ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Duka


Hppy new years guys🎆


Selamat membuka halaman baru dan menutup halaman lama🤗


Semoga di tahun ini yang jomblo dapat jodoh,Amin😇


Happy reading guys😘


****


"Lakukan saja dok.…" saut ayah Andre yang berdiri di ambang pintu.


"Ayah…" ucap Zidan dan Lisa bersamaan. Ayah Andre masuk dan menghampiri mereka.


"Lakukan apa yang terbaik menurut kalian dok, asalkan putri saja tidak menderita " serunya.


"Tapi ayah, anak itu bersalah…" saut Lisa.


"Lisa, ayah tau anak itu tidak bersalah, tapi apa kamu mau melihat keponakanmu menderita menahan sakit?" tanya ayah Andre menatap Lisa. Lisa terdiam mendengar ucapan ayahnya.


Lisa melihat kearah Zidan, kemudian dengan berat hati ia mengiayakan perkataan dokter, untuk mengaborsi anak yang sedang di kandunga oleh Rose.


Setelah mengurus prosedur tindakan untuk Rose, mereka pun keliar dari ruangan dokter dan kembali ke kursi depan ruangan Rose dan Daniel.


"Bagaimana kak?" tanya Dani menghampiri Lisa yang sedang berjalan di ujung lorong.


Lisa hanya menatap adik sepupunya itu dengan lemah, Dani pun terdiam dia mengerti maksud dari tatapan itu.


"Kak Lis, sini duduk!" seru Bella sembari menuntun Lisa untuk duduk di kursi.


~


Dokter keluar dari ruangan Daniel dengan wajah yang senduh.


"Dokter, bagaimana?" tanya Lisa dan Zidan berdiri dan menghampiri dokter.


Dokter pun dengan berat hati mengatakan kalau nyawa Daniel tidak bisa tertolong lagi.


"APA?…" teriak Lisa kaget. Air matanya menetes tanpa diperintahkannya.


"Kami sudah berusaha semampu kami, seharusnya pasien akan kami pindahkan ke ruang operasi tapi.... Mungkin ini sudah suratan takdirnya." ujar Dokter


"Saya harap, pihak keluarga bisa sabar menerima hal ini!" imbuhnya lagi.


Tidak ada satupun yang menjawab mereka terlalu larut akan kesedihan yang menimpa mereka.


Zidan membantu istrinya berjalan kearah kursi.


"Zi, keluarga Daniel ke mana sih kok dari semalam nggak nyampe - nyampe juga?" tanya Lisa.


"Aku juga gak tau, tapi memang rumah mereka cukup jauh dari sini" seru Zidan.


"Aku coba hubungi mamanya dulu." ucap Zidan mengambil ponselnya di saku celana dan mulai mencari konta orang tua Daniel.


Tuuuu… Tuuuuut…


"Nggak diangkat, mungkin mereka lagi di jalan.


"Bagaimana ini bisa terjadi di saat yang bersamaan" gumam Lisa, ia mengusap wajahnya dengan gusar.


Di saat ia menunggu adiknya yang sedang berjuang di ruang operasi, dan kabar buruk lainnya pun datang menghampirinya.


~


Orang tua Daniel yang baru saja tiba di kota x dengan cepat menuju rumah sakit yabg sudah diberitahu oleh Zidan.


Zidan dan Lisa yang sedang meratapi jenazah Daniel tiba - tiba mendapat telfon dari keluarga Daniel. seketika matanya mengerjap mengusap kasar air matanya


" Iya haloo, kalian sudah dimana?…" tanya Zidan, ia belum menceritakan kepada keluarga Daniel atas kepergiannya.


…


"Baiklah saya akan menyuru seseorang untuk menjemput kalian di bawah." ucap Zidan mematikan sambung telponnya. Zidan melangkah keluar dan menemui Bella, yang sedang terduduk lemas di kursi tunggu.


"Bell, kamu jemputlah keluarga Daniel di bawah, mereka suda ada di loby!"perintah Zidan


"Iya pak…" jawab Bella, ia langsung berdiri dan berlalu pergi. Melihat Bella pergi Zidan kembali ke ruangan Daniel.


"Sayang, kamu lebih baik tunggu lah di luar, keluarga Daniel sudah datang, lagi pula operasi Rose juga akan selesai." ujar Zidan yang di jawab dengan anggukan lemah oleh Lisa.


