Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Tak ada yang sama sepertinya


Masih di rumah sakit xxxxxxx


Kamar VIP


Hana terlihat memejamkan bola matanya sejenak kemudian kembali membuka bola matanya secara perlahan, bisa dia lihat sang suaminya tengah sibuk mengupas buah-buahan yang ada di atas nakas kecil rumah sakit dalam posisi memunggungi dirinya.


Dia tidak bicara sama sekali sejak tadi, hanya menatap punggung Koko suaminya untuk waktu yang cukup lama.


berapa tahun dia menatap punggung tersebut selama ini? punggung itulah yang selalu menggendong dirinya ketika dia bermanja atau ketika dia terluka bahkan ketika dia terserang sedikit penyakit.


tidak ada laki-laki sebaik Yash selama hidup nya, bahkan ayah nya pun tidak sebaik laki-laki itu, karena itulah Hana tidak pernah mempermasalahkan kemiskinan dulu yang dimiliki Yash, bahkan kemiskinan menerjang mereka pada awal pernikahan.


6 tahun pertama rasanya luar biasa, mereka pernah berbagi 1 mie instan untuk dirinya, Yash dan Kallan, mereka pernah berbagi 1 telur bersama untuk di makan bersama nasi putih tanpa lauk lainnya.


Ketika Yash tidak pulang membawa sepeserpun uang laki-laki itu menangis dibawah lututnya, dia terisak sembari berkata,


"Maafkan aku karena belum bisa membahagiakan kamu"


Ketika malam tiba, laki-laki itu menangis didalam doa nya, beranjak mendekati nya yang pura-pura terlelap tidur dan mencium kening nya Sembari berkata,


"Maafkan aku, karena aku belum bisa menjadi suami yang baik seperti yang kamu harapkan"


Bahkan berkali-kali laki-laki tersebut bertanya pada nya,


"Apakah kamu menyesal menikah dengan ku? aku benar-benar tidak sesuai ekspektasi kamu, maafkan aku"


Satu hari saat laki-laki tersebut pulang membawa makanan istimewa Yash berkata,


"Makanlah, aku masih kenyang"


Dia tahu Yash berbohong, laki-laki tersebut bekum mengkonsumsi makanan apapun tapi membohongi nya demi untuk perut nya.


Bahkan tidak jarang mereka berdua saling berbohong hanya untuk mengenyangkan perut pasangan mereka.


Dia ingat bagaimana laki-laki tersebut bersorak gembira saat berhasil membelikan dirinya emas pertama dari hasil jerih payah Yash berbulan-bulan, bagaikan adegan lamaran yang dilakukan kembali ketika dirinya baru hamil Pinkan.


Mereka melewati masa suka dan duka bersama dalam banyak perjuangan hingga bisa sampai pada titik ini.


Yash benar-benar type laki-laki ideal, suami terbaik dan suami impian setiap wanita.


Kemiskinan mereka tidak menjadi batu hambatan dalam pernikahan mereka, meskipun Yash bekerja keras banting tulang di luar sana, laki-laki tersebut selalu memiliki waktu untuk mendapatkan liburan bersama mereka meskipun hanya sekedar duduk sore, dipinggir danau atau laut sembari menatap sunset atau senja.


Ahhhh entahlah dia merindukan masa-masa itu, dimana dia bisa tertawa lepas bahagia bersama Yash, dimana dia duduk didalam gendongan laki-laki tersebut tanpa penyakit yang membebani nya, dimana dia....


Hana sejenak mencoba untuk menahan tangisannya.


"Maafkan aku karena tidak bisa menjadi istri yang bisa menemani kamu hingga akhir"


Dia bergumam sembari Mencoba mendongakkan kepalanya ke atas, menatap langit-langit kamar agar tangis nya tidak pecah.


Hana menarik pelan nafasnya untuk waktu yang cukup lama hingga akhirnya dia menghela pelan nafas nya.


perempuan itu kini secara perlahan turun dari atas kasur dimana dalam beberapa bulan ini dia di rawat, melangkah pelan mendekati suaminya.


