
Ketika Dua MC perempuan dan laki-laki telah sibuk dengan acara pembukaan, para tamu undangan yang diluar mulai masuk ke dalam.
Untuk para tamu yang baru datang mulai menyeruak masuk ke dalam secara perlahan.
Bisa dilihat seluruh keluarga besar telah berkumpul di tengah-tengah ruangan, bahkan semua orang telah bersiap dalam acara akad nikah kedua mempelai.
Indri terlihat berjalan di apit oleh beberapa orang disisi kiri dan kanan nya, ada mama Nur di sana yang ikut berjalan tepat disamping Indri menuju ke arah tengah-tengah ruangan dimana Semua orang telah berkumpul sejak tadi.
Di sana bisa di lihat Abizard menatap Indri dengan pandangan penuh cinta, laki-laki terlihat begitu tampan dan kharismatik dengan jas mendominasi berwarna putih yang menempel di tubuh nya.
Menambah kesan elegan di balik wajah yang rupawan.
Indri melangkah mendekati laki-laki itu dengan jantung yang terus berdebar kencang.
Dia fikir hari ini apakah dia benar-benar akan melewatkan masa lajang nya? dia benar-benar akan mengubah status seorang anak gadis dari kedua orang tua nya menjadi milik Laki-laki lain, yang pada akhirnya akan menjadi salah satu bagian dari keluarga baru yang beberapa waktu ini dia kenali?.
Waktu seolah-olah bergerak lamban, mengingatkan dirinya soal pertemuan awal mereka, dimana dia hanya berniat bekerja bukan untuk menikah.
"Married or single?"
"Single"
"Thinking about getting married in the near future? (Berfikir untuk menikah dalam waktu dekat)?."
"No"
"when is the target to get married?(Kapan target menikah)?."
Pertanyaan demi pertanyaan yang Abizard lancarkan kala itu terdengar aneh bagi nya.
"Maybe five years (Mungkin 5 tahun lagi)."
"Anda bisa mulai bekerja besok, aku ingin anda sudah ada di tempat ku sebelum pukul 6 pagi dan pulang setelah pukul 10 malam, seluruh aset berharga tubuh ku adalah tanggung jawab Anda, termasuk juga pakaian, makanan sehat, mengatur waktu terbaik, mengurusi teman kencan perempuan yang direkomendasikan oleh keluarga ku termasuk bersabar lah dalam mengurusi seseorang yang akan menjadi batu sandungan terbesar kamu"
Kala itu dia terkejut dengan ucapan Abizard, seluruh tubuhnya pun harus menjadi tanggung jawab nya.
Apa tidak Salah?!.
Indri masih melangkah kan kaki nya mendekati Abizard, laki-laki itu terlihat mulai mengulur kan telapak tangan nya, menunggu Indri menerima balik uluran tangannya.
Seketika sebuah senyuman mengembang dari balik bibir Indri, dia menatap laki-laki dihadapan nya itu dengan jutaan pandangan penuh arti, secara perlahan dia menyambut uluran tangan kokoh dan besar tersebut.
******
Disisi lain ruangan
Khusus setelah akad nikah di gelar
Beberapa pelayan terus sibuk menata meja, memastikan setiap meja telah tertata dengan baik dan di hias dengan sempurna agar menambah kesan indah didalam sana.
Beberapa pelayan lainnya sibuk hilir mudik mengangkut beberapa jenis hidangan dan mulai menata nya ke atas meja satu per satu.
*******
Kembali ke sisi
Di mana Indri dan Abizard berada
Bisa di dengar betapa khusyuk nya acara, dikala para wali, hakim dan saksi telah bersiap di Antara mereka.
Abizard terlihat begitu serius menghadap ke arah seseorang, telapak tangan nya telah bersiap menggenggam telapak tangan Papa Indri untuk mulai mengucap kan kata-kata yang paling menjadi momok berharga seorang Ayah ketika menyerahkan putri kesayangannya pada laki-laki asing yang di cintai putri mereka.
Kemudian bisa terlihat gerakan bibir yang mulai berucap janji didepan seluruh orang, wali dan para saksi.
******
Catatan \=
Yang belum dapat undangan cuz isi sendiri undangan kosong nya yah makkkk, sebab Mak author ga ngejar lagi ngedit undangan nya Kemarin 😭😭🤧🤧🤧.
Yang tanya amplop nya isi nya apa Mak, sebab malu datang ke acara semewah sultan 😀🤭.
Seikhlasnya aja Mak, yang paling utama doa untuk kebahagiaan pengantin nya ya makkkk💋💋💋❤️❤️❤️🤭🤭🤭🤭.