ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Kebelet Honeymoon


Dikamar Zidan sibuk dengan ponselnya, dia menghubungi teman dosennya untuk menggantikan jam ngajarnya.


Meskipun dia sudah minum obat yang diberikan oleh Lisa, tapiperutnya masih terasa mulas ya walaupun tak separah tadi.


Zidan memikirkan kata mamanya pas mereka sarapan tadi.


"Mungkin dengan Honeymoon hubungan gw sama Lisa bisa lebih baik." ucap Zidan


"Gimana ya caranya biar dia mau gie ajak honeymoon" pikir Zidan, Zidan memikirkan bagaimana agar Lisa tidak menolak untuk pergi honeymoon.


"Apa gue harus tanya sama kupret Ridho aja kali ya" gumam Zidan.


"Yaudah gue tanya dia aja, diakan lebih berpengalaman dari gue" Zidan meraih ponselnya yang ada di meja samping nya.


To Ridho


Hei kupret, lu sibuk gk?


Isi pesan pertama Zidan kepada sahabatnya. Cukup lama Zidan menunggu balasan dari Ridho.


"Sok Sibuk amat ni kupret" ujar Zidan kesal


Ting


Bunyi pesan masuk di ponsel Zidan, dengan gerakam cepat Zidan membuka pesan tersebut.


From Ridho


Apaan sih elu gangguin gue aja?


To Ridho


Ih kok sewot sih lu, seharusnya elu itu bangga karena dapet pesan dari gue.


Zidan mengirim pesan balasan kepada Ridho. Keliatannya Ridho sedang tidak ingin di ganggu. Tapi bukan Zidan namanya kalau membiarkan temannya itu tenang. Dia tidak terima kalau temannya bisa santay sementara dirinya.sedang dilanda kegalauan.


To Ridho


Gue mau nanya?


Zidan mengirim pesan balasan untuk Ridho tak lama pesan dari Ridho pun masuk.


From Ridho


Tanya apa, tumben lu kalau mau nanya sesuatu biasanya langsung serobot ae


To Ridho


Dulu waktu lu ngajak bini elu honeymoon, elu ngomongnya gimana?


Tanya Zidan, dia ingin tau bagaimana kata - kata yang harus iya susun.


From Ridho


Bwahahah...Zidan Zidan.


Masalah sepeleh gini aja elu harus tanya ke gue,


gak sekalian lu nanyain gue gimana malam pertama sama bini gue


Zidan kesal mmebaca isi pesan Ridho, dia merasa kalau sahabatny itu benar - benar keterlaluan.


"Tahan Zidan, tahan. Elu harus sabar ngadapin orang gak waras kaya dia" ucap Zidan pada dirinya sendiri.


To Ridho


Anjir lu💩


Jangan banyak omong, cepat kasih tau gue.


Zidan mengirim pesan balasan untuk Ridho, tak perlu menunggu lama Ridho sudah membalas pesannya.


From Ridho.


Udah gak tahan ya lu, gue mah nyokap gue yang ngatur, kita tinggal berangkat aja. Gue gak harus ngelakuin apa pun.


"Pakai ngeledek lagi. Bukannya gak tahan tapi gue udah kebelet banget ini" gumam Zidan.


"Meskipin mama yang ngatur dia pasti berani nolak, apa ya yang bikin dia gak bisa nolak" Zidan berusahan mencari cara agar Lisa mau diajak Honeymoon.


To Ridho


ngomong sama gak nyelesaikan masalah, udah gue good bye.


Zidan mengirim pesan balasan untuk Ridho tak lama kemudia Ridho membalas lagi.


"From Ridho


Dasar teman luknat lu, habis manis sepah dibuang.


Zidan tersenyum mambaca pesan balasan yang dikirim Ridho barusan. Dia tidak membalas pesan tersebut, dia meletakkan poselnya ketempat semula kemudian dia turun dari tempat tidur.


Zidan keluar kamar untuk mencari keberadaan ayah mertuannya, ya hanya ayah mertuanya lah yang bisa membantunya saat ini.


Zidan turun kebawah dan tidak menemukan siapa pun di mencari disetiap ruangan dan tempat terakhir yang dikunjunginya adalah taman belakang.


Disana dia melihat Lisa dengan mama ny sedang asik berbincang - bincang. Zidan menghampiri mereka.


"Eh Zi, katanya kamu lagi gak enak badan" seru mama saat melihat Zidan mendatangi mereka.


"Ayah mana ma?" tanya Zidan melirik sebentar kearah Lisa.


" Kekantor katanya tadi sama papa, mereka bilang ada meeting" jawab mama Lilis.


"Kenapa memangnya ,kamu nanyain ayah mu? " tanya Lilis penasaran karena tidak biasanya Zidan menanyakan ayah mertuanya itu.


"Nggak ada , Zi cuma mau minta pendapat aja sama ayah" jawab Zidan, melirik Lisa yang hanya diam sejak dia datang.


"Mama lagi ngapain disini?"tanya Zidan.


