Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Mengikis jarak


Masih ke masa


Alessia dan Yash


Sebelum pertunangan Kalan dan Meisya


Setelah menyelesaikan makan malam bersama, langit menjadi semakin menggila, hujan deras di tambah suara petir menggelegar terus saling bersahut-sahutan.


Alessia menjadi sedikit resah saat dia mendengar ucapan sang Mama Yash.


"Karena hujan nya semakin deras ditambah petir menggelegar, Aku fikir sebaiknya malam ini kita tidur disini saja"


Wanita tua itu bicara sambil tertatih-tatih berjalan mendekati Dirinya dan Yash, mendorong mereka agar masuk ke kamar depan, menutup nya dengan cepat.


"Ta..pi....Ma..."


Alessia jelas gelagapan.


Apa mereka harus tidur di kamar tersebut ber sama?.


Tapi dia tidak punya 2 kasur didalam nya, Selama 5 tahun pernikahan meskipun mereka tidur dikamar yang sama, mereka tidur di kasur yang terpisah.


Di Kamar utama Yash, terdapat 2 kasur yang memisahkan mereka tidur selama bertahun-tahun, mereka tidak pernah saling menyentuh atau tidur berdua.


Ke khilaf'an terjadi satu kali di tahun ke lima pernikahan mereka, saat itu Yash setengah mabuk karena dilema soal Kalan dan kehidupan masa lalu nya dengan wanita yang pernah hampir merusak kehidupan laki-laki tersebut juga karena fikiran kacau Yash atas laju saham yang kacau di beberapa bulan terakhir.


Itu kali pertama Yash menyentuh dirinya dan dia kehilangan harta paling berharga nya.


Sejenak Alessia menyentuh tengkuk nya dengan perasaan tidak menentu, laki-laki dihadapan nya itu terlihat menatap nya untuk beberapa waktu.


Mereka masih berdiri mematung di kamar sempit tanpa kipas angin, lampu tamaram menjadi teman mereka saat ini diiringi suara hujan dan sesekali petir menggelegar.


"Aku fikir aku akan menarik kursi sofa"


Ucap Alessia berusaha untuk beranjak keluar dari kamar tersebut.


Alih-alih sempat keluar, tiba-tiba Yash menarik cepat lengan nya.


Ehh?!.


"Kita bisa tidur di kasur yang sama"


Laki-laki bicara lantas tiba-tiba langsung berbalik, Yash langsung naik ke atas tempat tidur dengan ukuran kecil tersebut dengan cepat.


Seketika Alessia menelan salivanya, dia menatap laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Tidur bersama di kasur yang kecil?!.


Bisa di bayangkan bagaimana sulitnya mereka berbagi tempat saat tidur.


"Jangan khawatir soal apapun, kita masih pasangan yang sama, sah secara hukum dan agama, bukan pasangan tanpa status"


Kalimat Yash Terdengar begitu ambigu untuk Alessia, sejak pertama masuk ke rumah tadi, laki-laki itu terus berkata mereka adalah pasangan suami istri, belum bercerai dan tidak ada yang harus Alessia khawatir kan.


Laki-laki itu dulu selalu mengingat kan dia soal batasan dan jarak antara mereka, tapi hari ini laki-laki itu seolah-olah lupa dengan ucapan nya sendiri dan mencoba mengikis jarak di antara mereka.


"Ta..."


Alessia ingin berkata tapi bukan kah aku tidak pernah di izinkan tidur di kasur yang sama dengan kamu?.


Namun Yash tiba-tiba memotong kalimat nya.


"Duduklah kemari"


Laki-laki itu menepuk-nepuk kasur disamping nya, dia menggeser duduknya secara perlahan.


Sejenak Alessia menatap wajah Yash, dengan perasaan gelisah bola matanya terus memperhatikan perubahan Sifat laki-laki itu hari ini.


"Mari bicara soal kita"


Ucap Yash dengan bola mata yang tidak bisa Alessia tebak.


"Yash?"


"Kemarilah"


Laki-laki itu mengulang ucapan nya, kembali menepuk lembut kasur disamping nya.