
Tok....Tok...
Lisa yang sedang sibuk dengan desainnya pun mengabaikan ketukan pintu tersebut.
Tok...Tok...
"Masuuk" sahut Lisa
Ceklek
Lisa tidak melihat siapa yang datang karena dia terlalu sibuk dengan pensil dan kertas nya.
"Sibuk banget" Lisa mengangkat kepalanya dan melihat siapa yang datang. Dia sangat kaget saat tau siapa orang yang telah mengetuk pintu ruangannya.
"Elu eh Kamu kesini?" ucap Lisa tersenyum berdiri dari duduknya dan menghampiri orang tersebut da. dengan tiba - tiba Lisa memeluk orang itu.
Zidan sangat kaget, ketika Lisa tiba - tiba memeluknya. Entah kenapa jantungnya berdegub kencang.
"Are you oke?" tanya Zidan heran, dia mengurai pelukannya dan menatap mata Lisa mencari apa yang sebenarnya yang terjadi kepada istrinya itu.
"Kenapa? apa tidak boleh istri memeluk suaminya sendiri?" tanya Lisa membalas tatapan Zidan.
"Bukannya gitu, aneh aja tau. Elu tiba - tiba meluk gue kaya gini , biasanya kan elu selalu protes saat gue peluk" tutur Zidan masih bingung. Lisa mengiring Zidan untuk duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya.
"Coba elu jelasin sama gue, apa maksudnya semua ini?" tanya Zidan memperhatikan Lisa.
"Hmmm... Gue capek berantem mulu sama elu dan gue juga nggak mau jadi istri yang durhaka terus" ujar Lisa menundukkan kepalanya, dia merasa malu dengan sikapnya selama ini. Ditambah lagi saat dia mendengar nasehat kedua sahabatnya tadi saat mereka makan siang bareng.
FLASH BACK
Setelah rapat selesai, Lisa mengajak Sindy dan dini untuk makan siang bareng.
"Guys kita makan yu, gue laper nih" ajak Lisa saat dia dan kedua temannya memasuki ruangannya.
"Yuk lah gue juga udah lapar" ujar Sindy meletakkan berkas hasil meeting di meja Lisa.
"Mau makan dimana?" tanya Dini, dia berjalan ke sofa dan diikuti oleh Lisa dan Sindy.
"Kita delivery aja yuk, gue lagi mager" saran Lisa sembari duduk di samping Dini sementara Sindy duduk di kursi single.
"Huuu dasar pemalas, biar gue pesankan diresto biasa aja ya" seru Sindy mengeluarkan ponselnya dari saku roknya.
Lisa dan Dini tidak menjawab mereka hanya mengangkat tangan dan memberi simbol ok kepada Sindy.
"Lu kenapa Lis, kok gue perhatiin dari tadi murung aja, waktu meeting tadi juga lu kelihatan murung dan tidak fokus?" tanya Dini sembari melihat menu makanan yang ditunjukkan Sindy kepadanya.
"Gue kesal sama Zidan" ujar Lisa menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
"Kenapa lagi dia?" tanya Sindy tanpa mengalihakan penglihatannya dari ponsel.
"Masa iya dia membuat keputusan untuk pergi honeymoon tanpa diskusi dulu sama gue" sungut Lisa kesal.
"Mungkin dia punya alasan tersendiri Lis" sahut Sindy meletakkan ponselnya dan menoleh kearah Lisa.
"Alasan apaan, dia itu emang gitu suka semena - mena sama gue" balas Lisa cemberut.
Sindy dan Dini saling pandang, mereka heran melihat sahabatnya ini kenapa dia terlalu membenci suaminya.
"Lis, gue boleh kasih saran gak?" tanya Dini sembari memutar tubuhnya kearah Lisa.
"Saran apa?" tanya Lisa menoleh kearah Dini.
