
Tak lama kemudian pelayan datang dengan membawa makanan yang telah dipesan oleh Zidan tadi.
" Silakan dinikmati Tuan, nona." pelayan itu berlalu pergi meninggalkan meja mereka berdua.
"Cepat makanlah!"perintah Zidan. Lisa mengangguk dan segera melahap makanannya. Namun, ia Masih memikirkan perkataan Putri yang mengakui bahwa wanita itu ialah mantan kekasih suaminya.
Lisa benar-benar dipenuhi rasa penasaran, sesekali dalam makannya ia memperhatikan, Zidan dengan penuh tanda tanya hingga Lisa sendiri tidak menyadari bahwa Zidan tahu jika ia sedang diperhatikan.
"Apa aku setampan itu sampai kau dari tadi memandangiku?" ledek Zidan. Losa seketika mengalihkan pandangannya.
"Siapa yang memandangimu!" bantah Lisa. Mereka melanjutkan kembali aktivitas makan mereka.
"Zi...." panggilan Lisa membuat Zidan menyaut sambil mengangkat wajahnya memandang ke arah istrinya tersebut.
"Ada apa?"
"Siapa nona Putri?" Lisa memberanikan diriny untuk berbicara, namun, Zidan tak tertarik akan pertanyaannya itu.
"Bukannya dulu kau pernah menanyakannya" sautnya sambil melanjutkan makannya.
"Nona Putri mantan kekasihmu kan?" tanya Lisa. Namun Zidan diam saja dan Sibuk mengunyah makananya.
"Zi..." Lisa memanggilnya dengan setengah berteriak.
"Kalau benar dia mantan kekasihku lalu kau mau apa? Kenapa kau selalu menanyakannya?"seru Zidan.
"Menyolot sekali! Aku kan hanya bertanya!" saut Lisa.
"Cepat habiskan makananmu jangan bertanya mengenai hal yang tidak penting!" perintah Zidan, Lisa masih ingin sekali mengintrogasi suaminya tersebut, namaun mau bagaimana lagi situasi dan waktu yang tidak memungkinkan. Seusai makan siang Lisa pun mengajak Zidan untuk kembali ke boutique miliknya.
Sesampai nya di boutique, Zidan menurunkan Lisa di depan boutique.
"Apa kau tidak ikut kedalam?" ajak Lisa.
"Tidak, aku harus keperusahaan. Nanti sore aku jemput." seru Zidan.
"Baiklah, kalau gitu hati - hati ya" Lisa pun turun dari mobil Zidan dan masuk ke dalam boutique. Zidan pun berlalu pergi meninggalkan Boutique Lisa.
~
Sore hari nya, Lisa membereskan mejanya dan bersiap - siap untuk pulang.
Ceklek. Suara pintu ruangan Lisa di buka. Lisa menoleh dan melihat siapa yang membuka pintu ruangannya tanpa mengetuk terlebih dulu.
"Zidan?.."
"Sudah selesai?.." tanya Zidan berjalan menghampiri Lisa.
"Sudah, ayo" Lisa pun berjalan mendahului Lisa. Ia menoleh kebelakang karena Zidan masih tidak bergeming dari tempatnya berdiri.
" Ayo katanya mau pulang?"
"Kau itu tidak peka sama sekali, aku sudah datang menghampiri mu. Kau malah nyelonong main pergi begitu saja." ujar Zidan.
"Lalu, kau maunya apa?..." tanya Lisa kesal.
"Kembali kesini!" perintah Zidan. Lisa pun dengan kesal menghampiri Zidan.
"Ayo..." Zidan menggandeng tangan Lisa dan segera mengajak Lisa untuk kembali kerumah ayah Andre, karena ayah Andre yang masih belum pulang dari luar kota, jadi mereka berdua terpaksa harus menginap lagi disana.
Setibanya di rumah, tidak ada siapapun di sana, termasuk Rose. Rumah terlihat sepi, Lisa dan Zidan segera naik ke lantai atas dan masuk kedalam kamar.
"Kemana adikmu?" tanya Zidan.
"Mungkin bermain bersama teman - temannya," jawab Lisa seraya meletakkan tas miliknya di atas meja.
"Apa dia tidak bekerja atau mengurus sebuah usaha?" tanya Zidan.
"Diakan masih kuliah, jadi dia hanya bertugas membantu - bantu ayah di perusahaan" jawab Lisa.
"Kau mau mandi?" tanya Lisa
" Kau ini!" Lisa seketika menjauhkan tubuhnya.
