Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Malam tragedi


Masih dimasa lalu


Beberapa bulan sebelum


Akad nikah Agnes dan Abizard


Agnes merasa sedikit bingung saat dia mendapatkan telepon dari seseorang yang berkata jika Reno Tumbang di sebuah club malam.


Seorang laki-laki yang mengaku bekerja di club Tersebut berkata jika laki-laki itu benar-benar tepar berat, dan orang tersebut menghubungi nya melalui nomor handphone milik Reno.


Sejenak dia melirik ke arah jam yang ada di dinding sisi kiri nya.


Pukul 02.10 dini hari.


Agnes mengerut kan keningnya.


Dia fikir laki-laki itu bukankah seharusnya kuat minum?!


Dan lagi Reno pernah berjanji pada nya tidak akan minum lagi, lalu kenapa laki-laki itu bisa ada di club malam xxxxxxx Jakarta?!.


"Ya baiklah, aku akan menyusul kesana Dan menjemput nya"


Ucap Agnes pelan dibalik handphone nya.


Dengan perasaan khawatir gadis itu mencoba meraih jaket Milik nya dan kunci mobil nya.


"Ada apa?"


Bibi muda nya bertanya sambil mengerutkan keningnya saat melihat dirinya bergerak dengan terburu-buru.


"Seperti nya ada yang salah dengan Reno"


Ucap Agnes pelan.


"Mau bibi temani?"


Wanita berusia 36-37 tahunan itu bertanya cepat ke arah Agnes.


Sejenak Agnes Tampak berfik, kemudian secara perlahan dia menggelengkan kepalanya.


"Aku akan pergi sendiri"


"Berhati-hatilah lah hmmm bibi khawatir soal hal buruk, semakin dekat hari pernikahan, semakin tidak baik sering-sering keluar rumah"


Ucap wanita itu pelan.


Agnes kali ini mengangguk kan kepalanya.


"Baik bi"


*******


Club malam xxxxxx


Jakarta


Dengan perasaan bingung Agnes mencoba masuk kedalam club malam dimana Reno berada, tapi beberapa kali dia mengelilingi tempat tersebut belum juga dia menemukan sosok Reno.


Bahkan handphone laki-laki itu meskipun bisa dihubungi tapi sama sekali tidak ada yang mengangkat nya.


Bola mata gadis itu terus menelusuri ruangan, terus mencari sosok laki-laki itu di sudut manapun club malam tersebut.


Hingga akhirnya dia melewati lorong sempit yang menghubungkan satu ruangan menuju ke ruangan lainnya, tapi.....


Buggggg


Seseorang memukul tengkuk nya secara tiba-tiba.


Agnes terkejut namun sepersekian detik kemudian gadis itu langsung Tumbang, seseorang langsung menyambar tubuh nya dari arah belakang.


*******


Di sisi lainnya.


Di atas kasur putih mendominasi Reno tampak tergeletak di sana nyaris tidak sadarkan diri, laki-laki itu masih bisa menggerakkan tangannya dengan cara memaksa, samar-samar bisa dia lihat orang-orang disekitar nya


Bisa dia rasakan seorang laki-laki mencoba menuangkan sesuatu ke mulut nya dengan cara memaksa, membuat dia harus menelan sesuatu yang tidak dia ketahui apa itu agar terus masuk ke tenggorokan nya.


Secara perlahan kesadaran Reno mulai menurun dan dia mulai tumbang.


Sedangkan di beberapa sudut ada laki-laki dan perempuan yang Tampak sibuk memasang beberapa kamera dari beberapa sudut tertentu.


"Terpasang semua dengan aman?"


Terdengar suara seseorang gadis dibalik kegelapan, dia memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana nya"


"Sudah, semua akan bergerak sesuai rencana"


"Gadis itu sudah berada disini?"


"Je sedang membàwa nya ke atas"


"Itu bagus, pastikan kalian mendapatkan rekaman nya dari posisi yang paling ideal dan cantik"


Ucap gadis itu sambil menaikkan ujung bibirnya dengan penuh kesenangan.