Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Kebersamaan yang tidak akan pernah berlalu


Rumah sederhana Alessia


Setelah sesi panas bersama


DiKamar tidur kecil dan sempit.


Bisa Alessia dengar suara petir masih sekali terdengar menggelegar hujan masih turun membasahi bumi sejak tadi.


Rasa dingin masih menyeruak masuk menyapu kulit nya meskipun mereka baru saja menyelesaikan sesi panas mereka bersama.


Jika ingat sesi per.. cintaan Mereka tadi, rasanya begitu malu sekali untuk dirinya menatap wajah dan bola mata Yash.


Bukankah itu begitu memalukan Fikir nya?!.


Dia tidak pernah bermimpi hingga sejauh ini bisa bersama Yash dan melewati hubungan hingga seperti hari ini.


Dulu dia menerima tawaran Almarhum istri Yash karena keadaan nya yang begitu terdesak.


Dia melepas kan Kalan dan memilih menikah dengan laki-laki itu atas permintaan wanita baik hati itu dengan tawaran agar dia bisa menyelamatkan adik kesayangannya.


Apalagi dia juga butuh biaya untuk melewati operasi dirinya sendiri.


Tidak gampang melewati semua nya, meminta waktu penyembuhan +- enam bulan hingga akhirnya dia siap masuk ke keluarga Yash.


Berjuang menyakinkan mertua nya, mencoba mengambil hati putri Yash dan mencari cara menjauhkan beberapa perempuan yang hanya menginginkan harta Yash atas permintaan Almarhum istri pertama Yash.


Dia memenuhi seluruh wasiat terakhir nya, memilih mundur jika Kalan bersedia untuk pulang dan mengurus perusahaan Yash.


Dia ingat bagaimana dingin nya Yash pertama kali menatap dirinya.


Alih-alih ada cinta di bola mata itu, yang dia dapat kan hanya kepulan asap kebencian.


Yash fikir dia mau menikahi laki-laki itu karena bayaran yang begitu besar dari istri nya.


Dan laki-laki itu fikir Alessia pasti merencanakan sesuatu untuk mendapatkan semua yang ada di dalam kehidupan nya termasuk perusahaan nya Al Khalid.


Dan lucunya alessi bahkan menandatangani surat perjanjian pra nikah, tidak ada pembagian harta gono-gini setelah perceraian.


meskipun Yash memandang nya sebelah mata, realita nya Alessia benar-benar tidak melihat Yash dari sudut apa yang dimiliki nya.


Dia mengagumi kharismatik nya, mengagumi sosok berwibawa nya, mengagumi nya saat laki-laki itu di segani dan di takuti oleh para pegawai perusahaan nya.


Dan dia mencintai laki-laki itu dengan sendirinya karena bagi nya Yash benar-benar suami yang harus di taati oleh nya, diikuti oleh nya dan di genggam tangan nya baik di dalam keadaan suka maupun duka.


Hingga akhirnya dia sadar, dia bukan siapa-siapa, memilih mundur secara perlahan ketika dia tahu dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk hidup bersama laki-laki itu.


Tapi hari ini....


"Kenapa?"


Posisi dirinya yang memunggungi Yash membuat laki-laki itu lebih leluasa memeluk dan mencium lembut bahu nya sejak tadi.


"Apakah kebersamaan ini akan menghilang, Yash?"


Tanya Alessia tiba-tiba sambil memejamkan bola matanya.


"Apakah setelah ini kamu akan pergi?"


Dia bertanya begitu khawatir, takut apa yang terjadi saat ini hanya mimpi.


Alih-alih menjawab saat itu juga, Yash lebih suka mempererat pelukannya, dia menikmati kebersamaan mereka, mencium lembut ujung kepala Alessia dengan penuh perasaan cinta.


Terdengar lucu dan memalukan, dia seolah-olah masuk ke masa pubertas ke dua nya, dimana dia mengulang kembali moment jatuh cinta untuk yang kedua kalinya.


Dia mencintai Almarhum istri nya, dia perlahan juga jatuh cinta dengan Alessia.


Tapi kedua cinta itu berada di tempat yang berbeda namun jelas ada di rasa yang sama.


Salahkah?!.


Yash fikir jatuh cinta pada pasangan sah nya sendiri jelas tidak salah.


Secara perlahan laki-laki itu meminta Alessia membalikkan tubuhnya.


"Kemarilah, lihat bola mata ku baik-baik"


Ucap Yash kemudian.


Alessia Secara perlahan membalikkan tubuhnya, menghadap ke arah Yash kemudian menatap dalam wajah kemudian bola mata laki-laki dihadapan nya itu.


"Kami bisa membaca dengan baik arti dari tatapan ku hmmm?"


Ucap Sang suami nya lembut sambil kedua tangan Yash menyentuh kedua belah pipi Alessia.


Mendengar ucapan Yash, Alessia terus memperhatikan wajah suaminya itu.


"Kebersamaan ini tidak akan pernah berakhir Alessia, tidak akan pernah"


Ucap laki-laki itu pelan sambil mengelus lembut wajah istri nya.


"Aku tidak akan pernah pergi kemana-mana juga, aku mencintai kamu, aku benar-benar telah jatuh cinta pada mu, Alessia"


Bisa dibayangkan bagaimana perasaan Alessia saat ini, bola mata perempuan itu terlihat berkaca-kaca, tanpa dia sadari air matanya tumpah secara perlahan.


Yash menghapus pelan air mata Alessia, kemudian secara perlahan laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.