"Ini mama lagi kasih les privat untuk Lisa" ujar mama Lilis mengusap kepala Lisa dengan sayang.


"Les privat? Tentang apa?" tanya Zidan penasaran.


"Rahasia wanita, kamu gak boleh tau ya kan Lis" Lisa hanya menggukkan kepalanya dia masih. Entah kenapa sejak diarah kan oleh mama Lilis barusan Lisa berubah jadi agak pendiam, dia merasa agak canggung dengan Zidan.


"O ya Zi, gimana soal honeymoonnya sudah kalian bicarakan?" tanya mama Lilis.


"Sudah ma, tadi kami sepakat kalau lusa kita akan honeymoon keparis" jawab Zidan sambil melihat kearah Lisa.


Lisa yang mendengar jawaban Zidan dia sangat kaget, karena Zidan membuat keputusan sendiri.


"Baguslah nak, kalian tenang aja semua kebutuhan kalian disana biar mama yang urus ok. Pokoknya besok lusa kalian tinggal berangkat" ujar mama Lilis semangat.


"Yaudah mama mau siapkan semuanya dulu, kalian tenang aja ok" mama Lilis berdiri dari duduknya dan berlalu pergi dengan semangat tak lupa senyum yang mereka dibibirnya.


Zidan tak menyangka kalau keputusannya untuk pergi honeymoon akan membuat mamanya sangat bahagia.


"Apa maksudnya ini?" tanya Lisa ketus.


"Kenapa lu bikin keputusan sendiri" Lisa berdiri di hadapan Zidan sambil berkacak pinggang. Zidan hanya diam menatapnya.


"Kan gue udah bilang, kalau gue gak bisa pergi, gue banyak kerjaaan. Elu ngerti kagak sih?" hardik Lisa.


"Yang sopan kalau ngomong sama suami" sangga Zidan.


"Elu gak pantes di sopanin" teriak Lisa. Zidan menarik tangan Lisa hingga Lisa jatuh terduduk dipangkuan Zidan. Zidan mendekap Lisa erat.


"Gue bilang, kalau ngomong sama suami itu harus sopan" tutur Zidan.


"Lepasin" Lisa meronta ronta.


"Nggak" ujar Zidan.


"Lepaskan gak" teriak Lisa.


"Lu harus dikasih hukuman dulu" tegas Zidan.


"Hukuman apaan?" tanya Lisa kaget.


" Ini" Zidan menarik tengkuk dan mengecup bibir Lisa sekilas.


Lisa yang kaget mendapatkan serangan mendadak dari Zidanpun hanya bisa diam.


"Elu itu harus nurut sama gue, karena gue itu suami elu paham!!" ujar Zidan kembali mencium bibir Lisa sekarang tidak hanya sekedar kecupan tapi Zidan juga menyesap dan ******* bibir Lisa.


Lisa hanya dia saja, dia tak tau harus berbuat apa. Dia terlalu kaget mendengar ucapan Zidan barusan. Lisa mendorong dada Zidan kuat, karena dia sulit untuk bernapas.


Zidan melepaskan pagutannya dan menempelan kepalanya ke kepala Lisa.


Lisa menghirup udara dengan rakusnya, dia benar - benar kehabisan oksigen. Zidan menatap Lisa yang sedang ngos - ngosan.


"Jangan pernah ngebantah keputusan gue oke" tegas Zidan.


Lisa hanya diam, dia terlalu malas untuk berdebat dengan suaminya itu. Karena dia tau,pada akhirnya dialah yang akan dirugikan.


"Le-lepasin gue.Gue mau ke kamar" ucap Lisa


"Disini aja dulu temanin gue" Zidan me geratkan pelukannya.


" Jangan seperti ini, nggak enak dilihat sama orang" ujar Lisa


" Apa kau lupa, ini dirumah kita jadi siapa yang akan melihatnya. Kita bebas melakukan apa pun dan dimana pun"Zidan menatap Lisa dan mendekatkan wajahnya ke wajah Lisa. Dengan cepat Lisa mendorong Zidan


"Apa kau lupa disini sekarang ada orang tua kita" Ucap Lisa mengingatkan Zidan.


"****" dengan seketika Zidan melepaskan Lisa dari pangkuannya.


"Mau kemana?" Zidan menarik tangan Lisa saat dilihatnya Lisa hendak pergi menggalkannya.


"Mau kebutik, gue ada meeting dengan stuff butik" ujar Lisa


"Tidak bisakah meetingnya di tunda saja?" tanya Zidan.


"Nggak bisa ini sangat penting" sahut Lisa.


"Tapi gue kan lagi dirumah, masa iya lu tega ninggalin gue sendirian" ujar Zidan.


"Bukan urusan gue, udah ah gue mau cepat. Bye" Lisa menyentakkan tangannya dan begitu telepas Lisa cepat - cepat Lari menjauh dari Zidan.


"Sekang lu bisa nolak gue, tapi besok pas di paris habis lu" ujar Zidan pelan sambil tersenyum evil.


~•••~


Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.


jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya. Terima kasih☺