
Catatan \= Sudah di label end, tapi don't worry be happy preettttt🤪🤪🤪🤪🤣🤣🤣🤣
Masih ada part bonus semua pasangan sesuai janji author yah makkkkk.
Indri dan Abizard pun belum melewati sesi bulan madu impian mereka, tunggu part per part makkkk.
Yang penting jangan lupa like dan Vote nya🤭🤭🤭🤭💋💋💋💋
******
Setelah perempuan itu duduk di atas kasur Milik nya dengan perasaan ragu-ragu, bisa Alessia lihat bola mata Yash terus menatap wajahnya untuk beberapa waktu.
Perempuan itu tampak meremas pelan telapak tangannya, perasaan nya saat ini jelas berkecamuk menjadi satu.
Dimasa kemarin, Yash belum pernah menatap dirinya selama itu.
Dia menjadi istri yang baik, menyiapkan semua kebutuhan Yash dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
Bahkan dia menyiapkan makanan laki-laki itu, menyiapkan pakaian nya, merapikan dasi nya juga melakukan apapun untuk Yash, tapi laki-laki itu selalu membuang pandangannya.
Yash tidak pernah menatap dirinya sekalipun, seolah-olah dirinya hama yang harus di hindari.
Laki-laki itu tidak pernah mengajak dia bicara kecuali dalam keadaan terdesak, Bahkan tidak ada interaksi intens yang terjadi di antara mereka.
Tapi malam ini rasanya suasana menjadi sedikit aneh, apalagi mereka harus duduk di atas satu kasur yang sama,duduk saling berhadapan ditemani hujan deras diluaran sana.
"Mari pulang kerumah"
Tiba-tiba suara Yash memecah keadaan, laki-laki itu bicara sambil menelisik bola mata Alessia untuk beberapa waktu.
Mendengar ucapan Yash seketika Alessia terkejut, perempuan itu terlihat tidak mengedip matanya.
Mencoba mencerna ucapan Yash untuk beberapa waktu.
"Anak-anak merindukan mu, Mama berharap kamu pulang kerumah"
Ucap Yash lagi.
Kata-kata Yash yang terakhir membuat dia sadar dan mampu mencerna ucapan laki-laki itu dengan baik.
Laki-laki itu tidak membutuhkan nya.
Melihat ekspresi Alessia, Yash terlihat mengulumkan senyuman nya, dia tiba-tiba menyentuh lembut wajah Alessia, membuat perempuan itu refleks terkejut.
"Dan aku membutuhkan kamu"
Sebaris kata sederhana itu mampu membuat hati Alessia bergetar, dia menatap wajah laki-laki dihadapan nya itu dengan jutaan perasaan yang sulit dijelaskan Dengan kata-kata.
"Mari pulang kerumah kita dan memulai semuanya lagi dari awal"
Kali ini Yash bicara dengan nada yang begitu serius, ekspresi penuh harapan serta bola mata hangatnya terus menatap wajah Alessia.
"Kamu tahu? rumah terasa begitu sepi dan gersang tanpa kamu, bahkan aku tidak bisa mengatur waktu dengan baik belakangan ini, bukan karena aku membutuhkan kamu dari sudut pandang kamu mampu mengurusi seluruh kebutuhan di rumah, tapi aku jelas membutuhkan kamu sebagai seorang istri, ibu dari anak-anak dan menantu dari mertuanya"
Ucap Yash lagi.
"Rumah telah terbiasa dengan kehadiran kamu, begitu kamu pergi rumah seolah-olah kehilangan pemilik nya"
Yash bicara sambil menatap dalam bola mata Alessia.
Perempuan itu terlihat diam, dia menggigit bibir bawahnya untuk beberapa waktu, bola matanya terlihat berkaca-kaca.
"Aku bahkan begitu merindukan kamu, kamar tidak lagi menjadi tempat paling nyaman untuk diri ku istirahat"
Lanjut Yash lagi.
"Yash?!
Alessia bingung harus berkata apa.
"Bukankah Kita...?!"
"Aku tidak pernah menandatangani surat perceraian nya, aku tidak akan pernah melakukan nya"
Laki-laki itu menggelengkan kepalanya secara perlahan.
Mendengar ucapan Yash seketika air mata Alessia tumpah.
"Kamu adalah istri ku,selama nya akan tetap menjadi bagian dari dalam hidup ku"
Setelah berkata begitu, Laki-laki itu langsung memeluk tubuh Alessia, membiarkan perempuan itu tenggelam didalam dadanya dan menangis disana untuk waktu yang cukup lama.