Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Masih Bergerak dalam diam


Masih di kediaman


Keluarga sederhana Indri


Dimas sejenak melirik ke arah jam di tangannya untuk beberapa waktu, kemudian dia mulai kembali mengintip melalui kaca jendela dari arah kamar Indri.


Para Jurnalis dan wartawan jelas semakin banyak,suara Mereka semakin memekakkan telinga, ada yang duduk di lantai meleseh, ada yang berdiri kesana-kemari, bahkan ada yang mencoba mengintip sejak tadi.



...Hanya visual...


...(Bayangkan kaca jendela nya gelap yah Mak🤭)...


...(Bayangkan kasurnya berwarna putih ya Mak)...


Belum lagi beberapa wartawan dan jurnalis lain nya sibuk mencari berita dari para tetangga sebelah.


Realita nya saat ini tidak ada jalan terbaik untuk mereka melarikan diri, tanpa sebuah rencana yang matang mereka jelas kesulitan untuk pergi kemana-mana, bahkan besok mereka akan kesulitan untuk melakukan kegiatan seperti biasanya.


Bisa jadi dia akan kesulitan untuk pergi bekerja seperti biasanya, mama dan papa nya akan kesulitan untuk beraktivitas seperti biasanya juga.


Bisa dia pastikan semua akan berada di luar kendali semua orang.


Dia paham betul bagaimana cara para perliput berita mencari berita, mereka bahkan bisa jadi menginap hanya demi untuk mendapatkan berita.


Dia jelas tidak bisa bertindak seenaknya, mengusir mereka tanpa menggunakan hati, sejatinya bagi Dimas apa yang mereka kerjakan belum tentu sesuai keinginan hati.


TUNTUTAN PEKERJAAN jelas terasa begitu berat.


Realita nya para peliput berita kerja tanpa mengenal waktu, yang mereka tahu mendapatkan berita sesuai dengan apa yang di inginkan pihak redaksi.


Tidak mendapatkan Berita yang di inginkan, karir jelas menjadi ancaman terberat Mereka, bahkan tidak jarang mereka akan disalahkan dan dianggap tidak becus dalam bekerja.


Menjadi seorang wartawan atau jurnalis berarti harus siap mengorbankan banyak waktu. Di dunia mereka tak ada yang namanya office hours atau jam kerja. Karena jenis pekerjaannya adalah menulis berita dan mengejar berita, maka sudah pasti mereka akan terus bekerja sampai berita yang diperlukan sampai ke meja redaksi.


Selain itu, menjadi mereka juga harus siap ditugaskan kapan pun dan ke mana pun. Bahkan, mereka bisa jadi bekerja 7 hari penuh tanpa libur karena harus mengejar pemberitaan. ***Apalagi mereka yang mendapat tugas mengungkap skandal, konspirasi, atau pemberitaan mendalam suatu peristiwa.


KURANG TIDUR SUDAH MENJADI TEMAN SETIA***.


Di samping itu, mereka pun hampir tak pernah mendapatkan uang lembur karena biasanya memang tidak tertuang di kontrak kerja. Kemudian, bagi para pemula atau fresh graduate, sudah pasti, upah yang diterima kecil di balik hactic-nya pekerjaan yang dijalani.


Tapi Dimas tahu, keluarga nya jelas belum siap untuk diwawancarai, mereka butuh waktu untuk menyusun baik kalimat yang tepat agar tidak salah melangkah atau bicara.


Ada karir nya yang jelas dipertaruhkan saat terbawa emosional jika-jika terdengar pertanyaan menggiring Secara tidak masuk akal, ada mental yang harus dia jaga yaitu mental Papa dan Mama nya, juga ada perasaan yang harus dia jaga agar tidak terluka yaitu perasaan indri sendiri yang belum tentu siap di berondong jutaan pertanyaan yang bisa jadi menyudutkan adik nya itu.


Laki-laki itu terlihat mencoba menarik pelan nafasnya kemudian membuang Nafas nya untuk beberapa waktu.


Tidak lama kemudian tiba-tiba handphone sang adik berdering, dengan gerakan cepat dia mengangkat panggilan tersebut.


"Halo?"


******


Disisi lain


Halaman belakang rumah


Keluarga indri


Kalan mengintip dari arah mobil Limousine tersebut untuk beberapa waktu, dia melirik ke arah Syahnaz yang tengah mendandani Meisya sejak tadi.


"Sudah selesai?"


Abizard bertanya ke arah semua orang.


"Sudah"


Jawab Syahnaz cepat.


"Aku fikir kita harus pergi melalui rumah bagian kiri, disana terlihat peluang yang lebih besar untuk bisa bergerak"


Ucap Kalan cepat.


Syahnaz terlihat bergeser dari duduknya, dia mencoba mendekati pintu keluar masuk mobil tersebut.


"Mobil nya sudah siap dibelakang, Pastikan semua berjalan sesuai rencana"


Ucap Abizard pada gadis cantik tersebut.


"Baik kak"


Syahnaz bicara cepat, membuka pintu mobil tersebut dengan cepat, lantas bergerak dan berpindah ke sebuah mobil yang ada fi belakang mobil tersebut.


"Bergerak dalam 5 menit"


Tiba-tiba Abizard bicara melakukan headset bluetooth nya.