
Meisya jelas membeku saat mendengar ucapan misca yang berkata dia penyuka sesama jenis.
"Kau....le..bian?"
Tanya Meisya tidak percaya.
"No....bukan begitu, aku hanya...."
Misca jelas gelagapan, dia berusaha mendekati misca tapi gadis itu buru-buru berbalik dan mencoba menghindari Meisya.
"No...sayang.. bukan begitu"
Meisya jelas serba salah, dia fikir ini benar-benar bencana, gadis itu sudah salah paham pada nya.
Meisya yang dipanggil sayang tiba-tiba merasa merinding mendengar nya, dengan gerakan cepat langsung menuju ke arah meja resepsionis.
"Berikan aku satu kamar lagi"
Ucap gadis itu cepat.
Dia dikir misca perempuan normal pada umumnya, jadi dia memperlakukan misca persis seperti teman baik pada umumnya, tidak terlintas sama sekali di fikiran nya jika perempuan itu adalah seorang penyuka sesama jenis.
"Meisya?"
"Karena itu kamu terus menghindari ku sejak awal kita saling mengenal? bahkan berusaha untuk tidak satu kamar agar kamu berusaha untuk tidak khilaf? apa kamu jatuh cinta pada ku sejak awal? karena itu takut menyentuh aku?"
Meisya bertanya panik, begitu mendapat kan kamar dia langsung melangkah naik ke atas menuju ke kamar Milik nya.
"Tidak, Meisya aku tidak benar-benar dengan ucapan ku pada laki-laki itu, ucapan itu refleks terjadi karena aku..."
"Bukan masalah, kamu bisa menyeret koper mu saat ini juga"
Meisya buru-buru membuka pintu kamarnya, mencoba mengeluarkan koper milik misca.
Oh shi..t.
Misca fikir dia memang berharap mereka bisa tinggal di kamar yang berbeda tapi Secara baik-baik, bukan dengan kesalahpahaman besar seperti ini.
"Aku mau istirahat sekarang juga"
"Meisya..."
"Selamat malam"
Meisya mencoba melebarkan senyuman getir nya, sedikit kecewa ketika dia tahu telah berteman dengan sosok yang salah.
Gadis itu langsung menutup pintu kamarnya, meninggalkan Misca didalam kebingungan nya.
Oh god.
Laki-laki itu jelas kehilangan kata-kata, suka tidak suka dan mau tidak mau dia akhirnya melangkah pergi menjauh, mencari kamar milik nya dan masuk ke kamar tersebut untuk beristirahat.
Dia fikir biarkan dia melupakan semuanya saat ini, mungkin nanti akan ada masa nya dia menjelaskan semuanya pada gadis itu.
Gadis itu seolah-olah melihat hantu didalam dirinya.
Awalnya sih misca biasa-biasa saja, tapi lama kelamaan dia mulai merasa tidak nyaman dan resah, baru kali ini dia gelisah saat seorang gadis berfikiran yang tidak-tidak soal Dirinya.
Dia mencoba untuk mengajak gadis itu bicara, tapi Meisya terus berusaha menghindari dirinya.
Hingga hari ini setelah selesai pekerjaan mereka, misca sengaja mengabaikan balik Meisya, dia fikir lupakan soal perasaan nya, fokus pada pekerjaan dan jangan hiraukan soal gadis itu.
Hingga satu kejadian tidak terduga terjadi.
"Ma.. bisakah Mama sendiri yang menghubungi Misca? aku punya pekerjaan lain, aku rasa dia ada di kamar nya"
Oceh Meisya saat Mama nya mencoba menghubungi Dirinya dan bertanya soal Misca.
Tidak tahu apa yang ingin dibicarakan oleh Mama nya pada perempuan itu, Meisya terlihat enggan untuk beranjak dari tempat nya.
Tapi karena desakan sang Mama pada akhirnya dia mau tidak mau beranjak dari kamar nya menuju ke kamar misca.
Anehnya kamar laki-laki itu terbuka, dia fikir kenapa misca membuka pintu kamar nya.
Buru-buru Meisya masuk kedalam, mencari sosok misca tapi dia tidak menemukan nya.
"Ma aku fikir dia tidak ada di kamar nya"
Ucap Meisya dibalik handphone nya.
Bola mata gadis itu menyusuri kamar perempuan itu, tiba-tiba dia mengerutkan keningnya saat dia menemukan pakaian dalam laki-laki di atas kasur Meisya.
"Mama akan menghubungi misca"
Bisa dia dengar suara sang Mama yang bicara dibalik telinga nya.
Meisya langsung menutup panggilan nya, melangkah maju memperhatikan pakaian di atas kasur tersebut.
Itu benar-benar milik laki-laki, bahkan ada kamera dan celana laki-laki yang tergolek di lantai.
Apa dia perempuan normal?.
Lalu bagaimana pernyataan dia soal penyuka sesama jenis?.
Apa dia habis ber.. cinta dengan seorang laki-laki?.
Ada apa ini?.
Meisya jelas mengerut kan keningnya, jutaan pertanyaan menghantam Fikiran nya saat ini.
Hingga tiba-tiba dia mendengar suara seseorang dari arah luar pintu.
Meisya jelas sedikit gelagapan, gadis itu cukup malu jika ketahuan masuk ke kamar misca, dia fikir apa yang harus dia lakukan?.