
Sorry guys, jam up ceritanya gak menentu akhir - akhir ini.
Mon maaf juga, bagi yang merasa novel ini kurang bAgus dan mendidik
udalah, aku gak mau banyak - banyak nge bacot langsung aja baca ceritanya.
Happy reading guys
~•••~
Setelah selesai makan malam Lisa dan Zidan langsung masuk ke dalam kamar. Lisa mengambil salah satu buku novelnya, kemudian ia mendudukan tubuhnya di ranjang.
Lisa yang sedang asik membaca novel, tiba - tiba terganggu dengan kedatangan Zidan. Zidan merebahkan kepalanya di atas paha Lisa.
"Zi minggirlah, kau mengganggu ku." Lisa mendorong pelan kepala Zidan.
"Biarlah begini sebentar…" seru Zidan
"Tapi…"
"Tadi semua kemauan mu, aku turuti. Sekarang giliranmu menurutiku kemauanku." pungkas Zidan.
Lisa memilih diam, dia rasanya ia capek sekali untuk berdebat dengan suaminya itu.
Lisa melanjutkan membaca novelnya dan mengabaikan suaminya yang sedang menatapnya dari bawah.
"Zi…" Lisa menepuk tangan Zidan yang sedang mengelus - elus perutnya.
"Zidan…" dengan kesal Lisa menutup bukunya dan menatap suaminya dengan kesal.
"Apa?…" tanya Zidan tanpa ada rasa bersalah.
"Apa kau bilang? Hais.. Bisa nggak sih, sebentar saja beri aku ketenangan." pinta Lisa.
"Bukannya dari tadi kau sudah tenang, aku juga tenang disini." jawab Zidan sembari tersenyum kearah Lisa.
"Kau menyebalkan…" ujar Lisa, tiba - tiba berdiri dari duduknya.
"Aw… Kenapa kau tiba - tiba berdiri? mau kemana?" tanya Zidan saat melihat Lisa membuka pintu kamar.
"Mencari suami yang tidak menyebalkan sepertimu…" jawab Lisa cuek, ia pin berlalu keluar meninggalkan Zidan di dalam kamar itu sendiri.
"Apa? yang benar saja"
"Tapi kalau beneran gimana?"
"Tidak, tidak…" gumam Zidan dengan cepat ia beranjak turun dari ranjang dan keluar dari kamar pergi mencari keberadaan Lisa.
"Lisa…" panggil Zidan saat ia menuruni tangga.
"Dimana dia?" Zidan pergi kedapur dan ia tidak menemukan Lisa. Zidan pergi ke seluruh ruangan yang ada di rumahnya. Namun, ia juga tidak menemukan istrinya itu.
"Kemana dia?" tanya Zidan
"Hais… Apa dia serius dengan ucapannya tadi? tapi itu tidak mungkin." Gumam Zidan menggelengkan kepalanya
Zidan mondar mandir tak jelas di depan ruang tamu, ia menatap jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan malam.
"Kemana dia? kenapa jam segini masih belum pulang juga?" ucap Zidan khawatir.
"Apa mungkin dia kerumah sakit?"
"Tapi gak mungkin, tadi dia bilang ingin istirahat" gumam Zidan.
"Hais…" Zidan pun memutuskan untuk mecari Lisa ke rumah sakit.
Ia pergi ke kamar untuk mengambil jaket dan juga kunci mobil.
Ceklek
Zidan masuk kedalam kamar, dia heran kenapa lampu kamarnya mati.
"Perasaan tadi lampunya gak mati" gumamnya. Ia berjalan mencari kontak lampu.
Klik
Seketika kamar menjadi terang, Zidan menatap kesegala pejuru kamar dan betapa kagetnya Zidan saatelihat istri nya sedang tertidur pulas di atas tempat tidur.
"Dia di sini? kapan dia kembalin..." ucap Zidan, Zidan menghampiri Lisa di ranjang.
"Lisa... Hey Lisa..." Zidan menggoyangkan tubuh Lisa.
"Ada apa sih? Aku masih mengantuk" gumam Lisa, tanpa membuka matanya.
"Kau kapan pulang?" tanya Zidan
"Pulang? Aku gak kemana - mana, dari tadi aku tidur…" ucapnya sembari menari selimut yang tadi sempat terbuka oleh Zidan.
