
Alessia merasa degub jantung nya terus berdetak kencang bagaikan habis lari maraton mengelilingi lapangan Monas, terlalu kencang tidak terkendali.
Jika terus berlari dia takut bisa mati.
Ini kali pertama sang suami memperlakukan dirinya dengan begitu hangat, penuh kelembutan dan Mampu mengubah suasana kamar sempit dan remang-remang menjadi begitu panas.
Seolah-olah terbakar Bara api kerinduan, laki-laki tua berkharisma Tersebut membiarkan telapak tangan kanannya menyentuh lembut leher dan ujung telinga Alessia ditengah pergulatan mulut yang terus mencari celah nya, dimana lidah laki-laki itu bergerak maju menyusuri rongga mulut Alessia, mengajak Perempuan itu agar membalas belitan lidah nya.
Posisi mereka masih saling berhadapan untuk waktu yang cukup lama hingga akhirnya Yash merangkak naik dengan lembut ke atas tubuh sang istri.
Alessia memejamkan bola mata nya, membiarkan laki-laki itu mengakses semua rongga mulutnya, bahkan memasrahkan diri ketika satu tangan laki-laki itu mulai masuk menyusuri paha hingga naik ke puncak punggung nya.
Menjelajahi kulit indah dan putih Milik nya di belakang sana, gaun tidur model daster tersebut semakin memudah kan Yash untuk bergerak menjelajahi seluruh isi tubuh indah milik Alessia.
Tanpa harus melepaskan terlalu banyak bentuk pakaian yang membalut lembut tubuh tersebut, begitu gaun tidur dinaikkan, bisa dilihat Paha halus hingga kebagian perut Alessia hanya menyisakan kain penutup tipis disana.
Tanpa dia sadari tangan Alessia me..remas Lembut rambut Yash, dia mengeluarkan suara e .Ra..Ngan nya ketika laki-laki itu mulai melepaskan ciuman nya dan menjelajahi leher jenjang nya.
Bibir dan lidah Laki-laki itu mulai menyapu leher jenjang tersebut, bahkan Yash meng..hi..Sap pelan leher tersebut hingga menimbulkan suara aneh di balik telinga Alessia.
Perempuan itu neng..rang saat dia merasakan hisapan kuat terasa di Balik lehernya.
Rasanya terlalu menyiksa karena ke..nik..matan tiada Tara, apalagi saat bibir itu tiba-tiba turun ke bagian dadanya.
Alessia tidak sadar kapan laki-laki itu melepaskan gaun tidur nya.
Dia rupanya hanya menggunakan penutup atas dan bawah nya saja ketika Yash mulai menyusuri setiap jengkal bagian dadanya.
Bahkan kedua tangan Yash dengan lincah melepaskan kan penutup kain atas yang tersisa, membuang nya ke arah mana saja.
Setelah itu laki-laki itu dengan cepat memasukkan mulutnya ke dalam niple kecil berwarna pink muda milik Alessia.
"Akhhhh Yash..."
Perempuan itu seketika men..de..sah, rasanya kepala nya terasa pusing tiba-tiba, seolah-olah ada sesapan dan tarikan halus di sana yang menghisap lembut milik nya dan bermain didalam sana.
Alessia me..ngerang, tangan nya semakin me..re..mas rambut Yash sambil perempuan itu refleks memundurkan tubuhnya dari ranjang kecil tersebut.
Bisa dia rasakan lidah dan mulut itu terus bermain di dada nya, menyesap, menyapu bahkan meng..hi..sap nya dengan kencang, membuat dada Alessia mengeras dan mengangkat sejak tadi.
Dia pasrah, benar-benar pasrah dengan perlakuan Yash, bahkan ketika tangan Kokoh laki-laki itu mulai menyusuri kedua pahanya secara perlahan, Alessia benar-benar hanya bisa mengeluarkan suara-suara memalukan miliknya.
Bahkan ketika tangan itu berhasil melepaskan penutup bagian bawah nya, Alessia hanya bisa mencoba menahan deru nafas nya yang tidak mau berhenti sejak tadi.
Dia fikir semakin tua laki-laki semakin minim dan pasif pergerakan nya, realita nya laki-laki itu jelas begitu gesit dan lincah.
Bahkan ditengah rasa nikmat yang nyaris membunuh nya karena sesapan bibir, lidah dan mulut laki-laki itu di dadanya.
Tiba-tiba Yash turun dari atas kasur, menempatkan posisi Alessia pada posisi ternyaman nya, laki-laki itu menekukkan ke dia paha nya ke atas hingga membuat bagian bawah Milik nya terekspos dengan sempurna.
Perempuan itu jelas malu, berusaha merapatkan pahanya, tapi Yash langsung menahan gerakan tangan nya.
Laki-laki itu tahu-tahu Membiarkan kepalanya turun kebawah sana dan.
"Oh ..no.. Yash"
Seketika Alessia terkejut saat sesuatu mencoba melesak masuk di dalam inti nya.
Yash bermain menggunakan lidahnya.
Dengan spontan Alessia mengejang, dia meremas kasar rambut sang suami dengan gerakan spontan.
"Yashhh aku..."
Dia merengek sambil berusaha memejamkan bola matanya, sensasi jutaan kupu-kupu menyerang dirinya dari arah bawah sana, seolah-olah ada serangan listrik entah berapa voltase yang menghantam dari bawah menujyke perut hingga ke bagian otak kepalanya.
Alessia rasa dia bisa mati sebentar lagi.
Mati gelisah karena nik..mat yang tidak bisa dia kendalikan.
