
Setelah cendolnya habis Lisa mengambil bekas gelas mereka dan membawanya ke dapur.
"Lu mau kemana?" tanya Zidan saat Lisa hendak keluar kamar.
"Kedapur, mau bantuin bibi masak. Tapi katanya elu mau ayam bakar" ujar Lisa.
"Nggak usah biar bibi aja yang bikin, lu sini aja temenin gw istirahat" ucap Zidan.
"Tapi gw udah janji sama bibi, lagian gw mau bikin sendiri ayam bakar permintaan lo itu" tolak Lisa, sebenarnya membantu bibi itu adalah alasan Lisa untuk menghindari Zidan, dia belum siap jika Zidan meminta haknya.
"Hmm...Baiklah, tapi sebelum pergi tolong carikan gw pakaian ganti" pinta Zidan. Lisa kembali masuk kekamar, dia mengambilkan baju Zidan yang ada di dalam lemarinya. Waktu Zidan tinggal disini sehabis mereka menikah waktu itu, Lisa sengaja meninggal kan pakaian Zidan agar mereka kalau berkunjung, tidak perlu repot - repot lagi membawa pakaian ganti.
"Ini pakailah" ucap Lisa dan berlalu pergi ke dapur.
"Kenapa dia, seperti menghidar dari gw ya?" pikir Zidan. Diapun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Ah merendam enak kali ya" ucapnya saat melihat bak mandi Lisa. Dan akhirnya Zidan pun memutuskan untuk berendam.
Sementara Lisa didapur sedang asik bergelut dengan peralatan dapurnya. Tiba - tiba terdengar seseorang yang memencet bel.
Ting tong... Ting tong
"Non ada yang datang" ucap bi Anah yang sedang membersihkan ayam.
"Iya bi, tapi didepan ada Rose kok bi" jawab Lisa yang kembali fokus dengan kerjaannya.
Ting tong... Ting tong...
"Belnya bunyi lagi non, mungkin non Rose sudah pergi" ucap bi Anah
"Yaudah bi biar saya buka dulu pintunya" ujar Lisa, meletakan pisau yang sedang di pegangnya.
"Iya non" jawab bibi. Lisa pun berlalu menuju pintu depan.
Ting tong...Ting tong....
"Iya tunggu sebentar"sahut Lisa.
"Cekle" Lisa membuka pintu.
"Siapa ya" tanya Lisa yang tidak mengenali orang yang meencet bel barusan.
"Rose nya ada bi, saya pacarnya Rose" ucap orang tersebut memperhatikan Lisa dari atas sampai bawah.
"Gila ni pelayan Rose cantik banget, gw rela deh putusin Rose demi pelayan ini" pikir orang itu.
"APA BIBI, kamu panggila saya bibi ck" kesal Lisa.
"Salahnya dimana?" tanya orang itu.
"Tunggu lah disini sebentar, saya panggilkan Rosenya dulu" ucap Lisa kembali masuk kedalam dan pergi ke kamar adikkan.
Tok...Tok
"Rose, dibawah ada temanmu" panggil Lisa
Tok... Tok...
"Rose, apa kau tidak mendengar? di bawah ada temanmu" teriak Lisa lagi.
Ceklek
"Siapa sih kak, ganggu orang aja?" tanya Rose.
"Mana kakak tau, tapi tadi katanya dia pacarmu" ucap Lisa
"Pacar yang mana?" tanya Rose
"Ya gak nggak tau, makanya kalau pacaran itu satu - satu. Bingungkan sekarang" ucap Lisa berlalu meninggal kan Rose.
"Siapa ya?" gumam Rose berjalan menuju ruang depan.
Saat sampai diruang depan Rose heran tidak menemukan siapa pun. "Lah dimana tamunya" gumam Rose pelan, Rose pergi kedapur menemui Lisa.
"Tamunya dimana kak, kok di ruang tamu gak ada siapa pun?" tanya Rose.
"O iya, kakak lupa menyuruhnya masuk. Mungkin sekarang dia masih ada di depan" jawab Lisa.
"Ih kakak kok gak sopan sih sama tamu?" kesal Rose.
"Salah dia sendiri kenapa rese" seru Lisa acuh.
"Gak sopan gimana?"tanya Rose.
"Iya, masa kakak di panggil bibi. Orang cantik gini malah dikira pelayan" kesal Lisa.
