Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Kebahagiaan sejati


Rumah sakit xxxxxxx


Kamar VVIP


Sejenak keceriaan yang hadir di antara Agnes, Hans dan Ara terkikis ketika Reno tiba-tiba menyeruak masuk di antara mereka.


Agnes langsung terdiam melihat laki-laki yang tengah berdiri di depan pintu masuk Tersebut, tubuh nya terlihat sedikit lebih kurus dari terakhir kali mereka bertemu dulu.


Alessia berkata, karena Iriana berada di penjara, Waktu laki-laki itu tersita Begitu banyak.


Seorang perempuan yang berada di samping Reno terlihat mengembangkan senyuman nya ke arah Reno, seolah-olah berkata agar laki-laki itu segera masuk ke dalam ruangan tersebut.


Seolah-olah paham dengan situasi, Hans mencoba beranjak dari sana, tapi Ara terus merengek minta agar Hans tinggal bersama mereka.


"Om akan kembali nanti hmm"


Hans bicara sambil menyentuh lembut ujung kepala Ara.


Alih-alih mau, Ara malah memeluk erat tubuh Hans.


"Tidak mau"


Hans terlihat menghela pelan nafasnya, dia menyentuh wajah gadis kecil itu kemudian berkata.


"Papa Reno ingin bicara dengan Ara dan Mama hmmm, sebentar saja tidak akan lama"


Ucap Hans lagi sambil menelisik bola mata gadis kecil yang sudah seperti putri nya sendiri itu.


Seketika Bola mata Ara berkaca-kaca, dia tidak mau tinggal bersama Reno.


"Biarkan lah, aku akan bicara dengan Agnes berdua"


Ucap Reno pelan.


Pada akhirnya Hans mengangguk, dia mengangkat tubuh Ara, membiarkan gadis kecil itu masuk ke dalam gendongan nya.


Saat semua orang telah keluar dari sana, Mereka berdua terlihat diam. Tidak ada pembicaraan yang terjadi untuk beberapa waktu.


"Apa kamu baik-baik saja?"


Agnes mencoba memecah kesunyian.


Reno pada akhirnya mengangguk dan bicara.


"Aku baik-baik saja"


Ucap laki-laki itu pelan.


"Sudah lama sekali, bahkan aku tidak pernah tahu soal Ara"


Laki-laki itu mulai bicara sambil menatap dalam bola mata Agnes.


Agnes belum menjawab, hanya diam untuk beberapa waktu, Mencoba menelisik wajah Reno, memperhatikan baik-baik laki-laki yang pernah dia cintai dulu.


"Maafkan aku yang terlambat tahu"


Ucap Reno pelan, mencoba menyentuh tangan Agnes secara perlahan.


"Mari memperbaiki semuanya dari awal, menata ulang semuanya kembali antara kamu,


aku dan Ara"


Reno mencoba menyakinkan semua nya pada Agnes, menunggu Jawaban Perempuan itu untuk waktu yang cukup lama.


"5 tahun lebih waktu yang cukup untuk ku menunggu"


Ucap Agnes sambil terus menatap bola mata Reno.


"Saat hamil aku masih menunggu di balik pintu jendela, kadang keluar menuju ke pintu depan berharap bola mata ku menangkap seseorang di seberang sana, berjalan ke arah ku sambil menenteng kan sesuatu di kedua tangannya"


"Lucu nya siapa yang datang selalu orang yang berbeda"


Agnes bicara sambil berusaha tertawa kecil saat ingat bagaimana Hans selalu bersemangat datang menghampiri dirinya dan Ara yang masih berada didalam perut nya.


"Cukup lama aku bergelut dengan perasaan, bertanya-tanya sebenarnya Apakah aku mencintai kamu atau sosok orang lain"


"5 tahun lebih tidak sebentar"


Setelah berkata begitu Agnes menarik pelan nafasnya.


"Cinta sejati terkadang sulit untuk ditemukan, tetapi begitu menemukannya, hidup akan terasa jadi lebih mudah. Hal itu bisa membuat kamu seperti melayang di atas awan atau terjaga di malam hari karena sering memikirkannya."