"Elu itu gak boleh tau bersikap kaya gini sama Zidan. Dia itu suami elu loh Lis, Kualat lu ntar baru tau. Sikap elu kaya gini ke Zidan itu dosa besar loh Lis" tutur Dini sembari memegang tangan Lisa.
"Apa elu gak takut masuk neraka? Ini salah Lis, salah. Elu harus berubah, sebelum terlambat. Coba lahh elu lupain masa lalu elu itu. Mungkin sekarang Zidan udah berubah lebih baik nggak kaya dulu lagi." tambah Dini, Lisa hanya diam mendengarkan nasehat sahabatnya.
"Apa elu nggak takut, ntar Zidannya bosen dengan sikap elu kaya gini, terus dia selingkuh mencari tempat ternyamannya sendiri. Apa elu siap diselingkuhin Lis?" sahut Sindy, yang berdiri dari tempat duduknya dan pindah duduk di samping Lisa. Mendengar kata diselingkuhin Lisa seketika menggelengkan kepalanya.
"Makanya lu harus berubah jadi istri yang baik dan penurut sama suami"sahut Dini
"Tapi susah guys, aku tu..."
"Aku tu apa? Sulit memaafkan dia gitu maksudnya?" tanya Sindy cepat.
"Ayolah Lis, masalah itu kan udah lama banget. Manusia itu harus saling memaafkan, gak baik memendam dendam" ucap Sindy mengusap tangan Lisa, dia mencoba memberi Lisa pengertian.
"Ingat Lis, kalau lu nggak berubah sekarang kapan lagi? nunggu Zidan nyari yang lain dulu gitu? " tegas Sindy, dia tidak mau sahabatnya itu menyesal di kemudian hari.
"Kita nggak mau liat lu menyesal nanti Lis" ujar Dini memeluk Lisa dan Sindy pun iku memeluknya.
"Baiklah kalau itu perminymtaan kalian, gue bakal turuti. Gue akan coba menjadi istri yang baik buat Zidan" ucap Lisa membalas pelukan sahabatnya itu.
Tok...Tok..
"Itu makanannya uda datang, tunggu bentar gue buka pintunya dulu" ujar Sindy melepas pelukannya dari Lisa dan berlalu membuka pintu.
"Makasih ya udah mau nasehatin gue" seru Lisa kepada Dini. Dini menganggukkan kepalanya.
"Udah jangan pelukan mulu, yuk makan ini makanannya udah datang" sahut Sindy berjalan menghampiri Lisa dan Dini sambil menenteng makanan yang di pesan nya.
FLASHBACK OFF
"Jadi, elu udah nyerah ni nggak mau berantem lagi sama gue?" tanya Zidan sambil mengangkat kepada Lisa.
"Gue lagi ngomong, gak sopan kalau orang lagi ngomong terus nggak diperhatiin" ujar Zidan mengusap kepalas Lisa dengan lembut.
"Berarti elu nggak protes kalau kita lusa pergi honeymoon? tanya Zidan. Lisa menggelengkan kepalanya.
" Jadi elu mau kemana?" tanya Zidan mengerut.
"Gue mau ke korea" jawab Lisa semangat.
"Ngapain kesana Sih, kan mending keparis banyak tempat - tempat bagus disana" bujuk Zidan
"Gak ah disana gak ada Kim taehyung nya" jawab Lisa cemberut.
" Kim taehyung, siapa dia?" tanya Zidan bingung saat mendengar nama yang begitu asing di telinganya.
"Dia itu cinta pertama aku" jawab Lisa dengan mata yang berbinar, berbeda dengan Zidan dia sangat marah saat mendengar Lisa menyebutkan Cinta pertama.
"Jadi, elu mau reunian gitu sama dia saat acara honeymoon kita?" tanya Zidan kesal, dia menjauhkan tangannya dari bahu Lisa.
"Kalau jumpa apa salahnya, ah gak kebayang kalau bisa ketemu sama dia" ucap Lisa berandai - andai.
