Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Belum waktunya


Kembali ke masa kini


Tiba-tiba sebuah tangan mengejutkan dirinya, seketika ingatan Kallan pada masa kemarin buyar, laki-laki langsung menoleh kearah sisi kanan nya.


"Hati-hati dengan bola mata mu kawan"


Seorang laki-laki seusia nya bicara sambil sedikit mengejek l, menatap Kallan sambil menggelengkan kepalanya


Mendengar ucapan laki-laki tersebut seketika membuat Kallan terkekeh, dia menggelengkan kepalanya kemudian mencoba untuk membuang pandangannya.


"Ckckck dia tidak menjawab, come brother kau seperti orang gila karena jatuh cinta pada seorang gadis biasa"


Lanjut laki-laki dihadapan kallan itu lagi.


"Tidak juga, aku tidak seperti orang gila, hanya saja aku menyukai sensasi jatuh cinta ini yang lain daripada yang lain"


Jawab kallan pelan, dia tersenyum kemudian kembali melirik kearah dimana Alessia tadi menghilang.


"Haishhh cinta membuat orang gila ckckckck"


Ejek teman nya lagi.


Kallan mengulum senyuman.


"Kau tidak akan paham perasaan orang seperti ku sebelum kamu juga jatuh cinta dengan cara yang sama"


Lanjut Kallan lagi.


Mendengar ucapan Kallan, temannya terlihat menggelengkan kepalanya.


"Begitu besar cinta mu pada Alessia?"


Tanya nya sambil menaiki ujung alisnya, cukup penasaran dengan apa yang ada dalam hati temannya tersebut, dia pikir sebelumnya Kallan tidak pernah jatuh cinta pada siapapun dan kali ini laki-laki itu sedikit melampaui batasannya.


Kallan memilih untuk tidak menjawab pertanyaan dari temannya itu.


dia tidak punya alasan untuk menjawab, juga berhak untuk memilih dia dan tidak mengungkapkan bagaimana perasaannya.


melihat Kallan tidak menjawab laki-laki itu berkata.


Ucap laki-laki itu sambil terkekeh pelan, dia menepuk bahu Kallan.


Mendengar ucapan laki-laki tersebut Kallan berniat untuk menjawab tapi,


"Jangan khawatir, Alessia bukan type gadis yang akan mengkhianati pasangannya, Ben"


Seorang gadis bicara dari arah belakang, bergerak mendekati kedua orang tersebut.


"Yeah siapa yang akan tahu kehidupan di masa depan? aku hanya memperingati dia"


Laki-laki itu menaikkan ujung bahu nya, dia mendekati gadis tersebut kemudian berkata.


"di dunia ini hanya satu orang yang memiliki kesetiaan sejati, itu adalah diriku sayang"


laki-laki tersebut menggoda gadis yang ada di hadapannya itu, kemudian dengan gerakan usil dia mencoba mencium pipi gadis tersebut.


Alih-alih bisa melakukannya gadis itu langsung memukul kepalanya dengan benda yang ada di tangannya.


plakkkkkkk.


"Awhhhh kau kejam sekali"


Ringis laki-laki tersebut sambil memegang kepalanya


melihat adegan tersebut seketika membuat Kallan tampak mengulum senyuman nya.


"Masih belum mau membuka identitas mu pada Alessia? aku pikir dia akan terkejut saat tahu dari keluarga mana kamu berada, Khalid"


Gadis itu bicara kemudian menaikkan ujung alisnya.


Begitu nama Khalid yang disebutkan entah kenapa rasanya seperti sebuah beban besar untuk nya, dia merupakan pewaris satu-satunya perusahaan raksasa milik ayah nya tapi entahlah dia hanya tidak siap untuk terjun ke sana dan mulai bergerak untuk tahu dengan Semua urusan perusahaan.


Kallan masih terlalu nyaman berada di zona aman nya dan masih ingin sedikit bersenang-senang.


"Ini belum saatnya, aku tidak suka seseorang mencintai ku karena nama di belakangku dan kekayaan keluarga ku, Nay"


Ucap Kallan pelan.