"Sayangnya, ada kemungkinan bahwa orang yang kamu cintai tidak akan menjadi pasanganmu seumur hidup. Jika kamu bersedia berkomitmen untuk suatu hubungan selama sisa hidupmu, kamu akan membutuhkan lebih dari sekadar cinta untuk kebahagiaan yang sejati."


"Komitmen sangat penting untuk menjaga hubungan, terutama jika berbicara tentang kebersamaan dan itu tidak selalu merupakan paketĀ all-in-one. Bukan hal yang mengejutkan bahwa kompromi dibutuhkan dalam sebuah hubungan. Saat kamu sudah menemukan pasangan yang tepat, kalian akan melakukannya secara naluriah."


"Tanpa pengorbanan, hubungan tidak akan bertahan lama. Ini tidak berarti bahwa kamu harus mengubah atau menyerah pada integritasmu. Kamu harus cukup moderat untuk bisa menciptakan ruang bagi kebahagiaan orang lain."


"Secara psikologis, cinta sebenarnya dapat membantu sistem sarafmu selaras dengan pasangan. Setelah menghabiskan cukup waktu bersama, kamu akan memahami perasaan, pikiran, dan reaksi pasangan. Koneksi ini lebih dari sekadar mengenal seseorang dengan sangat baik."


Agnes menggelengkan pelan kepala nya.


"Dan aku tidak mendapatkan nya bersama kamu, Ren. Aku menemukan nya dengan orang lain"


Tiba-tiba air mata Agnes tumpah.


"Seiring waktu Pada akhir hari yang panjang, kamu akan menemukan dorongan yang dibutuhkan bersama belahan jiwamu. Kalian bisa menjadi pendukung satu sama lain di sepanjang jalan. Kamu tidak akan pernah merasa kecil hati atau tidak mampu"


"Mendengar kata-kata dukungan dan positif dari orang yang paling kamu cintai akan membuatmu lebih mencintai diri sendiri. Ini juga menandakan bahwa kalian berada dalam hubungan yang sehat"


"Setelah kamu menemukan cinta dalam hidupmu, saatnya untuk "berpikir sebagai pasangan" seperti bahasa. Kamu tentu ingin dia bisa hadir di tahun-tahun mendatang dalam hidupmu, jadi sebaiknya kalian mulai memimpikan masa depan bersama."


"Kamu tidak perlu mengejar aspirasi yang sama. Jika itu adalah aspirasimu, kamu akan selalu menemukan cara untuk menjaga hidupmu tetap bersamanya apa pun yang terjadi. Menemukan kebebasan dalam kebersamaan adalah salah satu pilar terpenting dari kisah cinta seumur hidup. Artinya, kamu dan pasangan bisa mengisi satu sama lain."


"Dibandingkan harus selalu menangis melewati hari dan waktu bersama kamu, Aku merasa bahagia ketika bersama dia"


"Bagitu dia menghilang, Aku merasa berbeda tanpa kehadirannya"


Kemudian Agnes secara perlahan melepaskan genggaman Reno dari tangan nya.


"Ada banyak sekali pertimbangan yang aku lakukan, dan aku benar-benar bahagia bersama Hans, kami akan menikah"


Mendengar ucapan Agnes seketika Reno menelan salivanya, ada sekumpulan uap yang mulai memanas di balik kedua bola matanya.


Bukan kemarahan atau emosi, tapi secercah kesedihan yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


"Kamu boleh sesekali membawa Ara, tapi berjanjilah kamu tidak akan menyinggung soal perbedaan antara kamu dan Hans, aku tidak menutupi soal kamu yang adalah Papa biologis Ara, tapi Ara jelas tidak akan bisa menghilangkan perasaan nya soal siapa yang selalu ada untuk dirinya".


"Dia akan dewasa dan bisa memahami sendiri bagaimana menanggapi soal kamu dan Hans, biar bagaimanapun juga kalian tetap sosok Laki-laki yang akan melindungi dirinya"


"Berbahagialah, kamu bisa menggapai kebahagiaan kamu sendiri tanpa harus melibatkan rasa bersalah dengan kami Ren"


Setelah berkata begitu, Agnes mencoba mengembangkan senyuman nya se dalam mungkin, menyisakan satu pertanda jika dia telah lama melepaskan Reno dari dalam hati nya.