Lidah Yash terus bergerak nakal, menyeruak masuk dan mengacak-acak isi dalam di bawah sana, menyentuh klit nya secara perlahan, bahkan bergerak keluar masuk membuat Alessia terus mengeluarkan suara-suara memalukan nya.
"No.. please... Yash ini..."
Alessia meracau tidak jelas, dia ingin laki-laki itu berhenti sebab sesuatu terasa akan tumpah saat ini juga.
Alih-alih menjawab Yash malah semakin bergerak lincah dibawah sana, mencoba terus memberikan ke..pua..san yang hakiki untuk sang istri.
Hingga akhirnya perempuan itu memekik tertahan saat dia merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.
Itu adalah pencapaian titik puncak pertama nya.
Hingga akhirnya bisa Yash rasakan, sang istri menumpahkan cai..ran milik nya, laki-laki itu membiarkan Alessia meluruskan posisi kakinya.
Sepersekian detik kemudian Yash naik ke atas kasur, dia menatap wajah Alessia yang cukup kepayahan.
"Boleh aku?"
Pertanyaan berupa izin tersebut terlontar dari bibir laki-laki tersebut.
Di tidak mungkin Bergerak tanpa izin, dia tidak ingin merusak perasaan Alessia.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat Alessia menelusuri bola mata Yash, pandangan penuh makna terlihat dari balik wajah nya.
perempuan itu mengangguk pelan, memberikan izin pada laki-laki tersebut.
Begitu izin didapatkan, seketika Yash menyambar bibir Alessia, kembali bergerak lincah di atas sana sedang kan dibawah sana bisa Alessia rasakan sesuatu bergesek dengan sempurna.
Perlahan tapi pasti, sesuatu memaksa masuk ke dalam inti nya.
Meskipun bukan yang pertama, rasanya jelas tetap luar biasa. Sempit dan sulit.
Dan begitu dia hentakan terjadi, seketika Alessia memekik dibalik telinga Yash, Perempuan itu memeluk erat tubuh Yash kemudian menggigit bahu laki-laki itu dengan keras.
"Masih seperti seorang perawan hmm"
Bisik Yash dengan suara berat nya, dia menikmati penyatuan yang luar biasa tersebut.
Bisa dia rasakan bagaimana milik Alessia meremas milik nya dengan kencang.
Alessia mencoba menahan sakit, dia terkekeh kecil, menatap Yash dengan pandangan syahdu.
"Terasa sakit dan penuh"
Ucap Alessia pelan.
"Sakit?"
Yash bertanya sambil mencium lembut kening Alessia.
"Lumanyan meski pun tidak seperti saat pertama dulu"
Jawab Alessia pelan.
"Aku akan bergerak pelan"
Ucap Yash pelan.
Alessia mengangguk kan kepalanya perlahan.
Sepersekian detik kemudian Yash secara perlahan mulai bergerak, dia mencoba memompa dengan cara yang lembut, takut gerakan nya membuat tidak nyaman Alessia.
Awalnya jelas masih terasa sakit, Alessia mencoba membiasakan diri, menikmati alur yang dibawa Yash, hingga akhirnya rasa perih dan sakit berubah menjadi rasa nikmat luar biasa yang bisa membuat candu pasangan manapun yang melakukan nya.
Yash Begitu pandai memainkan dirinya, memompa nya dengan gerakan sempurna, membawa nya melayang-layang melewati mimpi terindah yang takut menghilang bersama angin.
Suara deru nafas dan penyatuan milik mereka terdengar memenuhi kamar kecil tersebut, Untung nya suara penyatuan Tersebut tertutupi suara hujan yang tidak kunjung usai menambah nikmat nya sesi per..cin..taan syahdu penuh rindu di Antara mereka.
Lautan keringat tidak lagi mereka peduli kan, yang mereka peduli kan mendapatkan rasa nikmat tak berpenghujung yang bisa membawa mereka dalam bara cinta yang tidak padam oleh oleh Waktu.
Hingga akhirnya Alessia kembali akan masuk pada pelepasan nya, dimana dia mencoba menyambar bibir Yash dan berusaha menggenggam erat telapak tangan laki-laki tersebut.
Seolah-olah tahu sang istri akan tiba pada puncak nya, Yash semakin mempercepat pompahan nya, dia bergerak naik turun memastikan Alessia masuk ke puncak ke..nik..matan nya hingga akhirnya disusul dirinya dalam pelepasan nya didalam inti milik Alessia.
"Ohhh baby"
Satu desa..Han kepuasan lolos dari bibir Yash setelah mereka mencapai puncak ke.. puasan yang luar biasa.
Satu ciuman panas kembali melesat didalam bibir Alessia dari Yash, cukup lama hingga akhirnya laki-laki itu melepaskan ciumannya.
Satu kata cinta menambah rasa setelah usai sesi pee..cintaan mereka, membuat degub jantung Alessia terus bergejolak tanpa henti.
"Terimakasih sayang, i love you"
Istri mana yang tidak akan merasa bahagia dengan ucapan mahal Tersebut, dimana rasanya kata-kata itu menjadi satu penghargaan atas rasa puas yang telah di persembahkan mereka pada sang pasangan yang mereka cintai dengan segenap hati mereka.
"I love you too"
Bisik Alessia ketika Yash mulai menjatuhkan tubuhnya disisi Alessia, laki-laki itu membiarkan tubuh mereka kembali menyatu dan dia memeluk Perempuan itu dengan penuh cinta disertai kerinduan yang mendalam.