Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Menghangat


Alessia berusaha meringkuk di dalam selimut, kasur kecil benar-benar membuat sulit dirinya bergerak, belum lagi posisi dia dan Yash memiliki jarak terlalu rapat, membuat Alessia bahkan tidak berani bernafas secara bebas.


Dia takut mengganggu laki-laki itu didalam tidurnya dan membuat Yash tidak nyaman dengan keadaan.


Karena itu Alessia lebih memilih diam dan tidak bergerak sama sekali sejak tadi.


Suasana hujan ditambah petir menggelegar menemani suasana hening didalam kamar kecil tanpa kipas angin tersebut, belum lagi mereka harus berbagi selimut agar tidak merasakan dinginnya cuaca hujan yang menyirami bumi.


Yash telah terlelap sejak tadi, sedangkan Alessia baru mencoba memejamkan bola matanya.


Entah Hingga pukul berapa Alessia tidak tahu kapan bola mata nya terpejam, hingga akhirnya dia ikut terlelap didalam tidurnya.


Cukup lama dia tenggelam ke dalam lautan mimpi di temani rasa dingin yang menerjang, hingga tanpa sadar satu gerakan kecil membuat dia merapatkan dirinya ke sembarang arah, tangan indah nya berusaha mencari selimut untuk menutupi tubuh nya yang terasa dingin.


Yash terlihat membuka bola mata nya secara perlahan, laki-laki itu mengembang kan senyuman nya, meraih selimut dan mulai merapatkan tubuhnya ke tubuh Alessia.


Laki-laki itu memasukkan Alessia kedalam pelukan nya secara perlahan.


Lama....cukup lama setelah Alessia terlelap dalam tidur nya, Yash terus menatap wajah cantik dihadapan nya itu untuk beberapa waktu.


Entah keberanian dari mana didapat kan oleh laki-laki itu, secara perlahan Yash menautkan bibir nya pada bibir perempuan tersebut.


Awalnya hanya ciuman kecil, membiarkan bibir mereka bertaut sejenak dsn menikmati kerinduan yang membuncah selama beberapa bulan ini.


Tapi begitu Alessia menggeliat dan mencoba terjaga, ketika perempuan itu membuka perlahan bola matanya dan terkejut dengan ciuman manis serta lembut yang diberikan oleh sang suami, seketika membuat Yash semakin dalam mencium perempuan tersebut.


Hingga akhirnya ciuman itu berakhir dengan sendirinya.


"Yash?"


Begitu ciuman terlepas, Yash seolah sadar dengan apa yang dia lakukan, laki-laki itu seketika terdiam, menelisik bola mata Alessia untuk beberapa waktu.


"Maafkan aku karena membangunkan kamu"


"Aku tidak bisa menahan kerinduan"


Bisik nya lagi pelan.


Jantung Alessia jelas berdetak tidak karuanan, perempuan itu diam sambil menatap ekspresi sang suami untuk beberapa waktu.


Hingga tiba-tiba Alessia mengembang kan senyuman nya, lantas tahu-tahu perempuan itu secara perlahan merapatkan wajahnya dan balas menautkan bibirnya pada Yash.


Karena gerakan refleks tersebut jelas membuat Yash membulatkan bola matanya, berawal dari ciuman lembut kemudian terasa hangat dan menggebu


"Alessia, aku bisa lepas kendali"


Bisik Yash dibalik telinga Perempuan tersebut, dia mencoba menyapu lembut leher Alessia dengan permukaan bibir nya.


Alih-alih menjawab Alessia terlena dengan perlakuan laki-laki tersebut, kedua tangan nya refleks naik ke leher Yash Secara perlahan.


Gerakan tersebut seketika semakin memancing laki-laki yang berusia jelas tidak muda lagi Tersebut.


Lagi laki-laki itu menyambar bibir Alessia, menautkan bibir mereka untuk waktu yang cukup lama hingga pada akhirnya bisa Alessia rasakan dengan gerakan perlahan Li..dah Yash mulai menjelajahi rongga mulut nya secara perlahan.


Ditengah semakin deras nya air hujan, suasana tamaram dan dingin tiba-tiba menjadi panas tak terkendalikan.


*******


Catatan \=


Terus Makkk???


Terus ga Makkk?????


🤭🤭🤪🤪🤪🤣🤣🤣