
Karena bosan menunggu Zidan akhir nya memutuskan untuk menyusul Lisa kedapur. Saat sampai di dapur Zidan tidak menemukan keberadaan Lisa.
"Kemana dia, katanya tadi ambil snack? tapi kok gak ada, dia kemana ya" gumam Zidan.
Zidan keluar dari dapur dan menuju ke ruang keluarga dan betapa kagetnya Zidan saat melihat pemandangan di ruangan itu.
"Ternyata dia disini" Zidan menghampiri Lisa.
"Astaga dia tidur ternyata, kenapa lu tidur disini? Apa karena menghindari dari gw?" gumam Zidan menatap wajah Lisa yang sedang tertidur.
"Sampai segitunya lu gak mau tidur sama gw" gumamnya lagi. Zidan menghela napas kemudian dia memindahkan Lisa kekamar.
Zidan meletakan Lisa secara perlahan dia takut Lisa akan terbangun akan tidurnya. Kemudian Zidanpun ikut berbaring disamping Lisa.
"Good night my wife" ucap Zidan mencium kening Lisa. Kemudian dia pun menyusul Lisa ke alam mimpi.
~
Keesokan pagi nya Lisa tidak lagi kaget saat bangun tidur dia berada dalam pelukan sang suami karena memang beginilah tiap pagi nya.
"Hoam" Lisa merenggangkan ototnya. Lisa melihat kesekelilingnya. "Apa dia yang telah memindahkan ku" gumam Lisa sambil menoleh kesamping dan melihat wajah tampan suaminya.
"Tampan sekali, tapi sayang menyebalkan" ucap Lisa pelan, dia menatap wajah suaminya secara menyeluruh.
"Baru sadar kalau punya suami tampan?" seru Zidan tiba - tiba. Tanpa membuka matanya Zidan semakin mempererat pelukannya.
"Pd banget lu" balas Lisa.
"Hehe... Bukan pd tapi emang itu faktanya" ujarnya lagi.
"Terserah, udah ah lepasin gw mau masak" pinta Lisa
"Masaknya nanti aja, gw lagi pw ini" gumam Zidan.
"Enak aja, ntar kita telat. Lu ada kelas kan pagi ini" Lisa mengingatkan Zidan akan jadwalnya.
"Haish...Gw lagi malas kemana - mana" ucapnya tak bergeming.
"Gak boleh gitu, itu tanggung jawab elu. Jadi elu harus lakuinnya dengan benar dan bertanggung jawab" seru Lisa.
"Iya cerewet" sahutnya.
"Yaudah lepasin dong tangannya" pinta Lisa lagi.
"Sebentar lagi"
"Gw mau pipis, atau lu mau gw pipis disini?" tanya Lisa.
"Sana, sana jorok banget sih lo" Zidan terpaksa melepaskan Lisa. Setelah pelukan Zidan terlepas Lisa langsung bangun dan pergi kekamar mandi.
~
Lisa sedang asik memasak di dapur, tiba - tiba Zidan datang menanyakan pakaian yang akan ia kenakan. Tadi pas Lisa keluar dari kamar mandi.Lisa memang tidak menyiapkan pakaian kerja Zidan.
"Ia tunggu sebentar" teriak Lisa mematikan kompor beginilah Lisa kalau pagi hari, dia selalu repot mengurus suami menyebalkannya itu.
"Kenapa gak lo siapkan dulu sih, tadi sebelum turun ke dapur?" tanya Zidan yang masih menggunakan handuk.
"Gw lupa tadi, karena buru - buru" ucap Lisa sambil mencari baju yang cocok digunakan Zidan hari ini.
"Nah pakai lah, gw mau lanjut masak lagi" ucap Lisa hendak keluar kamar.
"Tunggu" tahan Zidan
"Apa lagi?" tanya Lisa.
"Karena lu telat nyiapkan pakaian gw, maka elu gw hukum" ucap Zidan mendekati Lisa.
"Hukum apaan sih, jangan becanda deh . Gw lagi buru - buru ini" ucap Lisa kesal.
"Sebagai hukumannya, elu harus pakein baju gw!!" perintah Zidan. Medengar hukuman yang diucapkan Zidan membuat mata Lisa membulat sempurna.
"JANGAN GILA DONG LU" teriak Lisa keluar dari kamar.
"Yang benar aja, susah kalau punya suami gila" gerutu Lisa kemudian dia pergi ke dapur dan melanjutkan masaknya.
Sementara dikamar Zidan tertawa melihat ekspresi kaget Lisa. "Dia sangat menggemaskan kalau sedang kesal apalagi sedang marah" gumam nya pelan.
