
Abizard mengetuk-ngetuk meja dihadapan nya untuk beberapa waktu, pihak kepolisian telah mengirimkan surat panggilan.
Berita soal Vidio berdurasi 20 detik semakin pecah di seluruh penjuru negeri, tidak ada lagi yang bisa menghentikan apa yang telah terjadi.
Pandangan dan persepsi masyarakat jelas berbeda-beda saat ini, ada yang menghujat, ada yang belum percaya, ada yang percaya, ada yang jijik, ada yang mengumpat, ada yang berkata tidak-tidak menganggap Indri menggoda sepupunya dan menikah dengan nya.
Mereka jelas tidak punya bukti untuk berkata itu bukan Indri.
Saat Abizard berkata dia yang mengambil keperawanan Indri jelas terdengar seperti lelucon untuk sebagian publik, suami mana pun akan terkesan mencoba untuk menyelamatkan harga diri istri nya dimuka umum.
Membawa Sprai berisi darah keperawanan?! yang benar mereka akan ditertawakan oleh publik, pihak berwajib dan lain sebagainya.
Bercanda tidak harus menurunkan harga diri dan menciptakan lakonan yang bakal di anggap ke kanak-kanakan.
Berkata itu bukan Indri, melakukan konferensi pers di kala berita nya memanas jelas bukan penyelesaian masalah yang baik.
Pilihan sementara menutup mulut dan menerima panggilan pihak berwajib hingga Dimas dan Kalan menemui titik terang Keadaan.
"Biarkan pengacara xxxxxxxx yang mengurus semua persoalan Indri"
Ucap Abizard pada perempuan yang ada di hadapannya.
"Baik tuan"
Ucap perempuan itu sambil menundukkan kepalanya, memilih berbalik lantas melesat pergi dari sana.
Abizard menatap handphone nya untuk beberapa waktu, dia terus memperhatikan layar handphone itu sambil berusaha untuk menarik pelan nafasnya.
Nama seseorang terlihat terpampang di layar handphone tersebut.
Secepat kilat Abizard menyambar handphone nya dan langsung mengangkat panggilan itu untuk beberapa waktu.
"Halo?"
Abizard bertanya sambil menunggu berita di seberang sana.
"Kau sudah mendapatkan apa yang aku inginkan?"
Abizard kembali bertanya.
Sejenak Laki-laki itu mengerutkan keningnya, bisa dilihat rahang nya mengeras dan keningnya mulai berkerut saat ini.
"Aku sudah menduganya"
Jawab Abizard sambil memejamkan perlahan Bola matanya.
"Aku takut sesuatu terjadi pada Agnes, lacak keberadaan nya dan pastikan dia baik-baik saja bersama putri nya"
*******
Disisi lain
Mansion Utama Iriana
Iriana jelas mengerat kan keningnya, meskipun rencana nya hancur dia fikir setidaknya pemeran asli dari Vidio tersebut tidak harus keluar dan diketahui oleh orang-orang.
Jika tidak itu akan membuat gagal ½ dari rencana nya untuk menghancurkan keluarga Nakhel.
Indri harus tetap menjadi sang pemeran utama nya.
Yang telah basah bagi nya harus langsung di biarkan mandi sekalian agar tidak ada kering yang tersisa.
Dan kini Iriana melihat sebuah ancaman baru di bola matanya.
Dia harus bergerak cepat sebelum orang-orang menemukan perempuan sialan itu.
Wanita itu kini mendengarkan suara seseorang dari balik handphone nya untuk beberapa waktu.
"Kau menemukan perempuan itu?"
Tanya Iriana cepat.
"Aku akan menemui nya Dan memastikan dia tidak mengacaukan semua nya, ada dua pilihan yang harus dia Lakukan, aku ingin dia tidak ikut mengacaukan semua rencana ku"
"Jika dia membantahku lagi kali ini...."
Iriana tidak melanjutkan kata-katanya, dia memejamkan bola matanya sejenak.
"Habisi dia"
*******
Disisi lainnya lagi
Tangan Agnes terlihat gemetaran saat dia tidak sengaja melihat Video berdurasi 20 detik yang tengah viral Tersebut, dia seketika melepaskan handphone nya dari genggaman tangan nya.
"Mama?"
Ara terlihat terkejut melihat ekspresi sang Mama nya, dia fikir kenapa Mama nya membanting handphone nya sendiri.
"Mama sakit?"
Ara mencoba naik ke atas kursi, mendekati Mama nya yang berdiri mematung dengan ekspresi panik.
"Mama...?"
Ara menyentuh tubuh Mama nya, tidak bisa menggapai Mama nya dengan baik saat ini.
"Ada apa?"
Bibi nya tiba-tiba berlarian tergopoh-gopoh karena panik saat mendengar benda jatuh dari arah depan.
Masih memegang penggorengan, wanita hampir paruh baya itu mencoba mendekati Agnes.
"Apa kamu sakit? mau bibi Carikan obat? atau kita ke dokter saja?"
Tanya wanita itu lagi.
Alih-alih menjawab, Agnes terlihat Bertanya pada wanita itu.
"Kembalilah lebih dulu ke new York bersama Ara"
Mendengar ucapan Agnes, wanita itu jelas mengerutkan keningnya.
"Ada apa?"
"Aku tidak ingin Ara mendengar soal apapun"
Ucap Agnes kemudian, bola matanya terlihat berkaca-kaca.
Agnes tahu sejak awal hari ini pasti akan terjadi, karena dimasa lalu Reno hanya bisa memusnahkan beberapa rekaman video nya, Laki-laki itu kehilangan 2 Vidio lainnya.
Dan mereka tidak pernah tahu siapa yang membawa Vidio itu di masa lalu.