"Apa - apaan ini, gak ada kita nggak akan pernah kekorea kita akan tetap keparis" ucaP Zidan tegas dia memalingkan pandangannya dari Lisa.
" Lah lu kenapa, kok jadi marah sih?" tanya Lisa bingung, kenapa Zidan tiba - tiba marah.
"Gimana nggak marah, elu dengan entengnya bilang kalau elu mau jumpa sama cinta pertama elu" sungut Zidan.
"Bwahahhaa" tawa Lisa pecah seketika.
"Kenapa lu ketawa, nggak ada yang lucu juga?" ucap Zidan heran, dia menoleh kearah Lisa
"Dengarin ya, lu tau gak Kim taehyung itu siapa?" tanya Lisa. Zidan seketika menggeleng.
"Haduuh, Kim taehyung itu personel BTS boyband Korea. Dan gue sangat sangat sangat mengidolakannya, dan kalau bisa gue pengen banget ketemu sama dia" tutur Lisa sembari telsenyum kearah Zidan.
"Oo jadi dia Artis korea, kenapa nggak bilang dari tadi sih" seru Zidan kembali mendekati Lisa.
"Iyalah, emang kamu kira siapa?" tanya Lisa
"Lupakan" jawab Zidan, yang merasa malu karena dia telah cemburu dengan manusia haluan istrinya itu.
"Jadi, lu maukan kita honeymoonnya ke Korea aja ya yaya" bujuk Lisa.
"Hhhmmm ada syarat nya" jawab Zidan sembari tersenyum evil kepada Lisa.
"Syarat apa lagi sih?" tanya Lisa mengerut.
"Ini dulu" ucap Zidan menunjuk bibirnya.
"Pipi aja ya, kan tadi pagi udah di sana" mohon Lisa.
"Yaudah, kita ke par.."
Cup
ucapan Zidan terpotong karena Lisa tiba - tiba ngecup bibirnya.
"Oke, bentar gue telpon mama dulu." Zidan mengeluarkan ponselnya dari dalam saku kemudiam mencari kontak mama nya.
Tuuuuutttt....Tuuuuuuutttt....
"Halo ma" sapa Zidan saat mama Lilis mengangkat telponnya
"...."
"Zidan mau membatalkan keberangkatan ke paris..." ucapan Zidan belum sampai tapi sudah keburu di potong sama mama Lilis.
"..."
"Siapa yang mau membatalkan honeymoon nya, makanya mama jangan main potong aja dong. Kita jadi kok honeymoonnya tapi tujuannya aja yang di ganti" ucap Zidan sembari memegang tangan Lisa.
"..."
"Iya, kita mau ke korea selatan ma" Zidan tersenyum melihat Lisa yang kesenangan mendengarnya.
"Iya, kalau bisa pernerbangan pertama ya ma" ujar Zidan.
"Oke ma, bye" Zidan menutup telponnya dan meletakan ponselnya ke atas meja yang ada di depannya.
"Gimana puas?" tanya Zidan menatap Lisa. Lisa menganggukkan kepalanya.
"Kapan kita berangkat?" tanya Lisa.
"Nanti malam" ucap Zidan enteng.
"Huh kok cepat amat" kaget Lisa.
"Ngapain lama - lama kalau bisa cepat" ucap Zidan.
" Tapi aku belum ada persiapan"ujar Lisa gusar.
"Semuanya udah siap sama mama" ucap Zidan sembari mengusap tangan Lisa.
Lisa mengajak Zidan untuk segera pulang, dia nggak mau ada yang tertinggal terlebih lagi dia harus mempersiapkan kado untuk Kim taehyungnya.
~•••~
Readers tersayang jangan bosan - bosan ya nunggu kelanjutannya.
jangan lupa gerakkan jempolnya buat like, komen dan kalau kalian suka jangan lupa juga di favorit sekalian votenya. Terima kasih☺