
Indri dan Abizard tampak diam sejak tadi, mereka duduk dengan cara lutut di tekuk menopang tubuh mereka.
Entahlah sudah berapa jam berlalu Indri tidak tahu.
Mereka terlihat Menatap sang nenek tua Nakhel untuk beberapa waktu.
Abizard mencoba meregangkan semua tubuhnya, dia fikir nenek benar-benar tega pada dirinya, memukul nya dengan penuh kekesalan.
Bahkan yang dia tidak habis fikir kenapa harus menggunakan gagang sapu?.
Ide itu benar-benar buruk sekali bukan?.
Batin Abizard.
Ketika mereka duduk dilantai, bisa dia lihat Sang nenek tampak duduk diatas kursi sofa tepat dihadapan mereka, sejak tadi hanya menatap mereka untuk waktu yang begitu lama.
Indri sejenak mencoba menarik pelan nafasnya, dia fikir kenapa kehidupan nya jadi seribet ini sekarang, bertemu Abizard jelas membuat dunia awal yang dia miliki jadi berubah hingga 180°, dia benar-benar harus berhadapan dengan hal-hal baru yang luar biasa.
Setelah urusan Reno, mama Reno, Anita, lalu mama Abizard, kemudian perkataan dari orang-orang di kantor, kini dia harus berhadapan dengan nenek tua Nakhel.
Mana dia dengan polos nya berkata soal akan memukul cucu Nenek tersebut dengan gagang sapu.
Saat tahu siapa cucunya jelas membuat indri terkejut setengah mati.
Oh ya ampun, apakah ada kesalahan yang telah aku lakukan di masa lalu? hingga Harus berhadapan dengan hal-hal rumit Begini?.
Batin Indri sambil menghela pelan nafasnya, gadis itu sejenak memejamkan bola matanya.
"Nenek"
Abizard bicara pelan ke arah nenek nya.
"Kau ini benar-benar anak durhaka"
Sang nenek mulai bicara, protes dan kesal dengan keadaan.
"Maafkan aku nek, aku benar-benar belum bisa mengunjungi nenek, bahkan aku belum bicara pada Indri soal nenek, dia benar-benar butuh waktu untuk beradaptasi, aku takut sesuatu yang terburu-buru malah akan mempersulit dirinya"
"Tapi berita nya jelas sudah pecah, dimana-mana ada gosip soal kalian, bahkan mereka berkata kalian akan menikah dalam waktu dekat, belum lagi berita lain yang membuat nenek panik, mereka bilang kalian lagi-lagi terlibat skandal cinta segitiga"
Sang nenek terus bicara, kata-kata terakhir nya Benar-benar terdengar penuh kekhawatiran.
Nenek Nakhel secepat kilat menoleh kearah Indri.
"Nenek sedang memastikan anak ini persis seperti angel atau tidak, kamu tahu? persoalan dimasa lalu sudah cukup membuat malu keluarga kita, nenek tidak ingin sejarah masa lalu kembali terulang"
Wanita tua itu terus bicara penuh dengan kekhawatiran, setelah menatap Indri yang terlihat tidak paham dengan pembicaraan mereka, nenek tua Nakhel langsung menoleh kembali ke arah Abizard.
"Dia tidak seperti Angel nek"
Jawab Abizard pelan.
Indri tidak paham apa yang dimaksud oleh cucu dan nenek nya itu, yang dia pahami saat ini hanyalah kapan mereka di suruh berdiri dan berpindah tempat?!.
Dia sudah tidak tahan lagi duduk dengan posisi yang sangat tidak enak.
Paha dan seluruh pinggang nya jelas terasa sakit luar biasa, dia fikir dia Harus mengubah posisi nya saat ini, jika tidak dia pasti akan mati membeku dengan posisi tersebut.
Posisi dia dan Abizard jelas sangat tidak menguntungkan.
"Jadi kapan kalian akan menikah?"
Tanya nenek tua Nakhel itu tiba-tiba.
"Setelah itu mari membicarakan soal anak-anak"
Indri yang tengah memecah pemikiran nya seketika terkejut mendengar ucapan sang nenek.
"Kalian harus segera memberikan nenek cicit secepat nya"
"Ya?"
Indri jelas langsung terkejut setengah mati mendengar ucapan nenek tua Nakhel tersebut.