"Kalau kau mandi, pakai saja kamar mandi ini. Aku akan menggunakan kamar mandi bawah, " ujar Lisa.
"Kita mandi berdua saja," Zidan menarik kembali tubuh Lisa, mencoba merayu nya namun rasanya sia-sia.
"Tidak mau! aku tidak mau berbagi kamar mandi dengan mu!" Lisa menjauhkan tubuhnya, ia berlalu meninggalkan Zidan dengan membawa baju dan handuk miliknya yang baru saja ya ambil dari dalam lemari.
"Sulit sekali merayunya! Aku tidak pernah merayu wanita, justru wanita yang merayu diriku. Tapi dengan si cewek menyebalkan ini aku harus merayunya terlebih dahulu itupun harus dimulai dengan adu mulut. Seharusnya dia begitu beruntung punya suami seperti diriku."Zidan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur rasanya ia malas sekali masuk ke dalam kamar mandi.
Ponsel miliknya tiba-tiba bergetar, ia segera meraih ponselnya yang masih terselip di dalam saku celananya, Ia mendapatkan pesan singkat dari beberapa temannya ia segera membaca pesan singkat tersebut secara bergantian.
Zidane Ayo datanglah ke apartemen, dan yang lain sedang mengadakan wine party games Lu mau ikut kagak, ~ Rian
Zi, Rian mengadakan wine party games. Ayo kita datang ~ Ridho
"Pesta wine?" gumam Zidan
"Aku sudah lama sekali tidak berbeda dengan yang lainnya, Pasti sangat menyenangkan," gumamnya dengan senyuman sumringah
Baiklah,aku akan segera ke zana ~Zidan
Setelah Zidan membalas pesan kepada teman-temannya. Dengan penuh semangat ia segera mengganti pakaian dengan baju yang sempat dibawakan oleh supir kantor nya tadi pagi ,baju yang di desain oleh Lisa untuknya. Namun kali ini motifnya berbeda.
"Setelah menikah aku sudah lama sekali tidak melakukan pesta minum dan berkumpul dengan yang lain." Zidan mengaitkan kancing bajunya satu persatu, kemudian,dia ia merapikan baju di depan pantulan cermin yang saat ini ada di hadpannya.
Ceklek.
pintu kamar terbuka terlihat Lisa masuk ke dalam kamar dengan membawa Secangkir Kopi diatas meja
" kamu mau kemana?"pertanyaan bisa membuat Zidan menoleh kearahnya Lisa yang sedang meletakkan secangkir kopi yang ia bawa di atas meja dekat tempat tidur Kemudian menghampiri suaminya tersebut.
Kedua mata Zidan dibuat tak berkedip akan penampilan bisa yang begitu cantik dengan pakaian dress dengan minim kain hingga menonjolkan lekuk tubuhnya rambutnya yang panjang tergerai ke depan Malam ini Lisa kelihtan berbeda menurut Zidan. Biasanya Lisatidak mau berpakaian mini seperti ini di depan Zidan.
"Zi, kau mau kemana? Kenapa diam Saja? "tegur Lisa.
"Aku mau pergi ke apartement Ryan, Aku akan berpesta bersama dengan teman-temanku." jawab Zidan dan ia memperhatikan Lisa dari atas hingga bawah.
"Kenapa kau memanfangiku seperti itu?" tanya Lisa.
"Tidak apa - apa!"
"Aku tinggal pergi sebentar, apa kau tidak apa- apa dirumah sendiri?" tanya Zidan.
"Tidak apa - apa, pergilah..." ujar Lisa.
Zidan mengambil jaket dan mengenakannya, ia segera keluar dari kamar dan menutup kembali pintu kamar itu. Baru saja ia melangkahkan kakinya hendak meninggalkan kamar namun pikirannya dibuat tak tenang aja kita harus meninggalkan bisa di rumah sendirian
Aku ingin sekali pesta minum, Tapi kasihan jika harus meninggalkan dia sendirian di rumah" Zidan menggaruk-garuk rambutnya dengan bingung.
Seketika itu Zidan disadarkan saat melihat Ronal dan juga Rose yang baru saja pulang hendak menaiki tangga menuju lantai atas.
~•••~
.
.
.
.
.
Maaf ketidak nyamanannya karena typo yang berserakan dimana - mana🙏😐
Jangan lupa dukungannya ya readerku sayang like dan votenya sanga aku tunggu. Borahae💜