Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Adakah dia terlambat


Disisi lain Apartemen xxxxxxxx


Jakarta


Papa kalan, Yash tampak mencoba menarik pelan nafasnya untuk beberapa waktu, sejak semalam dia menahan Semua media untuk masuk mencari kebenaran soal konferensi pers yang akan di lakukan oleh Alessia.


Dia tahu Alessia sedang berusaha menutupi aib saudaranya, tapi Yash jelas tidak ingin Alessia mengorbankan kehidupan nya.


Di hadapannya Abizard sejak tadi berusaha untuk bicara dengan seseorang dibalik handphone nya, sedangkan Dimas terus berkutat dengan laptop nya dan beberapa lembar kertas yang ada di hadapannya.


Yash sesekali mengusap wajah nya dengan kasar, dia nyaris kehilangan kendali atas keadaan nya saat ini.


Seketika satu ingatan dimasa lalu kembali menyeruak masuk didalam kepalanya.


Hari itu gadis muda itu terlihat menggenggam erat telapak tangan nya sendiri, Alessia menundukkan kepalanya tepat di hadapan istri nya, dan dengan secara tidak terduga gadis muda itu menerima kesepakatan yang di janjikan sang istri.


"Aku akan menerima kesepakatan nya, nyonya"


Kemarahan jelas Menghantam dirinya, dia fikir bagaimana bisa seorang gadis semuda Alessia mau menerima kesepakatan konyol jika bukan demi uang nya.


Dan Alessia benar-benar meminta uang pembayaran di muka malam itu tanpa rasa malu sedikit pun.


"Kau sudah kehilangan urat malu mu?"


Yash menatap jijik ke arah Alessia, satu pemikiran buruk menghantam dirinya.


Alessia jangan-jangan bukan gadis baik-baik, bisa jadi perempuan dihadapan nya itu bukan seorang gadis, bisa jadi dia telah menjajakan tubuh nya kesana-kemari demi tumpukan kertas yang bernama UANG.


Yash fikir Usia muda yang di sia-siakan demi tumpukan uang benar-benar mengerikan, bahkan Alessia jelas baru seumuran dengan putri nya, dia mana mungkin menikahi gadis muda tersebut apalagi tanpa landasan cinta.


Alih-alih menjawab pertanyaan Yash, Alessia hanya mengembangkan senyuman nya.


"Memang nya berapa tarif mu dalam tiap malam nya? aku tidak tertarik menikahi seorang pela.cur, jadi urungkan niat mu dan bicarakan ulang dengan istri ku"


Dia tidak pernah berfikir bagaimana perasaan Alessia saat menerima ucapan nya malam itu, karena gadis itu tidak pernah menampilkan ekspresi marah atau sedih nya tiap kali berhadapan dengan dirinya.


"Maafkan aku tuan, aku telah menandatangani surat perjanjian nya"


Kemarahan Yash jelas membuncah, dia bukan type Laki-laki yang kasar, ketimbang marah atau bertindak di luar batasan nya, Yash lebih memilih memberikan peringatan kemudian diam dan berlaku dingin pada siapapun yang tidak dia sukai.


"Kau jangan bermimpi untuk bisa menggantikan Posisi istri ku di hati ku"


"Aku tidak pernah mengharapkan nya, tuan"


Sebaris jawaban penuh senyuman halus tersebut masih terus teringat jelas dikepalanya.


Kemudian dia membuat sebuah surat perjanjian untuk mereka, 2 tahun merupakan batas perjanjian pernikahan mereka, kemudian saat skandal buruk terjadi antara dirinya dan wanita yang ingin merusak keadaan, belum lagi putra nya Kalan terus melarikan diri dari keadaan, ibu nya yang membutuhkan seseorang yang tulus menjaga nya maka mereka terpaksa membuat perjanjian baru, belum lagi dirinya harus memperbaiki keadaan laju saham kala itu, perceraian akan berakibat fatal untuk perusahaan nya maka mereka menambah 2 tahun perjanjian berikut nya.


4 tahun pernikahan jelas bukan waktu sebentar, Alessia selalu memperlakukan dirinya dengan penuh cinta, sedangkan dia selalu mengabaikan nya.


Tapi 1 tahun terakhir, ketika usia pernikahan mulai akan masuk ke angka 5 semua berubah, saat dia tahu Alessia belum pernah disentuh oleh siapapun, Yash jelas tercekat, malam itu untuk pertama kalinya dia menyentuh gadis itu, itu kali pertama dia tahu, Alessia menjaga dirinya dengan baik selama pernikahan mereka.


Mungkin jika wanita lain sudah bermain dibelakang nya dan mencoba tidur dengan laki-laki lain tapi tidak untuk Alessia.


Dan dunia nya berubah saat dia tahu soal kenyataan kenapa Alessia menerima pernikahan mereka, pemicunya adalah dia berada didalam posisi Sulit demi mencukupi biaya operasi dirinya dan saudara kembar nya.


"Kita mendapatkan nya"


Tiba-tiba suara Abizard memecah keheningan.


"Orang itu bersedia menggantikan Alessia?"


Tanya Dimas cepat.


Abizard mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Dengan imbalan yang jelas setara"


Jawab Abizard cepat.


"Itu bukan masalah"


Yash menjawab cepat, dia langsung meraih kunci mobilnya dan berusaha beranjak dari sana.


tapi sosok seseorang tiba-tiba muncul dari arah pintu depan.


"Yash..."


Laki-laki itu jelas Terkejut.


"Ma?"


"Mereka bilang menantu ku menandatangani surat cerai nya? apa yang telah kamu lakukan?"


Bisa dia lihat kemarahan di balik wajah tua tersebut, sosok wanita yang berjalan terseok-seok dengan tongkat tersebut Dimasa lalu begitu membenci Alessia, tapi di masa kini dia yang paling ribut minta Alessia kembali lagi ke rumah mereka.


"Jika kamu tidak berhasil membawa menantu ku pulang, jangan pernah panggil aku Ma lagi untuk hari-hari berikutnya"


Wanita tua itu mengeram sambil menatap nanar ke arah Yash.


"Aku bisa mati jika kehilangan dia"


Seketika air mata wanita itu tumpah, Yash dengan cepat memeluk Mama nya.


"Bawa dia pulang kerumah, kau tahu? rumah begitu sepi tanpa keceriaan nya"


********


Catatan \=


Tanya \= pemeran utama nya siapa sih?!


jawab \= Indri dan Abizard sudah bahagia,cukup kalian nikmati kebahagiaan mereka di part uwu dan hareudang, kalau Mak author bikin hidup Indri tragis kayak Agnes, bisa kalian bunuh pula karya Mak author dengan makian kasar di jari-jari kalian, Mak author buat indri bahagia dipertanyakan juga siapa pemeran utama nya, bikin Mak author serba salah wahai readers maha dewa 🙏🏻🙏🏻🤧🤧.


Biarkan Mak author tuntaskan semua kebahagiaan para pemeran tanpa terkecuali di seluruh part akhir.


Demi permintaan readers lainnya Semua pasangan mau juga bahagia dengan kisah nya masing-masing, yang tidak suka silahkan skip🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻,