Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Gadis cantik berwajah datar


Kembali ke beberapa hari sebelum


Kafe xxxxxxxx


Jakarta


Dimas hanya bisa memijat pelipis kiri dan kanan nya sejenak saat dia melihat kekacauan yang dibuat oleh sahabat baik nya itu.


Memutus kan sang kekasih dan melibatkan dirinya di sana benar-benar ide yang buruk bagi nya, dia seharusnya tidak terlibat langsung dan ikut campur dengan semua keadaan.


"Kamu Gila Ima"


Dimas bicara sambil berdiri dari posisi duduk nya, berniat beranjak menuju ke arah meja kasir untuk membayar makanan mereka.


"Aku tidak punya pilihan lain"


Ima sahabat baik nya sejak masih SD itu menjawab dengan nada yang begitu santai.


Mereka berjalan menuju ke meja kasir dengan gerakan sedikit terburu-buru, Dimas harus sampai lebih awal ke rumah Fikir nya.


"Ini sudah tidak lucu lagi Ima, kau tahu tindakan itu bisa menyakiti perasaan orang lain, terdengar biasa-biasa saja untuk orang yang pandai bermain hati, tapi kamu tidak akan tahu bagaimana perasaan orang yang kamu sakiti!"


Ucap Dimas sambil mengeluarkan dompetnya dari saku celana belaka nya.


"Aku sudah bilang sejak awal Jika aku tidak mencintai dia"


Protes Ima cepat.


"Maka jangan berikan kesempatan kepada seseorang yang tidak kamu cintai untuk mencintai kamu,


Dimas langsung menoleh ke arah Ima, tidak mempedulikan sang kasir yang telah siap menghitung total bon mereka.


Dia berbalik, terlihat begitu marah menatap gadis hitam manis dihadapannya itu.


Pada akhirnya seorang gadis cantik mendahului Dimas tanpa laki-laki itu sadari.


"Kamu tahu? Medical daily melaporkan hasil studi terbaru mengungkap bahwa seseorang yang jadi korban perselingkuhan memiliki potensi menderita penyakit mental depresi dan kecemasan lebih besar daripada mereka yang belum pernah diselingkuhi"


Dimas bicara dengan perasaan sedikit kesal.


"Come Ima, kau tidak akan paham bagaimana rasanya diberi harapan lalu di jatuhkan dengan cara di selingkuhi, Rasa sedih karena pengkhianatan dapat memicu stres berkepanjangan. Stres inilah awal mula datangnya berbagai penyakit fisik yang menyerang korban perselingkuhan"


"Kau tahu pada akhirnya Kepercayaan diri yang runtuh akan mempengaruhi pola istirahat dan makan yang akan berdampak langsung bagi kesehatan fisik"


"Tanpa diobati, depresi meningkatkan risiko kematian lebih banyak setelah serangan jantung. Apalagi, orang yang dikhianati biasanya memendam kesedihan mendalam hingga timbul keinginan untuk bunuh diri"


"Berhenti mempermainkan perasaan orang lain, ini terakhir kali aku membantu mu, setelah ini Jangan libatkan aku didalam sandiwara perselingkuhan kamu"


Ima Tampak mengehela nafasnya berat, dia tidak percaya sahabat baiknya terlihat begitu marah.


"Dewa, kamu marah pada ku?"


Tanya Ima sambil menyentuh lembut tangan sahabat nya itu.


"Apa aku kelihatan tidak marah?"


Dimas mengangkat tangan nya dengan cepat.


"Aku tidak suka kamu melakukan kekonyolan itu lagi"


Setelah berkata begitu Dimas langsung membalikkan tubuhnya, seketika dia terkejut saat dia berbalik seorang gadis ikut berbalik dari atah berlawanan, mereka jelas hampir saling menabrakkan diri.


Seketika Dimas mematung saat dia sadar siapa gadis itu, sosok cantik dibalik kaca yang dia lihat beberapa waktu yang lalu.


Wajah cantik namun memiliki ekspresi yang begitu datar, senyuman mahal jelas tercetak di balik wajah itu.


Bola mata mereka sejenak saling menatap antara satu dengan yang lainnya, cukup lama hingga akhirnya gadis itu mencoba bergerak ke arah kanan tapi Dimas bergerak ke arah kiri, lagi-lagi mereka bertemu, pada akhirnya mereka berusaha bergerak ke arah berbeda, sekali lagi mereka bertemu, hampir saling menabrak lantas membeku.


"Maaf"


Suara halus yang tercetak di balik bibir gadis itu seketika memenuhi gendang telinga nya, dia benar-benar tidak bisa melepaskan pandangannya dari sosok cantik itu.


Dia tahu sosok itu menyimpan jutaan kekecewaan di wajah nya, bisa Dimas pastikan gadis itu dimasa lalu memiliki karakter hangat yang begitu di senangi banyak orang, tapi satu peristiwa pasti mengubah seluruh tatanan hidup nya.


"Maaf"


Dimas ikut membalas ucapan gadis itu, menggeser tubuhnya dengan cara memiringkan tubuhnya dan membiarkan gadis itu berjalan melewati dirinya.


Begitu gadis itu berlalu, Dimas secara perlahan mengeluarkan lembaran uang didalam dompet nya.


"Dewa..."


Ima Mencoba bicara pada laki-laki itu.


"Lupakan saja, aku akan mengantar mu pulang"