
Beberapa jam setelah Agnes
Kembali dari kafe xxxxxxxx
Apartemen Agnes
Perempuan itu Secepat kilat meraih tubuh Ara saat dia sadar seseorang datang ke apartemen mereka.
Agnes mengangkat tubuh putri nya dan dengan cepat meletakkan Ara ke dalam lemari pakaian yang ada di kamar nya.
Dia meletakkan jari telunjuk nya di bibir nya dan meminta Ara agar tidak keluar atau bersuara.
"Sssttttt ingat ucapan Mama soal hantu berkepala dua yang akan menculik kita?"
Tanya Agnes pelan kepada Ara.
Gadis kecil itu yang diterpa kebingungan berusaha menganggukkan kepalanya.
"Jangan mengeluarkan suara apapun, tidak boleh menangis atau keluar dari tempat persembunyian, meskipun hal buruk terjadi pada Mama hmmm"
Ara terlihat menurunkan bibir nya, seketika ketakutan melanda dirinya.
"Semua akan baik-baik saja, setelah ini Ara akan pulang ke new York dan mama akan menyusul Ara hmmm"
Lanjut Agnes lagi.
Ara mengangguk kan cepat kepalanya.
Agnes buru-buru menutup pintu lemari tersebut ketika dia sadar pintu apartemen nya telah di buka paksa.
Ara terlihat berusaha mendengar dan mengintip dari arah lubang kunci lemari.
Bola mata Agnes menatap sosok yang baru saja melangkah masuk ke kamar nya tersebut.
Sosok yang begitu dia kenal selama bertahun-tahun yang lalu, sosok wanita yang begitu membenci dirinya, sosok yang sama sekali tidak pernah lagi ingin dia lihat di muka bumi ini.
Bahkan jika satu hari nanti wanita dihadapan nya itu tersadar, mendapatkan hidayah dan meminta maaf pada nya, dia mungkin memaafkan nya, tapi dia tidak pernah berharap lagi untuk mengenal nya atau bahkan melihat nya dalam seumur hidup nya.
Setelah Iriana berjalan cepat mendobrak pintu kamar Agnes, secepat kilat wanita mengerikan itu menghampiri Agnes kemudian dengan gerakan kasar mencengkeram erat rahang Perempuan Tersebut.
"Kau sejak dulu adalah benalu, bahkan hingga hari ini pun tetap jadi benalu"
Wanita itu bicara dengan bola mata hampir keluar.
Agnes terlihat diam, menahan sakit karena rahang nya di cengkeraman erat oleh tangan tersebut.
"Aku peringatkan kau anak sialan, jangan coba-coba untuk melakukan klarifikasi dalam Vidio tersebut, jika kau melakukan nya, berkata perempuan itu adalah kamu, maka..."
Iriana tidak melanjutkan ucapannya.
Lanjut wanita itu lagi kemudian dengan gerakan kasar Iriana menarik rambut Agnes hingga membuat Agnes mendongak ke atas.
"Jika kau berani-beraninya menggagalkan seluruh rencana ku, maka aku pastikan kau tidak akan pernah bernafas lagi di dunia ini"
Setelah berkata begitu wanita itu mendorong kasar tubuh Agnes hingga menabrak Lemari pakaian nya.
Ara kecil yang awalnya melihat sang Mama di siksa berusaha menangis sambil menutup mulutnya dengan kedua tangan nya, begitu lemari tempat dia bersembunyi dihantam oleh tubuh nya sendiri, seketika Aranl terjungkal kebelakang dengan gerakan cepat.
Jatuh diri nya dan hantaman tubuh sang Mama terdengar beriringan.
Melihat tubuh Agnes yang terhempas kelantai, seketika Iriana menginjak tangan kiri Agnes dengan sepatu hak tinggi nya.
Perempuan itu meringis tanpa mengeluarkan air matanya, merasakan perih dan sakit yang luar biasa.
"Hati-hati dalam mengambil keputusan jika tidak ingin kematian menghampiri kamu"
Setelah berkata begitu, wanita itu langsung melepaskan injakan nya, dia berbalik kemudian langsung bergerak menjauhi Agnes.
Begitu terdengar pintu apartemen dibanting dengan kasar, seketika Agnes berdiri dan mencoba untuk membuka pintu lemari, melihat keadaan Ara yang dia takut kenapa-kenapa.
Bisa dia lihat Ara menangis terisak saat melihat dirinya telah membukakan pintu lemari tersebut, putri nya menyerbu dirinya dan memeluk nya erat.
"Hantu nya melukai Mama, hantu nya begitu jahat, Ala benci hantu nya, Ala benci orang itu...."
Gadis kecil itu terus menangis di pelukan Agnes, apa yang dilihat nya barusan begitu mengerikan, dia fikir bagaimana bisa ada orang yang melukai Mama nya.
"Ala akan bilang Om Hans, Ala akan bilang Om Hans, ada hantu jahat yang ingin membunuh Mama"
Agens terus memeluk erat tubuh Ara, dia menepuk-nepuk punggung gadis itu sambil berkata pelan.
"Tidak apa-apa, Mama tidak apa-apa, lupakan semua nya, lupakan hantu nya"
Setelah berkata begitu seketika air mata Agnes tumpah, Perempuan itu berusaha menahan isakan tangisan nya.
Dari arah belakang, sang bibi nya yang baru kembali dari Indomaret terlihat terkejut dengan keadaan, dia fikir ada apa dengan Agnes dan Ara.
Dia sempat melihat wanita iblis keluarga Nakhel ketika di lantai bawah.
Wanita itu buru-buru mendekati kedua orang itu dengan ekspresi panik.
"Agnes?"
"Semua baik-baik saja, semua pasti baik-baik saja, pulanglah secepat nya"
Ucap Agnes dengan tubuh gemetaran, Perempuan itu terus menangis tanpa mengeluarkan suara tangisan nya.
Sebab ada hati yang harus dia jaga ketika dia ingin menangis di hadapan Ara.