"Bisa kah kau menggendongku, aku sangat lemas sekali rasanya" pinta Lisa. Zidan pun dengan senang hati menggendong istrinya itu dan berjalan keluar ke kursi tunggu.


Tak lama kemudian keluarga Daniel pun datang menghampiri mereka.


"DANIELLL…"terdengar teriakan dari dalam. Zidan dan Dani pun berhamburan masukbke dalam untuk melihat keadaan di dalam.


"Tante…" seru Dani saat melihat ibu Daniel sudah tergeletak di lantai dengan langkah cepat mereka mendekatinya .


"Tan…Tante bangun lah…" Zidan menguncang tubuh wanita paruh baya itu.


"Kak, mending kita pindahin aja ke sofa itu…" seru Dani yang di angguki oleh Zidan.


Sementara dikuar ruangan Lisa, Bella dan juga ayah Andre. Berjalan cepat menuju ruangan Rose, saat mereka mendengar kalau Rose sudah sadar setelah beberapa jam setelah operasi.


"A- ayah…" gumam Rose. Dengan cepat ayah Andre mendekati dan memeluk putri bungsunya itu.


"Apa kamu baik - baik saja, apa ada yang sakit?…" tanya ayah Andre memeriksa tubuh anaknya.


"Aku baik ayah, cuma aku merasa nyeri disini" ucap Rose sembari memegang perutnya.


Ayah Andre memeluk tubuh putrinya itu lagi, kemudian pergi keluar meninggalkan ruangan itu, ia tak sanggup melihat putrinya itu saat mengetahui akan kepergian Daniel.


"Lah ayah kenapa keluar?…" tanya Rose heran. Lisa pun mendekati adiknya itu.


"Kak, bagaimana keadaan Daniel? Apa dia sudah siuman?" tanya Rose menatap kakaknya dan sahabatnya, Lisa dan Bella pun saling pandang.


"Kenapa kalian hanya diam seperti itu?" tanya Rose bingung.


"Rose sebenarnya…" Lisa tak sanggup melanjutkan perkataaannya.


"Bella…" Lisa menggeleng kepada Bella.


"Biar aku aja…" seru Bella. Rose menatapa dua orang yang ada di depannya secara bergantian.


"Kalian kenapa si?…" tanya Rose bingung.


"Rose sebenarnya… Daniel …dia…"


"Ayolah Bell, ngomong yang jelas!!" seru Rose kesal.


"Hmm… Rose Daniel dia… Dia…"


"Daniel kenapa?" potong Rose


"Dia meninggal…" ucap Bella pelan.


"Nggak, elu pasti lagi becanda kan Bell?…" tanya Rose menggelengkan kepalanya.


"Rose…"


"Nggak kak, nggak …" serga Rose.


"Rose kamu mau kemana?" tanya Lisa saat melihat Rose mencabut selang infusnya.


"Aku nggak percaya sama kalia, aku mau liat sendiri." seru Rose turun dari ranjangnya.


"Rose tunggu, kamu belum boleh banyak gerak…" seru Lisa mencoba manahan adiknya itu.


"Kakak, lepaskan aku!…" teriak Rose mendorong kakaknya kuat, hingga Lisa terjatuh.


Rose dengan tertatih berjalan keluar sembari memegang perutnya.


"Akh…" teriaknya Rose, saat merasa sakit di perutnya. Rose terus berusaha menahan rasa sakitnya


Ceklek. Rose membuka pintu ruangan Daniel dan dia melihat begitu banyak orang di sekeliling ranjang Daniel.


"Daniel…" panggil Rose pelan. Semua orang menoleh kearah Rose.


"Rose…" seru ayah Andre dan juga Dani. Dani bisa melihat wajah sepupunya itu sangat pucat, Dani melangkah dengan cepat kearah Rose dan membantunya untuk berjalan.


"Pelan - pelanlah …" ujar Dani. Rose pun mengikuti ucapan Dani.


"Daniel…" gumam Rose lagi, ibu Daniel tiba - tiba datang menghampiri Rose.


"Kau Rose?…" tanya nya. Kemudian ibu Daniel memeluk tubuh lemah itu.


"Tante… " gumam Rose terputus saat melihat Daniel yang sudah terbujur kaku. Dia menggeleng kuat.


"Gak…" ucapnya membekam mulutnya.


"Tante, ini gak benarkan?" tabya Rose manatap wanita paru baya di depannya itu. Ibu Daniel tak menjawab, ia hanya menggelengkan kepalanya.


~•••~


Jangan lupa dukungannya ya 🤗