
Masih di masa lalu
Rumah sakit xxxxxxx
New York city
Wanita dihadapan Alessia terus menatap wajah gadis itu dengan pandangan syahdu, dia menggenggam erat telapak tangan Alessia untuk beberapa waktu.
Mereka duduk saling berhadapan untuk waktu yang cukup lama di taman belakang rumah sakit xxxxxxx.
Belakangan Alessia sering ke rumah sakit tersebut karena ingin tahu soal sesuatu di dalam dirinya.
Dia fikir ada yang salah dengan tubuh nya, beberapa kali dia tiba-tiba pingsan tanpa alasan yang jelas.
Sejauh ini dia sudah diminta beberapa kali untuk melakukan pemeriksaan, tapi dia belum juga mendapatkan keterangan pasti soal penyakitnya.
Selama menjalani pemeriksaan dia sering bertemu Dengan wanita dihadapan nya itu untuk beberapa waktu, kehidupan nya begitu pelik dan rumit.
Bagi Alessia ternyata menjadi orang kaya pun tidak semudah membalikkan telapak tangan nya.
Wanita itu menikah dengan seorang pengusaha kaya raya yang masuk ke urutan 20 pengusaha terkaya versi majalah Forbes.
Tapi kehidupan dirumah Mereka jelas begitu mengerikan.
Dia mengalami satu penyakit yang dinyatakan dokter usianya tidak akan bertahan lama lagi.
Dan wanita itu memiliki seorang putra yang jiwa nya masih begitu labil, belum bisa menentukan jati diri nya sendiri, bahkan putra nya masih terus berusaha untuk tidak mau mengemban tanggung jawabnya sebagai putra dari suami nya.
Ketakutan wanita itu adalah, adik tirinya mulai bergerak untuk menggoda suami nya.
Dia takut setelah kematian nya, adik tirinya bergerak dan berhasil menikahi suaminya atas permintaan mertua nya.
Wanita itu takut putra nya tidak akan mendapatkan sepersepun segala sesuatu dari perusahaan suami nya.
Dia hanya wanita lemah yang menikahi suami nya dalam ketidak berdayaan, permintaan nya tidak banyak, dia berharap sebelum kematiannya terjadi ada gadis atau perempuan baik-baik yang mau menggantikan posisinya untuk menikahi suami nya.
Menyingkirkan adik tirinya dan membuat Ibu mertuanya bertekuk lutut di depan gadis atau perempuan itu dan membuat putra nya bisa menjadi penerus dari perusahaan sang suami.
Ada jaminan besar yang akan dia berikan pada gadis atau perempuan tersebut jika mau melakukan nya.
Fasilitas kehidupan terbaik didalam seumur hidup nya, seluruh keluarga gadis atau perempuan itu tidak akan pernah merasa yang nama nya kekurangan.
Pembayaran uang di muka sesuai nilai yang diinginkan oleh gadis atau perempuan tersebut.
Dan lucu nya wanita tersebut menawarkan permintaan tersebut kepada dirinya.
Sebaris pertanyaan itu jelas mengejutkan Alessia.
"Ya?"
Dia jelas terkejut.
Tidak berani menertawakan permintaan konyol itu, bagi nya setiap orang memiliki sudut pandang mereka masing-masing untuk bisa menilai orang lain.
"Aku yakin kamu gadis yang baik yang bisa mengurus seluruh persoalan suami ku dan mampu menjadi ibu dari putra ku"
Wanita itu bicara sambil terus menggenggam erat telapak tangan Alessia.
"Ma..."
Tiba-tiba suara seorang laki-laki mengejutkan mereka, bola mata Alessia dan wanita itu langsung mengarah ke asal Suara.
Satu sosok laki-laki dengan wajah kharismatik nya namun belum terlihat jika dia tua, jika dilihat seperti laki-laki mungkin berusia dibawah 35-37 tahun'an, wajah nya begitu berwibawa dan terasa tidak asing menurut Alessia.
Laki-laki itu terlihat berjalan tidak jauh dari mereka, membawa dua kantong kresek sambil mengembangkan senyuman nya.
Melihat ekspresi laki-laki dan wanita dihadapan nya itu Bisa Alessia tebak Laki-laki itu adalah suami dari wanita tersebut, itu artinya usia laki-laki itu sekitar 45 tahunan lebih jika dia ingat cerita wanita itu soal usia suami nya, penampilan orang kaya benar-benar bisa menipu usia asli mereka Karena kehidupan bahagia mereka.
Wanita itu mengembangkan senyuman nya, ingin mencoba memperkenalkan Alessia pada suami nya, tapi seorang dokter tiba-tiba menghampiri Alessia kemudian membawa gadis itu untuk mengikuti dirinya.
**********
Dengan tangan gemetaran Alessia melihat hasil dari selembar kertas yang menyatakan soal kesehatan nya, bola mata nya terlihat berkaca-kaca saat dia mendapatkan sebuah kenyataan pahit soal dirinya.
Senyuman indah nya yang berkembang tadi seketika menghilang.
"Anda bisa memutuskan sendiri ingin mengikuti prosedur yang bagaimana"
Dunia nya seketika menggelap, dengan langkah gontai Alessia mencoba melangkah keluar dari ruangan mendominasi berwarna putih tersebut.
Dia terus berjalan menyusuri tiap lorong-lorong rumah sakit, seolah-olah tidak ada siapapun disekitar nya, Alessia larut didalam pemikiran nya.
Entah sudah berjalan sejauh apa dia sejak tadi dia tidak tahu, yang jelas dia sudah melangkah terlalu jauh.
Sepersekian detik kemudian gadis itu terduduk lemas di atas lantai dingin dibawah nya, seketika tangis nya pecah di antara kerumunan orang yang berlalu lalang dengan kesibukan mereka.
Kenapa....?! Kenapa harus aku?!
Alessia menangis terisak sambil memukul-mukul dadanya.