"Jadi, kau dari tadi gak kemana - mana?…" Lisa menganggukkan kepalanya.
"Dari tadi kau tidur disini?…" Lisa kembali menganggukkan kepalanya.
"Udalah, aku mengantuk!! kau tidurlah juga." ujar Lisa. Zidan terdiam menatap istrinya yang sedang tetidur pulas.
"Jadi, gue khawatir dan lari sana - sini seperti orang gila mencarinya. Dan dia enak - enakan tidur di sini" gumam Zidan dalam hati.
"Awas elu, Hais " Zidan mengepal tangannya. Dengan kesal ia beranjak berdiri dan keluar dari kamar.
~
"Bella, ayolah. Kasih tahu gue,Rose dimana?…" tanya Ronal memohon kepada Bella.
"Gue gak tau, lagian dia kan pacar elu. Masa pacarnya sendiri gak tau di mana? Aneh…" jawab Bella
" Gue tahu, elu pasti tau di mana keberadaan Rose" ujar Ronal. Bella menatap Ronal sejenak.
"Udalah, mending elu pergi dari rumah gue!!!" usir Bella.
"Gue gak akan pergi, sebelum elu kasih tau dimana Rose…" kekeh Ronal.
"Bodo" seru Bella, masuk ke dalam rumah dan menutup pintunya dengan kesal.
"Elu gak pantas untuk Rose…" gumam Bella, melihat Ronal dari jendela.
Bella masuk ke dalam kamar dan mengistirahatkan tubuhnya, dia sunggu merasa sangat lelah.
~
Setelah mengambil air minum di dapur, Zidan kembali ke kamar. Zidan membaringkan tubuhnya di samping istrinya. Saat Zidan menutup matanya hendak tertidur, Namun ia kembali membuka matanya.
"Dia aja tega, masa aku gak…" gumamnya. Zidan beranjak dari tempat tidur dan berjalan kesamping sisi Lisa. Zidan sejenak menatap istrinya itu.
"Maaf kan aku istriku, tapi kaulah yang memulainya." ucap Zidan. Kemudian ia menggendong Lisa dan memindahkannya kedalam bath up di kamar mandi. Setelah selesai memindah istrinya itu, Zidan pun keluar dari kamar mandi dan ia sengaja tidak menutup pintu kamar mandi.
"Gak sabar, liat ekspresi dia pas bangun nanti…" ujar Zidan tersenyum. Ia pun mulai menutup mata, dan masuk ke alam mimpi indahnya.
~
Tepat pukul 2 malam, Bella terbangun dari tidurnya karena ia ingin pergi ke kamar mandi. Setelah selesai dengan urusannya di kamar mandi, Bella kembali membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
Saat Bella hendak menutup mata, ia teringat akan sesuatu. Bella beranjak turun dari ranjang dan berjalan ke arah jendela. Ia melihat kebawa dan betapa kagetnya dia, saat melihat Ronal masih berdiri di halaman rumahnya.
"Dasar laki - laki bodoh…" seru Bellah. Kemudian Bella memutuskan untuk keluar dari kamar dan pergi menemui Ronal. Tidak, Bella juga mengambil payung yang tersimpan didepan pintu.
"Kenapa, elu masih disini?" tanya Bella.
"Gue bakal di sini terus, sampai elu mau kasih tau gue, dimana Rose berada." jawab Ronal.
"Keras kepala…" ucap Bella.
" …" Ronal tidak menjawab, ia hanya diam menatap Bella.
" Hais… Gue paling benci dengan orang kaya elo!!" seru Bella.
"Baiklah… Baiklah , besok gue kirim alamatnya ke elo" ucap Bella. Ronal sangat senang mendengarnya.
"Benerkah? elu gak bohong kan?" tanya Ronal
"Iya gue janji…"jawab Bella, menganggukkan kepalanya.
"Sekarang, mending elu pulang deh. minum air hangat dsn jangan lupa pake selimut." nasehat Bella.
"Gue pamit dulu, bye." seru Ronal,mengabaikan pesan - pesan Bella untuk dirinya.
"Dasar menyebalkan," gerutu Bella masuk kembali ke dalam rumah dan berjalan menuju kamarnya.
~•••
Maaf ketidak nyamanannya ya karena typo yang berserakan dimana - mana🙏😐
Jangan lupa dukungannya ya readerku sayang like dan votenya sangat aku tunggu. Borahae💜