Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Setidaknya Pernah berusaha menjelaskan nya


Kembali ke masa lalu


Agnes mencoba berkali-kali untuk mengajak Abizard bicara sejak minggu-minggu kemarin, tapi laki-laki itu terlalu sibuk dengan urusan pekerjaan nya.


Beberapa kali dia meminta untuk membicarakan pernikahan mereka, ingin bicara soal pembatalan pernikahan mereka, tapi laki-laki itu seolah-olah tidak menghiraukan ucapan nya.


Pekerjaan jelas menjadi prioritas utama laki-laki itu, bahkan mereka jarang berinteraksi bersama, meskipun Abizard laki-laki yang baik dan mampu memenuhi seluruh keinginan Diri nya lewat kartu hitam nya, tapi mereka tidak pernah menghabiskan waktu bersama dengan sungguh-sungguh selama ini.


Laki-laki itu terlalu sibuk dengan pekerjaan nya.


"Aku fikir kita perlu bicara"


Pagi ini dia berusaha untuk bicara Dengan Laki-laki itu, Agnes fikir dia harus membicarakan persoalan pelik yang terjadi malam itu antara dirinya dan Reno.


Dia bukan type Perempuan yang berani menatap bola mata orang lain ketika bicara, apalagi menatap Abizard jelas merupakan satu ketakutan tersendiri.


Laki-laki itu jelas bukan type orang yang suka bicara, mereka hanya bicara seadanya ketika diperlukan saja.


"Apa kamu keberatan soal pernikahan nya? tinggal beberapa Minggu lagi, jangan membuat kecewa kakek, kau tahu kakek paling tidak suka jika kita berkata tidak"


Ucap Abizard sambil menyeruput teh hangat nya.


Alih-alih memperhatikan kegelisahan Agnes, dia terlihat fokus pada laptop yang ada di hadapannya.


"Bagaimana dengan saham hari ini?"


Tiba-tiba kakek tua Nakhel muncul di antara mereka.


Abizard terlihat menghela kasar nafasnya.


"Turun drastis karena perkara yang di buat Reno soal keinginan nya memutuskan pertunangan dengan Syahnaz"


Mendengar ucapan Abizard, seketika tangan Agnes berhenti dari kegiatan nya yang akan mengambil roti di hadapannya.


"Anak itu membuat masalah baru lagi"


Kakek tua Nakhel bicara sambil memejamkan bola mata nya sejenak.


"Pernikahan kalian sebentar lagi, jangan membuat gosip yang tidak-tidak, jika tidak itu akan terus mempengaruhi saham perusahaan, kita akan sulit mempertahankan semuanya jika terjadi kekacauan lainnya"


"Kamu tahu nak? gosip buruk selalu berakibat buruk"


Ucap laki-laki itu sambil mengembangkan senyuman nya ke arah Agnes.


Perempuan itu tampak diam, dia hanya bisa diam sambil menggigit pelan bibir bawahnya.


*******


Mansion Utama Iriana


"Kau ingin mengacaukan semua nya? biarkan gadis itu hancur, Abizard hancur dan kau tetap harus menikah Dengan Syahnaz"


Iriana bicara sambil menarik kasar kerah baju putra nya.


"Tapi Ma..."


Reno bicara sambil berusaha untuk menahan semua perasaan nya.


"Jika kamu berani mengacau kan semua nya, kau benar-benar hanya akan melihat mayat ku di keesokan hari nya"


Setelah berkata begitu, Iriana langsung melepaskan Reno dengan gerakan kasar.


"Nikmati kehidupan mu seperti biasanya, menjauh dari gadis miskin itu dan jangan coba-coba bergerak di belakang ku, jika tidak aku akan menghabisi saudara kembar nya yang yang ada di new York"


Setelah berkata begitu, sang Mama nya Secepat kilat pergi meninggalkan Reno begitu saja.


Wanita itu tahu gadis sialan itu memiliki saudara kembar di luar sana, dan putra nya jelas memiliki titik lemah ketika keluarga Agnes menjadi tempat ancaman paling terbesar dari dirinya.


Reno terlihat menggenggam erat telapak tangan nya, dia mencoba untuk mencari pemecahan permasalahan terbaik untuk mereka.


Apa yang sebaiknya mereka lakukan setelah ini, apa mereka harus pergi melarikan diri saja meninggal kan Semua orang?!.


Menyeberang negara, mencari tempat terbaik untuk mereka memulai kehidupan baru mereka.


Ikut membawa Alessia dan bibi Agnes bersama mereka?!.


Dia harus bergerak cepat sebelum pernikahan mereka di langsung kan dalam beberapa Minggu kedepan.