
Mansion Utama
Keluarga Nakhel
Indri masih terlelap didalam tidurnya ketika Abizard dengan gerakan hati-hati melepaskan pelukannya dari sang istri.
Laki-laki itu mencium lembut kening Indri untuk beberapa waktu lantas bergerak perlahan meninggalkan sang istri menuju ke kamar mandinya.
Cukup lama Abizard menghabiskan waktunya di kamar mandi untuk membersihkan diri nya, setelah selesai akhirnya Laki-laki itu melesat keluar dari kamar mandi dan melangkah menuju ke arah kasur dimana Indri mulai menggeliat pelan dari tidurnya.
Masih dengan menggunakan handuk mandinya serta rambut basah yang menambah kadar ketampanan nya, Abizard tampak mengulas senyumannya, secara perlahan dia duduk disamping dimana Indri berada.
Sang istri terus menggeliat sambil menggeser tubuhnya secara perlahan.
Laki-laki dengan gerakan lembut mencoba sedikit membaringkan tubuhnya, menyentuh lembut wajah Indri sambil mencium bibir perempuan itu beberapa kali.
"Selamat pagi"
Bisik Abizard pelan sambil menyentuh lembut wajah sang istri.
"Ngggggg"
Mendapatkan ciuman dan ucapan selamat pagi, Indri secara perlahan mulai melebarkan senyuman nya.
Rasa dingin yang datang dari kulit tubuh Abizard dan rambut laki-laki itu seketika membuat Indri meremang.
Bola Mata yang Masih terasa berat dan enggan seketika terbuka.
Perempuan itu mengucek-ucek bola mata nya sejenak.
"Masih lelah?"
Abizard bertanya sambil menatap lembut ke arah wajah bangun tidur indri.
Mereka bilang waktu terbaik seorang perempuan adalah ketika mereka bangun tidur.
Dan itu benar.
Perempuan dihadapan nya terlihat begitu cantik dan polos ketika bangun tidur, meskipun rambut terkesan acak-acakan dengan wajah tanpa riasan, wajah sang istri terlihat bersinar mengeluarkan aura kecantikan alami nya.
Mendengar pertanyaan Abizard apakah masih lelah, Indri menggeleng-gelengkan perlahan kepalanya.
Setelah itu dia berusaha beranjak bangun dari tidur nya.
"Ingin mandi?"
Secepat kilat dia mengangguk kan kepalanya.
"Hanya menggeleng dan mengangguk kepala?"
Abizard memajukan kepalanya, mendekati wajahnya ke wajah Indri.
Mendapatkan perlakuan seperti itu, Indri secara spontan menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
"Abi.... aku baru bangun tidur, bau..."
Ucap nya dengan wajah memerah dan suara yang manja.
Abizard yang melihat ekspresi Indri. seperti itu langsung melebarkan senyumannya, Sepersekian detik kemudian tiba-tiba dia menarik pelan kedua tangan Indri, menyingkir kan tangan itu dari wajahnya.
Lantas Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu melesatkan ciuman nya berkali-kali ke bibir indah milik sang istri.
Indri yang mendapat kan perlakuan seperti itu seketika terkejut.
"Abi...."
"Ini akan jadi aroma khas dalam seumur hidup, jadi kenapa mesti malu hmmm?"
Ucap Abizard cepat sambil memencet pelan hidung Indri.
"Abi..."
Perempuan itu merengek sambil menyentuh hidung nya.
Sang suami terkekeh kemudian Abizard meraih tubuh Indri dan menggendong nya secara tiba-tiba.
"Ommo...Abi...?"
Karena terkejut dengan gerakan refleks Abi, dia langsung meraih leher laki-laki itu, dia melingkarkan tangannya ke leher sang suami.
"Kata nya mau mandi hmmm?"
Ucap Abizard sambil membawa Indri melangkah ke kamar mandi.
"Aku akan bantu memandikan kamu"
Lanjut nya lagi.
"Itu memalukan, biar aku sendiri Abi..."
Indri bicara cepat sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang Abizard.
"Bukan masalah, aku akan memandikan istri ku pagi ini"
"Tapi aku bisa melakukan nya sendiri?"
Indri langsung mendongakkan kepalanya, menatap dalam bola mata laki-laki itu.
"Hmmm pagi ini spesial"
Ujar Laki-laki itu laki.
"Aku jadi menaruh curiga"
Tiba-tiba perempuan itu bicara sambil memicingkan sebelah matanya Saat Abizard meletakkan tubuhnya di bawah shower mandi.
Mendengar ucapan Indri seketika Abizard terkekeh geli.
"Curiga soal apa?"
"Kalimat Memandikan dan special benar-benar terdengar sangattttt mencurigakan"
Perempuan itu menatap bola mata sang suami dengan penuh kecurigaan.
Posisi mereka saat ini saling berhadapan.
Seketika Abizard tertawa geli, laki-laki itu langsung menyatukan hidung mereka untuk beberapa waktu, lantas secara perlahan Abizard menyambar lembut bibir Indri begitu saja.
Nahhhh kannnn benar, dia pasti minta satu ronde lagi.
********
Dasar otak meccummmmm pak duda, bikin Indri terjebak sama Bi..rahi pak duda gilaπ€£π€£π€£πππ.
Psstttt psstttt ππππππmau nambah part hareudang gak makkkkk???.ππππ
Tapi yang seriusan yah ga nge kocak lagiπ€π€π€π€£π€£π€£π€£π€£.
Maafkanlah hari ini slow updateπ€§π€§π€§, ada tetangga hajatan, belum lagi ada urusan keluarga sedikit dari pagi, ini aja curi-curi waktu buat up Makππ»ππ»