
Mereka duduk saling berhadapan untuk waktu yang cukup lama di taman belakang rumah sakit xxxxxxx.
Belakangan Alessia sering ke rumah sakit tersebut karena ingin tahu soal sesuatu di dalam dirinya.
Dia fikir ada yang salah dengan tubuh nya, beberapa kali dia tiba-tiba pingsan tanpa alasan yang jelas.
Sejauh ini dia sudah diminta beberapa kali untuk melakukan pemeriksaan, tapi dia belum juga mendapatkan keterangan pasti soal penyakitnya.
Selama menjalani pemeriksaan dia sering bertemu dengan perempuan yang ada dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, dan kisah kehidupan perempuan tersebut rupanya begitu pelik dan rumit.
Bagi Alessia ternyata menjadi orang kaya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan nya.
Perempuan itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya yang masuk ke urutan 20 pengusaha terkaya versi majalah Forbes.
Tapi kehidupan dirumah Mereka jelas begitu mengerikan, dia mengalami satu penyakit yang dinyatakan dokter usianya tidak akan bertahan lama lagi.
Dan perempuan itu memiliki seorang putra yang jiwa nya masih begitu labil, belum bisa menentukan jati diri nya sendiri, bahkan putra nya masih terus berusaha untuk tidak mau mengemban tanggung jawabnya sebagai putra dari suami nya.
Ketakutan perempuan itu adalah, jika saat ini sebelum dia meninggal saja adik tirinya sudah mulai bergerak untuk menggoda suami nya, apalagi nanti setelah dia meninggal bisa dia pastikan adik tirinya akan menikah dengan suaminya karena koneksi dari ayahnya sendiri.
Bahkan selain itu dia takut setelah kematian nya, adik tirinya bukan hanya akan berhasil berhasil menikahi suaminya atas permintaan ayah nya tapi juga atas persetujuan mertua nya.
Perempuan itu takut putra nya tidak akan mendapatkan sepersepun segala sesuatu dari perusahaan suami nya, karena ada hubungan masa lalu yang begitu pelit di antara dirinya keluarganya dan juga adik tirinya.
Dia hanya perempuan lemah yang menikahi suami nya dalam ketidak berdayaan, permintaan nya tidak banyak, dia berharap sebelum kematiannya terjadi ada gadis atau perempuan baik-baik yang mau menggantikan posisinya untuk menikahi suami nya.
Ada jaminan besar yang akan dia berikan pada gadis atau perempuan tersebut jika mau melakukan nya.
Fasilitas kehidupan terbaik didalam seumur hidup nya, seluruh keluarga gadis atau perempuan itu tidak akan pernah merasa yang nama nya kekurangan.
Pembayaran uang di muka sesuai nilai yang diinginkan oleh gadis atau perempuan tersebut.
Dan lucu nya perempuan tersebut malah menawarkan permintaan kesepakatan pernikahan kepada dirinya.
"Maukah kamu melakukan nya?"
Sebaris pertanyaan itu jelas mengejutkan Alessia, bayangkan bagaimana Alicia saat mendengar ucapan perempuan itu, dia cukup kehilangan kata-katanya saat ini.
"Ya?"
Dia jelas saja terkejut.
Realitanya dia tidak berani menertawakan permintaan konyol itu, bagi nya setiap orang memiliki sudut pandang mereka masing-masing untuk bisa menilai orang lain.
dan meskipun Alessia tahu dia bukan orang yang baik namun dia pikir perempuan yang ada di hadapannya itu berhak untuk memilih siapapun agar menjadi kandidat terbaik untuk suaminya.
"Aku yakin kamu gadis yang baik yang bisa mengurus seluruh persoalan suami ku, mampu menyingkirkan adik tiri ku, bergerak diperusahaan untuk mengganti kan aku dan mampu menjadi ibu dari putra juga putri ku"
perempuan tersebut bicara sambil terus menggenggam erat telapak tangan Alessia, bisa dilihat bola mata tersebut menatapnya penuh dengan harapan, seolah-olah perempuan itu berkata jika Alessia lah saat ini yang menjadi harapan terakhirnya.