tapi Zidan nggak suka minum susu coklat" sahut Lilis.


" Itu kan dulu ma sebelum Zidan Nikah dengan Lisa, enam bulan terakhir ini Zidan udah suka banget minum susu coklat. Mungkin karena Lisa juga suka susu coklat kali ya ma, iya kan sayang" ucap Lisa sengaja memanggil Zidan dengan sebutan sayang, Zidan yang kaget Lisa memanggilnya Sayang pun menatap Lisa kemudian Di tersenyun mengiyakan meskipun berat, dia tau akibatnya nanti setelah dia meminum susu coklat itu.


"Mati gw" pikir Zidan cemas.


"Mampus loh" pikir Lisa tersenyum kearah Zidan.


"Yaudah, Lisa ke belakang dulu. Mau nyiap kan makan malam" pamit Lisa berdiri daribduduknya kemudian berlalu pergi ke dapur. Setelah Lisa pergi Lilis mendekati Zidan.


"Apa bener kamu udah suka minum susu coklat?" tanya Lilis cemas.


"Iya ma" jawab Zidan yang tidak ingin mamanya berprasangka buruk kepada istrinya.


"Mama bantuin Lisa dibelakang dulu ya, yuk Rose" Lilis mengajak Rose.


"Mama aja deh, aku disini aja" tolak Rose, tapi Lilis tidak membiarkannya dia menarik tangan Rose.


"Ayo sekalian kamu belajar masak" ucap Lilis menyeret Rose. Andre, Dika dan Zidan hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah mamanya.


"Eh Zi gimana kerja dengan perusahaan bla..bla..bla" mereka pun membahas bisnis.


~


Didapur terlihat Lisa sedang kerepotan dengan masakannya dan tiba - tiba senyum indah terbit di bibirnya.


"Mama ngapain kesini? Tunggu di depan aja ma" suruh Lisa sambil mencuci sayuran.


"Sini biar mama bantu" ucap Lilis mengambil ahli menggoreng ikan.


"Rose kamu potong bawang" perintah Lilis.


"Ta-tapi maaa"


"Cepat Rose, anak cewek itu harus bisa masak" tegas Lilis. Lisa tersenyum melihat Lilis, dia merasa sosok seorang ibu yang dirindukannya telah ditemukan pada Lilis.


"Makasih ya ma" ucap Lisa memeluk Lilis. Lilis tersenyum membalas pelukan Lisa.


"Rose cepat lah sedikit, waktu makan malam nya ini udah telat banyak" seru Lilis


"YES CHEF" teriak Lisa dan Rose mereka saling melirik dan tersenyum senang.


"Mama pedihhhh" rengek Rose. Lisa dan Lilis hanya tersenyum mendengar rengekan Rose.


"Lis, kenapa kalian nggak make pelayan aja si? apa nggak repot kamu yang ngerjainnya semua?" tanya Lilis


"Nggak kok ma, Lisa bisa kok. Lagian Lisa pengen mengurus rumah tangga Lisa sendiri sama seperti almarhum ibu dulu." jawab Lisa


"Tapin kamu itu gak boleh terlalu capek sayang. " ucao Lilis.


"Emang kenapa ma, kak Lisa gak boleh capek" tanya Rose penasaran.


"Nanti punya anaknya bisa lama, iya apa sekarang belum ada tanda - tandanya Lis?" tanya Lilis.


"Belum ma, lagian aku nggak pernah ngecek" Jawab Lisa.


"Dicek dong sayang, terkadang pada awalnya gak ada menimbulkan gejala apa - apa. teman mama banyak tu kaya gitu, tau - tau nya udah membesar aja perutnya" tutur Lilis.


"Emang ada ya yang kayak gitu ma?" tanya Rose kepo.


" Ada dong sayang" Ucap Lilis.


Mereka terus saja mengobrol mengenai gejala awal hami. Dan tanpa terasa makanan mereka telah siap. tinggal di sajikan di meja.


Rose dan Lisa bertugas untuk menghidangkan makanan ke atas meja sementara Lilis memanggil para lelaki itu.


"Wah kayanya enak nih" ucap papa Dika menarik Kursi dan disusul di oleh Andre dan Zidan.


Para cewek mengambilkan makanan untuk para cewek. Lilis untuk Dika, Rose untuk Andre dan Lisa untuk Zidan.


"Terima kasih sayang" ucap Zidan, Lisa hanya tersenyum kecut.


Mereka semua makan dalam diam, hanya dentingan sendok yang terdengar.


~


Setelah makan malam mereka memilih duduk berkumpul di taman belakang. Zidan mengeluarkan gitarnya, karena dia tahu kalau sedang berkumpul seperti ini papa dan ayahnya akan selalu minta gitar.


Bagi Dika berkumpul tanpa gitar akan terasa sangat hampa.


"Pa nanyi dong" minta Lilis.


"Papa malam ini lagi nggak mood nyanyi, gimana kalau Zidan yang saja yang nyanyi" saran Dika.


"Emang kak Zidan bisa nyanyi?" tanya Rose.


"Kamu gak tau ya sayang, Zidan itu jago banget nyanyi. Cepatlah Zi" seru Lilis.


" Tunggu aku cari lagu nya dulu" jawab Zidan membuka google di ponselnya. Setelah mendapatkan lagu yang cocok, Zidan mulai memetik Gitarnya.


Sebelum dia bernyanyi Zidan melihat kearah Lisa, seolah melalui tatapan matanya dia mengatakan kalau lagu yang akan di nyanyikannya ini adalah untuk Lisa.


Here we are under the moonlight


I'm the one without a dry eye


I'm sorry for whatever I've caused


Before today I knew I felt lost


But now you're my lady


So take my hand now, see me


'Cause you've made me into this man


I promise I'll treasure you, girl


You're all that I've needed


Completing my world


You


You're my love, my life, my beginning


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now.


All the times I've been alone, showed me the way


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


You're my love, my life, my beginning


It's you


Someone needs to come and pinch me now


I just can't believe what I have found


Standing here by me


Giving me the greatest gift you can


Saying yes and now our life begin


Choosing you daily


So take my hand now, see me


'Cause you've made me into this man


I promise I'll treasure you, girl


You're all that I've needed (all that I need)


Completing my world


You


You're my love, my life, my beginning


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


All the times I've been alone, showed me the way


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


You're my love, my life, my beginning


It's you


I will never give up on you, girl


Treat you right every night


Make my move, just for you


Wanna do, do this right


You


You're my love, my life, my beginning


And I'm just so stoked I got you


Girl, you are the piece I've been missing


Remembering now


All the times I've been alone, showed me the way


Led me here, led me home


Right through that door straight to you


You're my love, my life, my beginning


It's you


Sepanjang Zidan bernyanyi Lisa selalu menatapnya, dan tersenyum kepada Zidan. Saat Lisa dan Zidan asik dengan saling menatap, Lilis tersenyum melihat mereka.


~•••~


Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.


jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya.