Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Gadis tangguh yang membuat dia jatuh cinta


Masih kembali ke masa lalu


Kisah kalan dan Alessia


New York city


01.44 AM


Dini hari


Tringgggg


Seketika pintu Asian market terbuka, langkah kaki kalan mulai masuk menapaki salah satu pusat perbelanjaan Asian market yang persis seperti mini market atau Indomaret nya Indonesia tersebut.


Dia dalam beberapa bulan ini sering datang ketempat ini hanya untuk membeli rokok atau membeli kopi hangat espresso.


Duduk manis di kursi depan yang telah di sediakan oleh Asian market untuk beberapa orang yang ingin duduk-duduk santai didepan nya.


Sebenarnya bukan karena kopi espresso nya atau rokok yang harga nya beberapa dolar tersebut.


Tapi karena dia mencoba menghindar dari keadaan rumah yang mulai terasa tidak nyaman karena urusan pelik Mama dan Papa nya juga karena dia tengah tertarik dengan kasir cantik Asian market yang belakangan terus mengganggu Fikiran nya.


Alessia nama gadis cantik itu.


Bagi kalan gadis itu gadis paling hebat yang pernah dia kenal, seorang teman yang mengenalkan nya pada gadis biasa tersebut.


Dia hebat Karena bisa membagi waktu pekerjaan nya dengan baik, Pagi gadis itu menjadi pelayan di kafe Milik teman nya, sedangkan malam gadis itu bekerja di Asian market.


Teman nya bilang gadis itu berjuang sedemikian rupa demi biaya pengobatan ayah nya dan biaya sekolah adiknya, Alessia memilih tidak melanjutkan pendidikan nya dan fokus dengan pekerjaannya.


Meskipun kehidupan nya sulit, gadis itu tidak pernah tergiur untuk menjual harga dirinya.


Beberapa kali pernah mendapatkan tawaran bekerja di club malam dengan gaji luar biasa, gadis itu selalu menolak nya dengan begitu halus, dia tidak butuh uang haram untuk menghidupi keluarga nya.


Kalan benar-benar jatuh cinta pada gadis itu dan karakter kokoh nya.


Laki-laki itu berjalan menyusuri rak makanan, kali ini dia fikir dia ingin membeli sesuatu yang berbeda.


Setelah memilih beberapa makanan yang dia inginkan, Laki-laki itu langsung berjalan menuju ke arah kasir.


Alessia Tampak mengembang kan senyuman nya ketika melihat sosok siapa yang datang mendekati dirinya.


"Tidak menikmati kopi untuk malam ini?"


Alessia bertanya sambil meraih barang-barang pilihan kalan, mulai men scan nya ke komputer satu persatu.


"Aku sedang tidak tertarik menikmati kopi"


Jawab Kalan sambil mengeluarkan dompetnya.


"Baiklah"


Alessia menjawab sambil menghitung total belanjaan kalan.


"Total semua nya xxxxxxxx"


Secara perlahan kalan mulai membayar total belanjaan yang dia beli.


Saat transaksi sudah dilakukan tiba-tiba laki-laki itu langsung berlalu pergi.


Eh?!.


Alessia jelas terkejut saat Kalan sama sekali tidak menarik belanjaan nya.


"Ka....tuan.."


Dia ingin menyebut nama Kalan, tapi profesional kerja nya jelas akan menghilang.


Karena itu dia memanggil tuan pada Kalan, alih-alih menjawab laki-laki itu hanya memberikan kode, berkata dia akan menunggu hingga jam pulang nanti.


"Ya?"


Gadis itu lagi-lagi terkejut.


Ingin bicara tapi pembeli lain dihadapan nya jelas menunggu dengan muka ditekuk.


"Maaf"


Alessia bicara sambil menundukkan pelan kepalanya, mulai meraih barang belanjaan milik pengunjung lainnya.


*******


Catatan \= ada yang bilang malas banget baca nya Karena pemeran nya banyak.


Tokoh protagonis, bukanlah sosok malaikat yang tidak memiliki kekurangan, aib, atau noda sepanjang cerita. Demikian pula dengan tokoh antagonis bukan berarti selalu harus bejat, bobrok, dan tidak berperikemanusiaan.


Seperti 4 anak dari seorang ibu, realita nya anak-anak terlahir suci, tapi kadang orang-orang membandingkan anak A, B, C dan D tapi kita lupa semua anak memiliki hati dan kisah mereka masing-masing.


Semoga kita adalah ibu yang selalu bersikap adil dengan buah hati kita tanpa terkecuali dan semoga kita menjadi readers yang tidak menciptakan kebencian mendalam berhadap para tokoh jahat tidak beruntung didalam sebuah novel yang tidak kita ketahui kisah sebenarnya kenapa mereka menjadi pemeran paling jahat di novel 😇.