ZIDAN Dan LISA

ZIDAN Dan LISA
Menyebalkan tapi tampan


Keesokan paginya, Zidan sedang besiap - siap untuk pergi ke kantor. Sementara, Lisa sendiri hendak pergi ke boutique untuk mengecek keadaan disana. Sekarang semejak dia sudah mempunyai seorang anak, Lisa sudah sangat jarang pergi ke boutique, dia akan ke boutique hanya dua atau tiga kali dalam sebulan, itu pun hanya sekedar pengecekan keadaan boutiquenya saja.


Seperti hari ini ia sangat ingin pergi ke boutique, entah kenapa fikirannya tiba - tiba selalu terpusat ke boutique dan ia mulai mememikirkan nya dari kemarin. Di tambah lagi berdasarkan laporan Sindy semalam ada seorang pelanggan yang sangat ingin bertemu dengan nya, Lisa sangat penasaran dengan wanita itu karena sudah hampir seminggu ini dia menanyai Lisa terus.


"Sayang, dasi aku mana?" tanya Zidan, menghampiri Lisa yang sedang menyusui anaknya.


"Itu di atas meja rias, kan tadi sudah aku bilang yang" jawab Lisa. Zidan menoleh kearah meja rias dan benar sudah ada sebuah dasi yang senada dengan pakaiannya di atas meja itu.


"Kok aku gak lihat ya tadi" ujar Zidan mengambilnya.


"Gimana mau lihat, kalau kamu dari tadi fokus ke dada aku terus" balas Lisa.


"Hehe... Masa sih, ya ketahuan" Zidan nyengir sembari mamasang dasi nya.


"Kamu jadi pergi ke boutique nya?" tanya Zidan menghampiri Lisa.


"Jadi, tapi nanti setelah aku menyiapkan keperluan Gea dulu." jawab Lisa


"Gak berengan sama aku aja?" tawar Zidan.


"Gak usah aku mau nyetir hari ini, lagian aku ke butiknya cuma sebentar doang." tolak Lisa


"Kalau sebentar mending gak usah pergi, ngapain sih di sana. Lagian semuanya kan bisa di handle sama Sindy dan Dini, jadi kamu di rumah ajalah" ujar Zidan


"Apa kamu gak percaya dengan mereka?" tanya Zidan sembari memainkan tangan anaknya.


"Bukan gak percaya, tapi kata Sindy ada seseorang yang mencariku selama sepekan ini. Jadi aku mau ketemu sama dia hari ini" jawab Lisa, ia menyudahi memberi anaknya ASI.


"Siapa yang mencari mu?" tanya Zidan


"Itulah yang mau aku cari tau sayang" jawab Lisa lembut.


"Yaudah aku mau mandi dan siap - siap dulu, kita turun bareng ya" seru Lisa turun dari ranjang dan melangkah pergi ke kamar mandi


"Bukannya kamu perginya agak siangan?" tanya Zidan, Lisa yang hendak membuka pintu kamar mandi terhenti seketika


"Oiya aku kan perginya siang , kenapa harus mandi dan siap - siap sekarang" gumam Lisa, ia berbalik kerah Zidan


"Gak jadi aku berangkatnya bareng kamu aja." ujar nya lagi, kemudian melanjutkan niatnya untuk mandi.


"Pasti dia lupa tadi, dasar pelupa" gumam Zidan tersenyum. Kemudian ia mengajak putri cantiknya untui bermain.


"Hai cantiknya papa, yuk main bareng papa yuk" ucap Zidan, ia menggendong anaknya dan membawanya untuk duduk dibawah.


Zidan meletakkan Gea kemudian ia mengeluarkan beberapa mainan putrinya itu.


~


Sementara Zidan dan Lisa yang sibuk bersiap - siap di kamar mereka. Berbeda hal nya dengan Dani, pagi ini ia pria itu terlihat sangat gugup.


"Aduhh ini gue bisa gak ya ngedance nanti malam?" ucapnya.


"Lagian Rose ide nya kok aneh banget sih, pake nyuru gue ngedance segala" sungutnya.


Ia kembali latihan gerakan - gerakan dance dari gurup idol favorit nya Bella yaitu seventeen. Bahkan Dani juga sudah menghafal salah satu lagi dari grup tersebut.


"Ahhh... Sumpah gue capek banget," seru Dani, ia meraih botol minum yang ada di atas meja kemudian di bawahnya duduk resehan di lantai


"Semoga aja, nanti malam semua nya lancara."harap Dani, dia tidak ingin gagal lagi kali ini.


