
Sore harinya Zidan menjemput Lisa dibutik, saat sampai di depan butik Lisa Zidan langsung turun dan masuk kedalam butik begitu saja. Saat dia menuju Ruangan Lisa tiba - tiba ada orang yang menepuk bahunya"
"Zidan kan?" tanya orang itu. Zidan menoleh dan melihat orang yang menepuk bahunya. Saat dia melihat siapa orang tersebut Zidan sangat kaget.
"Ka- kamu?"
"Hey apa kabar?" tanya orang itu tiba - tiba memeluk Zidan.
"Lu siapa sih kok main peluk - peluk aja?" Zidan melepaskan pelukan orang itu darinya.
"Tega lu lupain gw, ini Gw Tina teman lu waktu kecil" ucap Tina.
"Ha... Gak mungkin deh, Tina teman gw itu gendut gak kurus kaya elu" sangkal Zidan.
"Yak elah, itu kan waktu gw kecil. Sekarang gw udah dewasa dan gak mungkin lah gw betah sama bentuk tubuh yang bulet kaya balon gitu selamanya" dengus Tina, dia kecewa karena sahabatnya sendiri tidak mengenalnya.
"Gw masih belum percaya" sangkal Zidan.
"Tunggu bentar " ucap Tina. Dia mengeluarkan ponselnya dan mencari sesuatu digaleri fotonya untuk ditunjukannya kepada Zidan sebagi bukti.
"Nah lu lihat ini, apa ini cukup sebagai bukti dan gw inget banget lu dulu waktu kecil pernah jatuh dan bahu lu sempat patah. Iya kan?" tanya Tina.
"Darimana dia tau" pikir Zidan
"Jadi elu benar - bener Tina ondel?" tanya Zidan dengan menyebut nama panggilan Tina waktu kecil ole Zidan.
"Iya" Tina menganggukkan kepalanya
"Astaga Lu kemana aja, capek tau gw nyariin elo dulu?" tanya Zidan.
"Hehe.... Sorry gw pergi tanpa pamit." ucap Tina.
" Eh kita duduk disana Dulu yuk, capek berdiri mulu" Zidan mengajak Tina duduk di salah satu sofa yang tersedia di butik Lisa.
"Jadi lu sekarang apa kabar, ASTAGA masih nggak nyangka gw, elu bisa jadi seperti ini" ledek Zidan.
"Ya seperti yang elu Lihat gw baik. Kalau lu apa kabar?" tanya Tina balik
" Gw juga baik, baik banget lagi." jawab Zidan.
Zidan asik melepas rindunya dengan Tina, sampai - sampai dia telah melupakan niatnya datang kebutik untuk menjeput istrinya.
Bahkan saat Lisa melewatinya oun Zidan tidak menyadarinya. Iya Lisa melihat semua yang dilakukan Zidan dengan Tina, tapi Lisa tidak mendengar pembicaraan mereka. karena kesal dengan Zidan yang terlalu sibuk dengan wanita lain, Lisa memutuskan untuk pulang duluan tanpa memberitahukannya kepasa Zidan.
"Brengsek, tega - teganya dia ketemu cewek lain di butik gw. " kesal Lisa.
~
sesampainya dirumah Lisa langsung masuk kekamar dan membersihkan dirinya. Setelah selesai membersihkan diri Lisa pergi kedapur untuk mengambil air minum. Dan saat dia membuka kulkas dia baru teringat kalau nanti malam keluarganya akan menginap disini, sementara isi kulkasnya masih dalam keadaan kosong.
"Haish, aku lupa belanja lagi" gumam Lisa bergegas pergi ke kamar mengabil dompet dan kunci mobil.
Saat Lisa hendak masuk kedalam mobil, dia melihat mobil Zidan baru memasuki pekarangan rumah mereka.
Karena masih kesal dengan Zidan, Lisa dengan cepat - cepat masuk dan menyalakan mobil. Dia lagi malas untuk bertemu dengan Zidan.
Zidan memakirkan mobilnya dan heran melihat Lisa mobil Lisa yang baru saja keluar dari pagar.
"Dia mau kemana?"gumam Zidan, dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Lisa tapi Liaa tidak menerima panggilannya.
