Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Tangguh dalam segala situasi


Kebun teh


Puncak


Bogor


Abizard terlihat menggenggam erat telapak tangan Indri, setelah beberapa saat menghabiskan waktu mengobrol bersama sang Papa, mendiskusikan beberapa hal tentang mereka pada akhirnya Abizard mengajak Indri untuk mengelilingi wilayah kebun teh yang terletak tidak jauh dari lokasi villa Papa nya.


Mereka menyusuri jalanan Panorama Alam Khas Pegunungan disana, menapakkan kaki secara perlahan mengitari keindahan ciptaan Tuhan.


Abizard fikir sesekali berada disini jelas mampu menghilangkan penat dan rasa jenuh serta lelah selama berbulan-bulan berkutat dengan suasana kota, bising dan rasa lelah karena pekerjaan yang tidak ada akhirnya.


Dia jelas lupa menikmati indah nya kehidupan selama bertahun-tahun, berkutat dengan kesibukan di kota demi melupakan perihal masa lalu.


Bukan karena dia terlanjur cinta pada Agnes dimasa lalu, tapi dia hanya merasa kecewa.


Dan kini dia menyadari betapa bodoh nya dia kemarin yang terus tenggelam pada bayang-bayang masa lalu, lupa bagaimana caranya menikmati hidup dan menghargai waktu yang di berikan oleh Allah.


"Apakah Semua terasa menyulitkan kamu?"


Tanya Abizard sambil terus berjalan sambil menggandeng tangan Indri.


Mereka terus menyusuri jalanan setapak dimana kiri dan kanan Mereka merupakan hamparan kebun teh yang begitu luas.



Terkadang mereka terlihat berpapasan dengan beberapa orang yang melintasi di jalanan tersebut, beberapa kali terlihat orang-orang menundukkan kepalanya ke arah Abizard Dan Indri.


Kadang ada juga Satu atau Dua orang yang menyapa Abizard dan mengajak nya mengobrol sebentar.


Indri Fikir seperti nya rata-rata orang disana mengenal Abizard dan keluarga nya dengan baik.


Beberapa godaan datang dari kain ibu-ibu yang berpapasan dengan mereka, Abizard terlihat bersalaman dengan mereka diikuti oleh Indri.


"Wah sudah ada calon istri nya Pak?"


"Jangan lupa ngundang-ngundang kalau sudah pas"


"Calon orang rumah pak?"


Barisan pertanyaan itu selalu terdengar di sepanjang perjalanan ketika mereka bertemu dengan seseorang yang kenal betul dengan laki-laki disampingnya itu.


Abizard jelas hanya mengulum senyumannya, mengangguk perlahan atau berkata secepat nya, tidak lebih dan tidak kurang.


Sedangkan Indri jelas dengan wajah merona merah merasa cukup Singkuh saat di tanya soal mereka, bahkan rasanya seluruh tatapan terus tertuju pada dirinya.


Jawab Indri soal pertanyaan laki-laki itu.


Laki-laki itu menarik pelan nafasnya.


"Aku fikir kamu cukup pandai berbaur bersama siapapun, begitu santai dan tidak tergesa-gesa, aku sempat khawatir kamu akan shock setelah kejadian malam itu di jamuan makan malam"


Ucap Abizard pelan, melirik ke arah Indri untuk beberapa waktu.


Mendengar ucapan Laki-laki itu, Indri kembali melebarkan senyumannya.


"Aku sebenarnya cukup deg deg'an tapi karena sudah terbiasa menghadapi situasi sulit dan berhadapan dengan berbagai macam karakter orang-orang maka aku mencoba bersikap setenang mungkin"


Indri bicara sambil memperhatikan langkah mereka, bola mata nya menatap langkah kaki mereka yang terus melangkah dengan posisi yang sama.


Kanan bertemu kanan dan kiri bertemu kiri.


"Aku anggap tengah menghadapi audisi juga ujian, akan ada banyak juri yang berdiri dihadapan ku, bahkan pasti ada guru-guru berbeda yang mengawasi dan bertanya kepada diriku"


"Dari tidak biasa pada akhirnya menjadi terbiasa, dan pada akhirnya karena terbiasa membentuk kita menjadi sosok yang tangguh dalam menghadapi banyak hal"


Lanjut Indri lagi.


"Kamu tahu Abi? Ada satu ajaran yang di terapkan oleh orang tua ku dulu, mereka berkata jadilah Anak yang tangguh dimana kami akan menjadi Anak yang mampu menyesuaikan diri, menghadapi tantangan, dan bangkit kembali setelah mengalami suatu kesulitan atau masalah dimana pun kami berada"


Indri seketika menaikkan kepalanya, dia menoleh ke arah Abizard Sambil mengembang senyumannya.


"Sebagai contoh, seorang anak diejek oleh teman-temannya di sekolah, ia akan merasa sedih dan kecewa, namun ia mampu menyampaikan kepada teman-teman nya bahwa ia tidak suka diejek. Ia kemudian mampu kembali bermain dan menjadi ceria. Ketangguhan anak tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan perlu dilatih sejak usia dini oleh orang tua"


"Anak yang tangguh bukan berarti tidak pernah gagal, tidak pernah sedih, atau tidak pernah kecewa"


"Anak yang tangguh adalah anak yang mampu bangkit, setelah merasa gagal, sedih, dan kecewa"


"Karena itu begitu aku menghadapi Nenek dan Papa, meskipun tahu itu mungkin tidak akan mudah, selama modal tangguh itu ada aku yakin semua pasti baik-baik saja"


Setelah berkata begitu Indri terlihat melebarkan senyuman nya, gadis itu menampilkan barisan gigi putihnya ke arah Abizard seolah-olah berkata.


Yakinlah seperti diri ku, kamu pasti bisa menjadi tangguh untuk menyakinkan kak Dimas secepat nya sesuai waktu yang ditentukan nya.


Abizard terlihat Ikut mengembangkan senyuman nya, dengan gerakan cepat dia meraih tubuh gadis itu lantas langsung memeluk nya dengan erat.


Bukankah sudah aku katakan? Masalah terberat dalam hidupku yaitu mencintai kamu, seperti candu, aku lupa caranya bersedih soal 5 tahun yang lalu.


Dan kamu benar-benar Sesuatu yang berada diluar ekspektasi ku.