Dengan gerakan lembut Hana mulai memasukkan kedua tangan nya arah pinggang Yash, membiarkan kedua tangannya melingkar di pinggang laki-laki tersebut dari arah punggungnya.


kemudian perempuan tersebut menempelkan wajahnya tepat di punggung sang suami nya tersebut.


Yash terlihat menghentikan gerakan tangannya yang masih mengupas buah-buahan, laki-laki itu sama sekali tidak mengeluarkan suaranya menatap kedua telapak tangan istrinya yang mulai bertaut didepan perut nya dimana istri nya kini memeluk erat pinggangnya.


Yash mengelus lembut punggung tangan Hana untuk beberapa waktu, kemudian dia memejamkan perlahan bola matanya, menikmati momen hangat di mana sang istrinya memang suka melakukan hal tersebut sejak dulu.


Kau tahu kenapa aku begitu mencintaimu? karena di dunia ini aku tidak akan menemukan wanita yang memiliki sifat yang sama dengan kamu.


Sifat kamu yang pemalu, memiliki banyak rasa malu dan kamu yang selalu bisa menyenangkan hati ku.


Rasa malu merupakan akhlak Islam, setiap orang yang memiliki rasa malu akan terhindar dari perkara-perkara jelek.


Rasulullah SAW bersabda: “Rasa malu tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan.” (HR. Bukhari No. 6117 dan Muslim No. 37).


“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.” (HR. Ibnu Majah).


Istri yang menyenangkan hati suami dan tidak pernah membangkan dengan perkataan suami, adalah sebaik-baiknya istri.


Dari Abu Hurairah RA, dia berkata pernah ditanya kepada Rasulullah SAW, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab Rasulullah, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai No. 3231 dan Ahmad   2:251).


Sifat kamu yang tidak pernah mengeluh meskipun kita pernah dilanda kemiskinan yang panjang.


Kamu selalu berkata,


"Tidak ada manusia miskin di dunia ini Yash, kita hanya berkecukupan, yang berkata aku miskin adalah orang yang lupa bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, kita cukup Yash, hanya belum diberikan harta yang berlebih"


Dan aku takut tidak akan menemukan sifat itu pada perempuan pilihan kamu.


Semua perempuan jelas siap Menikah dengan laki-laki mapan, tapi tidak semua perempuan siap memulai semua dari O Hana, tidak semua perempuan siap memilih hidup susah bersama laki-laki yang menikahi nya apalagi laki-laki tersebut sudah mulai tua, mereka hanya menginginkan harta nya, lalu ketika mereka sakit dan rentah, para perempuan itu akan berpikir pergi dan mencari mangsa baru nya.


"Yash"


Suara istri nya terdengar memecah keheningan.


"Hmmm?"


"Mari pergi di akhir Minggu ini ke tempat pertama kali kita berkencan dulu seperti permintaan kamu tempo hari"


Ucap Hana pelan.


Mendengar permintaan Hana sejenak Yash diam. Kemarin dia yang pertama kali mencetuskan ide tersebut, ingin melewati masa bersama Hana menikmati moment bersama di tempat kencan pertama mereka dulu.


"Yakin semua akan baik-baik saja?"


Tanya Yash pelan tanpa berniat membalikkan tubuhnya.


"Hmmm"


Hana menjawab masih sambil memejamkan bola matanya.


"Aku akan minta Abay mempersiapkan semuanya"


Ucap Yash kemudian.


Kembali mereka di landa keheningan, membiarkan moment kebersamaan mereka saat ini terus terekam di dalam hati mereka, seolah-olah masing-masing dari mereka takut pagi ini akan menjadi pagi terakhir untuk mereka.


"Tidakkah kamu ingin Kallan dan Pinkan pulang agar mereka tahu soal keadaan kamu?"


Kali ini Yash bicara ke arah istri nya, dia fikir putra dan putri mereka seharusnya tahu soal keadaan Mama nya, tapi istri nya selalu menolak untuk memberitahu kan keadaan nya pada putra dan putri mereka.


"Sebentar lagi, biarkan lah sebentar lagi mereka pulang setelah kamu melangsungkan pernikahan dengan gadis pilihan yang aku bicarakan"


Ucap perempuan itu secara perlahan.


mendengar ucapan Hana, seketika membuat laki-laki itu terdiam sembari menatap nanar ke arah depan.