
Di waktu weekend
06.55 AM
Pagi
Kala hujan mengguyur ibu kota Jakarta
Mama Helen tampak berjalan kepayahan melewati jalan belakang di antara gang sempit dengan jalanan tanah yang cukup becek.
Misca terlihat menenteng beberapa kantong keresek dan sebuah heels tinggi di tangan kiri nya dan sebuah payung berwarna Ungu di tangan kanan nya.
Penampilan cantik dan **** nya benar-benar terlihat kontras dengan keadaan dimana dia berjalan tepat dibelakang mama Abizard dengan kepayahan melewati jalanan tanah becek yang sedikit berlumpur.
Di cuaca hujan begitu untuk nya orang-orang lebih memilih masuk kedalam rumah mereka, tidur di dalam menikmati moment hujan Sambil merebahkan diri mereka dan mungkin nonton televisi bahkan bermain hape.
Tapi yang jelas tidak untuk kedua wanita cantik berbeda gender tersebut.
"Oh ya Tuhan.... ini benar-benar celakaaaaa 17, kaki indah ku harus bersalaman dan saling bercengkrama bersama lumpur...lumpurr oh ya ampun"
Misca terus bicara di sepanjang perjalanan, berjalan kepayahan dengan keadaan, dia benar-benar berjalan dengan cara nyeker ayam.
Kaki indah dengan polesan kutek berwarna senada ungu dengan payung ☔ ditangan nya itu terlihat kacau balau.
"Tuhan? tidak kah engkau bisa meminta langit menghentikan hujan sejenak? agar hamba mu ini tidak usah kesusahan melewati jalanan mengerikan ini?"
Oceh misca lagi.
Mama Abizard tidak peduli dengan ocehan Perempuan Cantik yang dia anggap jadi-jadian itu, yang dia tahu jika pagi adalah misca sedangkan malam akan berubah menjadi Mas Ka.
Dia heran laki-laki itu sebenarnya saat berubah menjadi laki-laki wajah nya terlihat begitu tampan, wanita itu fikir kenapa misca mau mengubah diri menjadi cantik seperti dirinya.
Mama Abizard fikir mungkin karena urusan cinta di masa lalu hingga membuat laki-laki itu mengubah dirinya.
Atau hormon testosteron memang sudah tidak berfungsi lagi dengan baik?.
Oh ya Ampun, tidak dia bayangkan jika Abizard juga kehilangan hormon testosteron nya, putra nya bisa berakhir jiga persis seperti misca.
Untung ada Indri yang bisa membuat putra nya jatuh cinta sehingga bisa mengurangi Tingkat ke khawatiran dirinya selama ini.
Oceh Nyonya Helen sambil terus berjalan melangkah kedepan.
Mendengar ocehan sang nyonya misca jelas memunyungkan bibirnya.
Tidak teraniaya bagaimana? tentu saja aku ini teraniaya!.
Pekik misca dalam hati.
Dikala dia masih lelap dalam tidurnya, ingin menikmati weekend sejati nya tiba-tiba sang nyonya mendatangi kontrakan sederhana nya, memaksa nya bangun dan mandi lantas menyeret nya ketempat ini.
Apa kata wanita cantik dengan mulut secepat petasan China dalam perayaan Imlek dan tahun baru tersebut?!.
Misca cepat bangun, aku butuh bantuan kamu sekarang juga, kamu tahu sayang Indri benar-benar Shock mendengar berita tidak benar dari para wartawan, dia pulang lebih awal dari kantor bahkan sempat bingung dengan keadaan, Abizard terlalu sibuk mempersiapkan acara untuk pagelaran fashion show Minggu depan, kita harus melihat calon menantu ku, sekalian ingin berkenalan dengan besan ku, bukan kah keluarga pihak laki-laki memang harus mengunjungi pihak besan lebih dulu? kamu harus menemani aku untuk melihat keadaan menantu ku itu, kita bisa sedikit meng gibah orang-orang yang meng gibah calon mantu kesayangan ku disana nanti.
Coba bayangkan, wanita itu bicara persis seperti gerbong lokomotif kereta api yang panjang nya melebihi kapasitas, tidak tahu di mana letak rem nya terusssss saja bicara tanpa ada jeda, Titik maupun koma.
Misca fikir sempat-sempatnya nya wanita itu ingin meng gibah di rumah calon besan nya?!.
Bahkan Mama Abizard membangunkan dirinya dengan cara terburu-buru, menarik kaki nya yang masih terkulai mesra didalam alam mimpi nya.
Padahal air liur nya mungkin sedang membuat pulau indah didalam bantal kesayangan milik nya dimana dia masih masuk ke dalam alam mimpi paling terindah nya.
Ohh Tuhan ampunilah hamba mu ini.
Pekik misca di dalam hati nya.
Dia mencoba terus melangkah kedepan dengan batin yang terasa di siksa.
Mereka terpaksa memilih melewati jalan Belakang yang darurat ketimbang memilih melewati jalanan depan dimana bakal terjadi rawan wartawan, mereka benci saat para penggeruk berita itu terus berusaha mencari berita kesana-kemari dengan keadaan tidak benar.
"Ohhhhh jika tahu jalanan nya menyiksa begini lebih baik aku tidak menggunakan rok cantik ku dan heels indah ku"
Ucap misca kemudian.
"Bukan kah aku sudah bilang, Pakai pakaian laki-laki mu"
Oceh wanita didepan nya itu sambil terus melangkah ke depan.