Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Bab 3 Alessia dan Yash


Mendengar permintaan sang pelayan toko membuat Alessia menganggukkan kepalanya, gadis itu bergerak memutar, Menuju kearah belakang dan memilih salah satu kursi disana.


Dia mengehela nafasnya dan memilih duduk secara perlahan di kursi tunggu sembari bola mata gadis tersebut menatap satu persatu orang-orang yang datang berlalu lalang sejak tadi.


Benar rata-rata pelanggan yang datang ke toko bakery and cake tersebut merupakan orang-orang yang hadir dengan penampilan kalangan menengah ke atas cukup berbanding terbalik dengannya yang berpenampilan begitu sederhana dan apa adanya.


sejenak gadis itu menarik kedua kakinya, mencoba menyembunyikannya di belakang kursi karena malu dengan sandal jepit yang dia gunakan.


Gadis itu menghela pelan nafasnya, merasa cukup malu dengan penampilan sederhana nya saat ini, apalagi ketika dia sadar beberapa pasang mata menatap dirinya dengan pandangan yang sedikit tidak enak.


Alessia hanya menundukkan kepalanya sembari menunggu cake pesanan nya.


Cukup lama gadis itu menunggu di kursi tunggu hingga akhirnya cake yang dia inginkan datang, buru-buru gadis itu berdiri sembari dia bergerak mendekati ke arah kasir sambil tangannya merogoh kantong pakaian nya.


Gadis itu mengeluarkan uang yang ada di dalam kantong celananya.


Begitu melihat untuk yang diberikan Alessia seketika sang pelayan toko tadi langsung benar-benar menampilkan ekspresi kesal nya.


"Uang receh?"


Perempuan itu menghela kesal nafasnya.


"Sungguh merepotkan."


Batin nya lagi kemudian.


Setelah selesai menghitung dan memberikan bon pada gadis itu, sang pelayan sama sekali tidak melebarkan senyuman nya, membiarkan itu gadis tersebut langsung melesat pergi dari toko bakery tersebut.


Tapi ketika sampai di depan pintu kaca tanpa sengaja dia hampir menabrak sepasang suami istri.


Sang suami berkata sambil mengangkat kedua telapak tangan nya Karena terkejut saat seorang gadis muda hampir menabrak dirinya.


Seketika mata mereka saling bertemu untuk beberapa waktu, Alessia langsung menundukkan kepala berkali-kali untuk meminta maaf.


Laki-laki berusia 40 tahunan lebih namun bergaya Sangat casual, terlihat masih begitu muda dan tampan dan memiliki bola mata yang begitu indah itu jelas menatap dengan pandangan tidak suka ke arah Alessia, dia mengerutkan keningnya sembari sedikit mengumpat.


"Oh ****, tidak kah dia memiliki mata?"


Tanya nya dengan perasaan kesal.


Melihat ekspresi suaminya, membuat istri nya menggelengkan kepalanya.


"sayang dia masih terlalu muda,masih seusia anak-anak kita, seperti Khalid"


Wanita disamping nya dengan wajah pucat dan berusia yang terlihat jauh lebih tua dari laki-laki itu bicara sambil menggelengkan kepalanya.


Alessia masih menundukkan kepalanya berkali-kali tanda meminta maaf.


Mendengar jawaban wanita itu membuat Alessia melirik sejenak ke arah wanita tersebut, ingin melihat dengan jelas wajah nya namun ternyata wanita itu keburu masuk ke dalam sana hingga membuat Alessia hanya bisa melihat punggung nya saja.


Alessia fikir orang kaya ada berbagai macam ragam yang tidak pernah bisa di pahami, tapi kebanyakan dari mereka memang benar-benar sombong, bisa mengumpat sesuka hati tanpa tahu perasaan orang lain.


Seperti suami wanita tadi.


Padahal jelas-jelas dia tidak sengaja dan sudah berkata Maaf, tapi masih saja dia mendengar umpatan di balik bibir laki-laki itu.


kemudian secara perlahan gadis tersebut langsung melesat pergi meninggalkan sepasang suami istri tersebut