Ia sudah bertekat kepada dirinya, kalau sempat dia di tolak lagi sama Bella, maka ia akan memilih menyerah.


Karena menurutnya, takdir dan jodoh itu tidak bisa di paksakan, Jika Bella menolaknya lagi, maka Bella bukan lah jodoh yang di kirim tuhan untuknya.


~


Lisa dan Zidan keluar dari kamar dan turun menuju meja makan, disana mereka sudah di sambut oleh mama Lilis dan juga papa Dika.


"Good morning, anak - anak mama dan cucu oma" sapa Lilis.


"Good morning too mah, pah" balas Zidan dan Lisa


Zidan menarikkan kursi untuk Lisa duduki kemudian ia pun menarik kursi yang ada di samping Lisa untuk dirinya tempati.


"Tadi malam Gea rewel gak?" tanya mama Lilis.


"Gak kok mah, tadi malam dia tidurnya nyenyak banget" jawab Lisa, ia memberikan Gea kepada Pengasuhnya, sementara ia sarapan.


"Bagus lah nak, mama kira dia masih rewel" ujar Lilis


"Oiya mama sama papa, kapan nyampe nya? Kok kita gak tau mama datang" tanya Lisa.


"Yang gak tau itu cuma kamu, kalau aku mah tau. Malahan aku yang bukain pintunya" ujar Zidan sembari menerima piring makanan yang di ulurkan oleh Lisa.


" Kamu kok gak bangunin aku?"tanya Lisa sembari meminum susu hangat nya.


"Kamu tidurnya pulas banget jadi gal tega aku bangunin nya." jawab Zidan.


Lilis dan Dika pun tersenyum melihat anak dan menantunya yang kini sudah mulai saling mengerti dan saling menyayangi, kalau di ingat - ingat yang dulu mereka masih tidak menyangka kalau hubungan mereka akan berakhir seperti ini.


"Oiya Dani mana?" tanya Lisa yang tidak melihat adik sepupunya itu.


"Mama juga tidak ada melihat dia dari semalam" Saut Lilis.


"Iya papa juga"


"Palingan dia lagi latihan untuk acara nanti malam" ujar Zidan.


"Acara nanti malam?"


"Memangnya ada acara apa nanti malam?" tanya Lilis


"Mama belum tahu?" tanya Lisa dan Lilis pun menggelengkan kepalanya.


"Itu loh mah, nanti malam Dani berencana ingin melamar Bella " jawab Lisa


"Bukannya dia sudah melamar Bella dari lama?" tanya Lilis


"Iya ma, dia memang sudah melamar Bella dari lama. Tapi gak pernah di terimah sama Bella" ucap Zidan.


"Waduh kasihan banget..." seru mama Lilis


"Kenapa dia gak minta bantu sama papa sih. kan kalau tau dia kesulitan gini, papa pasti bis bantu dia" ujar Dika.


"Papa bisa bantu apa emangnya?" tanya Lilis


"Paling papa bantu jodohin mereka."saut Zidan.


"Gak lah, emang kaya kamu. Minta bantu di jodohin" seru Dika.


"Apa pah?" tanya Lisa.


"Eheee ehehee.... Gak ada - gak ada, mending kamu makan aja tu sarapanya" serobot Zidan


"Papa apaan sih" gumam Zidan pelan kepada papanya.


"Haahaha...." Lilis dan Dika pun tertawa terbahak - bahak meliht ekspresi Zidan. Lisa pin ikut tertawa di buatnya.


"Kamu kenapa ikut tertawa?" tanya Zidan tak terima.


Lisa pun menggelengkan kepalanya sembari meminum susunya.


"Menyebalkan" ujar Zidan, kemudian ia beranjak berdiri.


"Mau kemana? Habisin dulu sarapanya!" ucap Lisa.


"Aku udah selesai, kamu kalau lama aku tinggal!!" seru Zidan yang terus berjalan.


"Lihat tu mah, kelakuan anak mama sama papa, dia sungguh menyebalkan" gerutu Lisa.


"Menyebalkan tapi tampan kan Lis?" seru Dika


"Banget pah, yaudah aku pergi dulu ya mah, pah" pamit Lisa.


"Hai cantiknya mama"


"Mama ke boutique bentar ya sayang, kamu jangan nakal ya mama tinggal sama Oma." pami Lisa kepada anaknya itu, ia juga tidak lupa untuk mengecup seluruh wajah Gea.


"Bye, bye sayang."


"Sus aku titip Gea ya" ucap Lisa


"Iya nyah" jawab suster tersebut, kemudian Lisa pun berlalu pergi menyusul Zidan yang sudah menunggunya di mobil.


~•••~