Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Fikiran yang tidak-tidak


Setelah menyelesaikan sarapan mereka, Syahnaz secepat kilat keluar dari kediaman utama Keluarga Nakhel, gadis itu Berger kedepan menuju ke arah mobil.


Bisa dia lihat Dimas telah menunggu dirinya disana, berdiri membelakanginya, menghadap ke arah mobil sambil menghubungi seseorang.


Gadis itu berjalan perlahan mendekati laki-laki itu, mendekati pintu mobil dengan gerakan hati-hati, takut mengganggu aktifitas laki-laki itu.


Tapi tiba-tiba Dimas berbalik, laki-laki itu masih bicara melalui handphone nya, tangan kiri ny masih menegang handphone nya yang menempel di telinga Laki-laki itu, sedangkan tangan kanan nya kini dengan gerakan cepat membuka pintu di samping kemudi.


dengan perasaan malu dan serba salah Syahnaz langsung masuk kedalam mobil tersebut secara perlahan.


Begitu dia masuk Dimas menutup cepat Pintu mobil di bagian sisi Syahnaz kemudian laki-laki itu memutar dan masuk ke arah sisi kemudi.


"Ok kita bersiap sekarang"


Dimas bicara sambil meletakkan handphone nya di atas dashboard mobil.


"Hmm"


Syahnaz menjawab pelan.


"Ada yang tertinggal?"


Tanya laki-laki itu kemudian.


Syahnaz terlihat mencoba untuk mengingat-ingat, dia berfikir apakah ada yang kurang untuk dirinya.


"Seperti nya tidak ada"


Jawab gadis itu pelan sambil menundukkan kepalanya.


Dimas tampak tersenyum, laki-laki itu baru saja ingin membawa mobil itu beranjak dari sana tapi tiba-tiba dia menoleh ke arah Syahnaz untuk beberapa waktu.


Tiba-tiba mendapat kan pandangan dari laki-laki tersebut seketika membuat Syahnaz menoleh ke arah Dimas.


"Ada apa?"


Tanya gadis itu pelan sambil mengerutkan keningnya.


Alih-alih menjawab tiba-tiba Dimas langsung menggerakkan tubuhnya ke arah Syahnaz.


Eh..?!.


Seketika gadis itu terkejut, dengan gerakan refleks dia memundurkan tubuhnya dan langsung memejamkan bola matanya karena panik.


Dia fikir apa yang ingin dilakukan laki-laki itu, apa dia ingin mencium nya? atau apa dia ingin berbuat yang tidak-tidak?.


Syahnaz fikir apa sebaiknya dia Berteriak atau bahkan marah?!.


Tapi...


sssrrttttt


Seketika Gadis itu terkejut, dia membuka bola matanya saat dia sadar laki-laki itu sedikit menundukkan kepalanya, Dimas terlihat menarik safety belt dari sisi kanan nya dan memasangkan safety belt tersebut di tubuh nya.


Seketika Wajah Gadis itu jelas memerah karena malu, dia sempat berfikir yang tidak-tidak saking terkejutnya.


Memalukan!.


Batin Syahnaz sambil memejamkan sejenak bola matanya dengan ekspresi malu dan lucu.


Rasa nya dia tidak dapat menahan perasaan malu karena berfikiran pendek dan tidak-tidak.


Oh Tuhan apa yang aku fikirkan?!.


Kletekkkkkkkkk


Bisa Syahnaz dengar suara safety belt telah terkunci dengan sempurna.


Seketika detak jantung Syahnaz terpompa Dengan tidak beraturan, telapak tangan nya seolah-olah mengeluarkan keringat dingin yang luar biasa saat dia merasa rambut Laki-laki itu menyentuh lembut ujung dagu nya.


Meskipun cukup jauh jaraknya dengan hidung Syahnaz, bisa dia cium aroma rambut khas laki-laki itu yang begitu segar dan maskulin.


"Ini akan terlihat lebih aman"


Ucap Dimas sambil mensejajarkan kepalanya ke arah Syahnaz, Laki-laki itu melebarkan senyuman terbaik nya.


Entahlah gadis itu pada akhirnya jadi serba salah, dia tidak pernah diperlakukan seperti itu sebelumnya oleh seorang laki-laki.


Sejak awal bertemu Dimas Laki-laki itu selalu memperlakukan dirinya dengan baik dan itu sedikit membuat nya risih juga salah tingkah.


"Terimakasih"


Ucap Syahnaz pelan sambil berusaha membuang pandangannya karena malu.


Dimas buru-buru kembali ke posisi nya semula dan langsung melajukan mobilnya secara perlahan ke arah depan.