"Sialan, direjeck lagi" kesal Zidan. dia pun juga kesal dengan Lisa yang pergi meninggalkannya begitu saja di butik tadi padahal Zidan sudah capek - capek menjemputnya.
Dengan kesal Zidan masuk ke dalam rumah dan membersihkan dirinya. Saat dia sehabis mandi dan hendak mencari baju di lemari, dia melihat sepasang pakaian yang telah disiapkan Lisa untuk dipakainya.
"Meskipun ngeselin tapi di perhatian banget" gumam Zidan memakai pakaian yang disiapkan Lisa.
~
Ting tong....Ting tong....
Zidan yang sedang memeriksa tugas - tugas mahasiswanya pun berdecak kesal karena merasa terganggu.
Ting tong....Ting tong....
Ceklek.
"Kalian sudah datang, ayo silahkan masuk" Zidan mengajak keluarganya untuk masuk. Ya yang memencetbel barusan adalah keluarga nya.
"Ayo silahkan duduk ma, pa, ayah dan Ross" suruh Zidan.
"Tunggu bentar Zi buatkan minum dulu" pamit Zidan hendak ke dapur.
"Eh Zi, emang Lisanya mana?" tanya Andre yang tidak melihat putrinya.
"Lisa lagi keluar yah, Zi gak tau kemana. Tadi saat Zi pulang kerja dia udah gak ada di rumah" jawab Zidan jujur. Ayah Andre kaget mendengar jawaban Zidan. Dia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Lisa.
Tuuuut...Tuuut...
"Halo nak, kamu lagi dimana?" tanya Andre saat sambungannya terhubung.
...
"Ooo... ayah kira kamu kemana" ucap Andre saat mendengar jawaban putrinya.
...
"Iya, kita semua sudah sampai dirumah mu."
....
Hati - hati dijalan ya, jangan ngebut"
...
Andre menutup sambungan teleponnya dan meletakkan ponselnya di atas meja.
"Dia di mana?" tanya Lilis, an Zidan juga menanti jawab ayah Andre.
"Dia sedang diperjalan mau pulang, tadi dia pergi belanja kebutuhan bahan dapur" jawab Andre. Semua orang mengangguk paham.
"Yaudah Zidan bikin ka. minum dulu" pamit Zidan.
"Nggak usahkan, biar Rose aja uang bikin" tawar Rose menghnetikan Zidan.
"Emang bisa?" tanya Zidan
"Hmm...nggak sih sebenarnya" jawab Rose yang berhasil membuat semua orang ternganga.
"Terus kenapa kamu pake nawarin segala" kesal Zidan berlalu kedapur.
Ceklek.
Semua orang menoleh kearah pintu, dan melihat Lisa yang baru saja masuk dengan banyak jinjingan di tangannya.
"Halo selamat malam semua. eh maaf Lisa tinggal bentar mau simpan ini dulu." pamit Lisa pergi kedapur untuk menyimpan semua belanjaannya di kulkas.
Saat di dapur Lisa melihat Zidan sedang membuatkan minuman untuk keluarga mereka. Zidan menoleh dan melihat Lisa dengan kesal.
Lisa memalingkan mukanya dan berjalan menuju kulkas.
"Dari mana aja lu?" tanya Zidan, namun Lisa tidak menjawabnya dan sibuk dengan belanjaannya.
"Eh kalau orang lagi ngomong itu diperhatikan" ucap Zidan kesal, Lisa masih tak bergeming.
Melihat Lisa hanya diam saja membuat Zidan tambah kesal, ingin rasanya dia berteriak kepada istri nya itu. Tapi semua itu tak mungkin ia lakukan karena dia teringan kalau di rumahnya sedang ada keluarga mereka.
Doa tidak ingin kalau masalah kehidupan berumah tangganya diketahui oleh orang lain meski pun keluarga nya sendiri. menurut Zidan, kehidupan di dalam rumahnya cukup dia dan istrinya yang tau. Biarlah orang luar beranggapan bahwa kehidupan rumah tangganya selalu bahagia walau meskipun tidak begitu sebenarnya.
~•••~
Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.
jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya. Terima kasih☺