"Hahaha.... Cuma gara - gara itu, tapi kalau dilihat dari penampilan kakak sekarang emang cocok sih dipanggil bibi" ucap Rose berlari pergi sebelum kena amukan dari kakaknya itu.
"Masa sih aku kaya pelayan" gumam Lisa berjalan menuju cermin besar yang ada di dapurnya itu.
"Tu kan aku masih cantik gini" gumam Lisa pd. Bagaimana dia tidak dipanggil bibi, penampilan Lisa sekarang rambut di gulung keatas, pake dasteran dan ditambah lagi dia sedang memakai celemek.
Bi Anah hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan nona mudanya itu. Lisa kembali fokus dengan kerjaannya.
Sementara didepan Rose sedang menemui pacar barunya.
Ceklek
"Hai sayang" sapa Ronal.
"Hayu masuk dulu, gak enak ngobrol diluar" ajak Rose.
"Silahkan duduk, kamu ngapain kesini?" tanya Rose
"Kok nanya nya gitu sayang, aku kesini ya jelas pengen ngajak kamu jalan"ucap Ronal.
"Kok gak telpon dulu sih yang?" tanya Rose.
"Gimana mau telpon, nomor kamu sibuk mulu. Emang kamu lagi telpon sama siapa sih?" tanya Ronal
"O iya gw kan seharian ini lagi telponan sama Daniel" pikir Rose.
"O tadi aku lagi telponan sama ayah aku , ayah kan lagi dinas keluar kota" kila Rose.
"Gitu ya, yaudah jalan yuk" ajak Ronal
"Jalan kemana?" tanya Rose.
"Kamu maunya kemana?" tanya Ronal.
"Nonton aja gimana?" saran Rose.
"Yuk"
"Tunggu disini bentar, aku ganti baju dulu" pamit Rose. Ronal hanya menganggukkan kepalanya. Rose berlalu pergi ke kamar untuk ganti baju.
Setelah selesai berganti pakaian Rose pergi ke dapur untuk pamitan dengan Lisa.
"Kak Lis, aku keluar dulu ya" seru Rose.
"Mau kemana?" tanya Lisa.
"Mau pergi nonton,sama Ronal yang datang tadi" ucap Rose.
"Yaudah hati - hati, dan jangan pulang malam!!" peringatan Lisa.
"Siap kapten, apa kakak ada titip sesuatu?" tanya Rose.
"Hm... Kakak pesan cuma satu jaga dirimu, itu aja" pesan Lisa.
"Hanya itu, tidak adakah barang atau makanan yang kakak ingin beli?" tanya Rose lagi.
"Tidak ada" sahut Lisa.
"Ya sudah, kalau gitu aku pergi ya" pamit Rose berlalu pergi menemui Ronal di ruang tamu.
"Yuk yang" aja Rose.
"Yuk, kamu cantik banget pakai ini" puji Ronal menatap Rose dari atas sampai bawah.
"Kamu bisa aja, yuk" mereka pun pergi berlalu meninggalkan rumah.
~
"Bi, semuanya udah siapkan?" tanya Lisa.
"Udah non, ini tinggal bibi hidangkan." jawab bibi.
"Yaudah kalau gitu aku mandi dulu ya" ucap Lisa membuka celemek dan memberikannya kepada bibi.
Lisa pergi kekamar, dan setelah sampai di kamar Lisa tidak menemukan Zidan.
"kemana dia?" gumam Lisa heran. Dia mencari suaminya itu keseluruh ke seluruh pejuru kamar.
"Tinggal kamar mandi yang belum aku periksa" gumam Lisa berjalan menuju kamar mandi.
Tok... Tok..
"Zidan apa lu di dalam?" tanya Lisa.
Tok...Tok...
Tak juga ada pergerkan, akhirnya Lisa mencoba membuka pintu.
Ceklek
"Lah pintunya kok gak terkunci?" ujar Lisa heran. Lisa memutuskan untuk memeriksa kamar mandi. Dan betapah kagetnya Lisa saat melihat keadaan di kamar mandi.
"AAAARRRRGGGGHHH"
~•••~
Kira - kira apa yang dilihat Lisa di dalam kamar mandi ya?🤔
Tunggu kelanjutannya ya😉
Jangan lupa like dan komennya ya dan kalau kalian suka jangan lupa juga Favoritkan ZIDAN DAN LISA ya😊