Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Destinasi yang tertunda


Abizard terus menautkan bibir mereka untuk waktu uang cukup lama di atas meja dapur dimana tubuh Indri telah berada tepat di bawah Kungkungan nya.


Tangan kanan nya bahkan mulai bergerak dengan lincah, menyusuri lapisan kulit perut secara perlahan kemudian menjelajahi kulit indah dan halus tersebut menuju ke arah dua bukit kembar di atas sana.


"Abi... ini di dapur"


Begitu ciuman Abizard berpindah ke dagu lantas berjalan menuju ke leher nya, Indri berusaha untuk mengingat kan.


Meskipun ini tempat tinggal mereka, para pelayan tidak ada di malam hari tapi bukan berarti mereka harus melakukan nya di dapur.


"Bukan kah sesuatu yang baru pantas di coba?"


Bisik Abizard kemudian sambil mulai menelusuri leher Indri.


Perempuan itu seketika hanya bisa berusaha mengencangkan pegangan nya ketika dia merasa sesuatu yang keras dibawah sana menekan milik nya.


Di Fikir sang suami masuk ke dalam hasrat nya.


Abizard kembali menyambar bibirnya Secara perlahan, menciptakan suasana panas di dapur dingin di malam hari tersebut.


"Balas sahanh"


Bisik Abizard kemudian.


Mendengar ucapan sang suami, Indri secara refleks Mencoba membalas ciuman panas dari sang suami.


Ketika mereka sibuk Saling menautkan bibir di atas meja dapur, mencoba melanjutkan sesi panas membara menuju hareudang tak terkira tiba-tiba sebuah teriakan mengejutkan mereka dari luar sana.


"Abizard...."


Seketika Abizard dan Indri terkejut mendengar suara tersebut.


Dan.....bisa di tebak siapa yang barusan datang.


Oh god.


Abizard memejamkan bola mata nya sejenak, hasrat yang tengah membuncah harus di pause ⏸️ kan sejenak karena suara melengking dari arah Depan Terdengar memekakkan telinga.


Indri jelas terkejut, buru-buru mendorong tubuh Abizard agar menjauhi dirinya, perempuan itu langsung turun dari meja makan dengan gerakan terburu-buru, membenahi pakaiannya yang berantakan.


Seketika wajah Indri merona memerah karena malu.


Dia ingin mengomel didalam hati, berkata sang suami benar-benar tidak pilih-pilih lokasi saat ingin mengajak nya ber cinta.


Abizard buru-buru berdehem, mencoba meraih gelas minum dan menuangkan air didalam nya.


"Kamu disini sayang?"


Sang Mama Helen masuk ke dapur sambil menatap Abizard dan Indri secara bergantian.


"Ada apa ma?"


Laki-laki itu bertanya dengan nada biasa-biasa saja, seolah-olah tidak ada hal aneh yang terjadi sebelum nya di antara dia dan istrinya.


Wanita tua yang masih segar bugar Tersebut seketika mengerutkan keningnya.


Dia fikir kelakuan putra nya,


Mencurigakan sekali!?.


Alih-alih menjawab pertanyaan Abizard, wanita itu mendekati Indri.


"Masak apa sayang?"


Wanita itu bertanya sambil mengintip menu yang di buat Indri.


"Beberapa menu kesukaan Abi, Mama ikut makan malam bersama kami kan?"


Indri bicara sambil buru-buru menyalakan api kompor nya kembali, rasa malu dan takut ketahuan tercetak jelas di wajah nya.


"Itu ide yang bagus, dan Ara akan menginap di sini bersama Hans juga bibi Agnes"


Ucap wanita itu tiba-tiba.


Indri seketika melebarkan senyuman nya.


"Benarkah?"


Mama Helen menganggukkan kembali kepalanya.


"Mama fikirkan menghabiskan waktu di kamar yang sama bersama Ara*


Ucap wanita itu dengan nada gembira.


"Kita bisa mendengar kan celotehan Ara bersama, bukan kah itu ide yang baik?"


Indri cepat-cepat mengangguk kan kepalanya.


Abizard seketika menganga, dia jelas keberatan, dia Fikir apa dia harus tidur terpisah dengan Indri? mereka harus menunda nya lagi?!.


Oh no....!!!!


"Mama apa harus tidur bertiga hingga besok pagi? setelah Ara tidur tidak bisakah Indri kembali ke kamar nya?"


Tanya Abizard cepat.


Dia fikir apa dia harus berteman dengan Tante LUX malam ini?.


Oh shi..t.


"Tentu saja kami akan menghabiskan waktu bersama hingga besok pagi, Ara jarang-jarang bisa tidur disini, kamu tahu semua orang memperebutkan dia belakangan ini, dia jadi primadona semua orang, bahkan Mama Hans sangat sulit sekali di ajak berbagi"


Protes Mama nya cepat.


"Kalau begitu aku dan Indri akan membuat yang seperti Ara malam ini"


Ucap Abizard cepat sambil menaikkan ujung alisnya, dia mengulum senyumannya sambil melirik ke arah Indri.


Perempuan itu jelas memunyungkan bibirnya.


Dan reaksi mama nya benar-benar di luar logika.


Plakkkk


"Awwwhhh Mama..."


Wanita paruh baya itu memukul nya dengan penggorengan.


"Tidak sopan bicara pada orang tua dengan bahasa yang begitu fulgar"


Melihat Abizard dipukul dengan alat penggorengan, Indri seketika terkekeh.


"Mama itu hanya istilah, kenapa dibawa begitu serius? kata nya ingin punya cucu seperti Ara, Abizard fikir ini waktunya"


Protes Abizard pada sang Mama.


Alih-alih peduli pembelaan putra nya, sang Mama kembali ingin memukul nya.


"No... Ma.."


Indri terus terkekeh melihat kelakuan ibu dan anak tersebut, meskipun begitu, mereka benar-benar pasangan ibu dan anak yang begitu penuh cinta.


Oh god....aku benar-benar harus mencari destinasi bulan madu terbaik selama beberapa Minggu.


Pekik Abizard didalam hatinya.