~
"ZIDAAAN... Ayo sarapan, ntar lo telat" panggil Lisa. Tak lama Zidan pun datang menghampiri Lisa.
"Nih sarapannya" Lisa mengulurkan sarapan untuk Zidan
"Terima kasih" ucap Zidan
Mereka memulai sarapannya dalam diam, tidak ada satupun dari mereka yang ingin memulai untuk berbicara.
Drrrttt....Drrrrttt
Lisa kaget ada panggilan masuk di ponselnya, Lisa meraih ponselnya dan melihat nama ayahnya tertera disana.
"Ayah nelpon" ucap Lisa
"Angkat aja" ujar Zidan
Halo ayah ~ Lisa
Ayah apa kabar? ~ Lisa
Kabar ayah baik sayang, kamu dan suamimu apa kabar sayang ~ ayah Andre.
Kami berdua baik - baik saja ayah. Ada hal apa ayah menghubungi Lisa? ~ Lisa
Ayah ada dinas keluar kota selama 2 hari. Jadi apakah kalian berdua bisa menginap dirumah selama ayah keluar kota. Kasihan adikmu tidak ada yang jagain ~ ayah Andre.
Tunggu Lisa tanyain ke suami Lisa dulu ya yah ~ Lisa
Untuk sementara Lisa men mute kan sambunganya, dia bertanya kepada Zidan.
"Ayah bilang dia akan ke luar kota selama 2 hari." ucap Lisa
"Lalu?" tanya Zidan.
"Kita diminta untuk menginap di rumah ayah untuk jagain Rose selama ayah pergi. Bagaimana apa kita akan menginap disana?" tanya Lisa memastikan.
" Baiklah" jawab Zidan.
Mendengar jawaban Lisa sangat senang, dia menyalakan kembali suara telponnya.
Halo ayah ~ Lisa.
Iya nak, bagaimana? ~ ayah Andre.
Iya yah, kami akan menginap disana ~ Lisa
Benarkah, terima kasih ya nak. Kalau gitu ayah tutup dulu ya telponnya. Ayah mau siap - siap dulu. Bye sayang.~ ayah Andre
Bye ayah ~ Lisa
Lisa meletakan kembali ponselnya dan melanjutkan makannya.
"Kapan kita akan kesana?" tanya Zidan.
"Nanti pulang kerja kita langsung kesana aja" ucap Lisa.
"Kalau gitu lu gak usah bawa mobil, biar ntar gw jemput. Jadi kita barengan aja kesananya" seru Zidan.
"Hmm...Baiklah" Lisa menerima tawaran Zidan
~
Sementara di rumah ayah Andre sedang sarapan dengan Rose. Dia memberitahu putri keduanya kalau Lisa akan menginap disini.
"Rose, nanti kak Lisa datang kesini"
"Benarkah, ngapain kakak kesini?" tanya Rose.
"Ayah yang suruh buat nemenin kamu selama ayah dinas" ucap ayah Andre.
"Kan udah Rose bilang ayah, Rose gak apa - apa sendiri dirumah" ujar Rose.
"Ayah nggak tenang kalau ninggalin kamu sendirian dirumah" seru ayah Andre.
" Yaudah, terserah ayah saja. Kapan ayah berangkat?" tanya Rose.
"Jam 9 nanti, diantar sama mang didi" jawab ayah Andre.
"Hati - hati ya yah, maaf Rose nggak bisa ikut ngatarnya" ucap Rose
"Iya gak apa - apa sayang, ayah ngerti kok" seru ayah Andre.
"Kalau gitu, Rose duluan ya yah." pamit Rose.
"Hati - hati ya sayang" balas ayah.
~
Sebelum pergi ke kampus Zidan mengantar Lisa terlebih dahulu ke butiknya.
"Thanks ya tumpangannya" ucap Lisa saat mobil Zidan berhenti didepan butiknya.
"Hm" jawab Zidan
"Haish menyebelin"Gumam Lisa hendak membuka pintu mobil, tapi pintunya telah dikunci oleh Zidan terlebih dahulu.
"Lu bilang apa tadi?" tanya Zidan
"Yang mana, orang Gw gak ada ngomng juga" elak Lisa.
"Benarkah?" tanya Zidan ragu.
"Iya benar, sekarang buka pintunya" pinta Lisa.
"Eits...tidak semudah itu, harus ada syaratnya"
~•••~
Hai semuanya makasih ya sudah baca karya aku.
Dan jangan lupa like, komen dan kalau suka fav nya juga ya
Tunggu kelanjutannya ya.