Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Dalam persekutuan


Disisi lain


Mansion utama keluarga Hanna


Setelah kejadian di kantor Yash


Kamar Diana.


Diana terlihat bergerak gusar ke sana kemari sejak tadi, perempuan tersebut terlihat begitu gelisah diiringi dengan rasa penuh kemarahan.


ingatannya pada kejadian siang tadi membuatnya begitu marah soal bagaimana Hanna menghina dan mengatai diri ketika kepergok Yash tadi.


Niat nya untuk bicara pada laki-laki tersebut juga gagal total, padahal niat awalnya untuk menemui Yash untuk membicarakan soal gadis yang akan dijodohkan Hana kepada laki-laki tersebut.


Dia ingin agar laki-laki tersebut memikirkan dua tiga kali soal keputusannya untuk menikah kembali dengan gadis yang tidak jelas asal-usulnya tersebut.


Berharap jika hasutan nya akan berhasil untuk Yash guna menggagalkan pernikahan yang akan Hanna tentukan untuk laki-laki tersebut.


Meksipun sebenarnya dia belum tahu soal gadis itu, tapi Liana mencoba untuk menyusun strategi agar gadis tersebut terlihat tidak baik sejak awal dari sudut pandangan Yash.


Dia tahu betul, Yash paling tidak suka dengan type gadis yang mencintai uang demi sebuah kesenangan.


Dia pikir akan menciptakan sebuah skandal dan Sandiwara untuk membuat buruk nama gadis yang belum dia ketahui siapa nama nya Tersebut.


Namun belum juga dia melancarkan aksinya siapa sangka Hana akan datang ke kantor laki-laki tersebut dan memergoki kelakuan nya, itu jelas membuat Diana sangat terkejut setengah mati dan begitu kesal.


Dia pikir bagaimana mungkin Perempuan penyakitan tersebut masih bisa berjalan ke sana kemari bahkan mengunjungi Yash saat itu.


Dia tahu Hana setengah tidak memiliki kemampuan untuk pergi kemana-mana, tapi siapa sangka Perempuan sialan itu bisa datang ke perusahaan dan mengacaukan semua rencananya.


Dia jelas tidak memiliki kemampuan untuk melawan Hanna, selain karena dia anak sah dari ayah mereka, kuasa Hanna jelas jauh di atas dirinya.


Ketika dia membantah atau melawan itu sama saja akan membuat buruk dirinya, apalagi jika dia berusaha untuk ngotot membela diri setelah kejadian tadi didepan Yash, dia khawatir laki-laki itu akan semakin tidak menyukai dirinya.


Diana menghela kesal dan kasar Nafas nya.


Sial.


Dia mengumpat didalam hati nya untuk beberapa waktu.


"Apa kau belum juga menemukan informasi siapa gadis itu yang sebenarnya?"


Kali ini bola Diana menatap ke arah depannya dia bertanya sambil mengeram kesal, menatap seorang perempuan yang kini tengah berdiri tepat di hadapan nya itu.


perempuan itu terlihat tidak berani berkutik sejak tadi.


Dia tahu hati Diana saat ini tidak sedang baik-baik saja.


"Ini sedikit aneh Nyonya, sangat sulit sekali mencari informasi soal gadis tersebut, seolah seseorang mencoba untuk menutup segala informasi soal dirinya juga keluarganya"


Perempuan dihadapan Diana bicara sambil menundukkan kepalanya.


Yah mereka mencari informasi soal gadis yang akan dijodohkan dengan Yash oleh Hana dalam beberapa hari ini di luar sana menggunakan beberapa orang-orang terpercaya nya, tapi anehnya meskipun mereka telah melacak soal jati diri gadis tersebut namun mereka sama sekali tidak bisa mendapatkan perihal soal siapa keluarganya dan juga masa lalunya.


seolah-olah akses untuk mencari informasi soal gadis tersebut telah ditutup sejak awal oleh seseorang dengan sengaja, bahkan mereka tidak bisa melacak kartu tanda pengenalnya yang mereka dapatkan dengan cara yang sedikit licik dari gadis tersebut.


semua data invalid.


Tidak dikenal.


Bukankah sangat aneh sekali?!.


bahkan mereka tidak bisa mendapatkan informasi dimana gadis tersebut tinggal dan juga bersama siapa saat ini.


Seolah-olah sejak awal kedatangan gadis itu disini hanyalah kedatangan yang didapat dengan cara ilegal.


yang mereka ketahui hanyalah gadis tersebut hilir mudik ke rumah sakit untuk mengunjungi Hanna.


Itu benar-benar membuat bingung mereka.


"Kau dan orang-orang mu bekerja dengan sangat tidak kompeten"


"Hanya seorang gadis? bukankah sangat tidak masuk akal sekali jika kalian tidak bisa melacak informasi soal gadis tersebut? memangnya siapa gadis itu? dia jelas hanya orang miskin yang tidak memiliki apa-apa"


Oceh Diana kemudian.


"Kami akan mencoba nya sekali lagi untuk melacak informasi nya, nyonya"


Ucap perempuan tersebut pelan.


mendengar ucapan Perempuan itu Diana hanya bisa diam sambil menatap kesal kearah perempuan tersebut.


"1 x 24 jam, berfikir lah untuk bisa mendapatkan informasi yang jelas, jika gagal kau tahu apa yang bisa aku lakukan?"


Ancam Diana kemudian.


Mendengar ucapan Diana, Perempuan tersebut hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Ya Nyonya"


Jawab nya pelan.


"Aku pastikan kami akan mendapatkan informasi gadis tersebut, jika memang semua data nya invalid, maka aku akan memastikan untuk melaporkan nya ke kantin imigrasi"


Lanjut perempuan itu lagi.


Mendengar penjelasan bawahan nya seketika membuat Diana menaikkan ujung bibirnya.


"Itu bagus, kau urus hingga tuntas, jika memang tidak ada informasi soal data dirinya, bisa jadi dia manusia ilegal, aku harap kamu langsung bergerak dengan cepat agar dia di amankan dan di buang dari negara ini"


Setelah berkata begitu, Diana langsung menampilkan senyuman licik nya.


Perempuan yang ada di hadapan Diana tersebut menundukkan kepalanya kemudian dia berbalik dengan cepat meninggalkan Diana.


Begitu perempuan itu beranjak pergi, Diana sejenak berusaha untuk meredam kemarahan nya, perempuan itu mencoba duduk di kursi yang biasa dia gunakan untuk bekerja, di atas meja kerjanya terdapat sebuah laptop yang masih menyala dengan sempurna.


Perempuan itu menghela nafasnya untuk beberapa waktu Sembari dia menatap layar handphone nya sejenak.


Seolah-olah sejak tadi dia memang menunggu seseorang untuk menghubungi Dirinya.


"Jangan terlalu gelisah"


Tiba-tiba suara seseorang terdengar dari arah samping nya, namun Diana sama sekali enggan menoleh kearah suara tersebut.


"Bayangkan bagaimana cara nya aku bisa tenang, Bi"


Diana bicara sembari melirik kearah orang yang datang sambil memegang bahunya Tersebut.


Tidak terlihat bagaimana rupa perempuan itu, hanya siluet nya saja yang terlihat oleh pantulan cahaya lampu.


"Bagaimana jika Yash benar-benar menikah dengan gadis pilihan Hana? itu membuat ku begitu khawatir, rencana yang kita bangun bertahun-tahun akan gagal total"


Lanjut Diana lagi.


Mendengar ucapan Diana, wanita itu hanya menaikkan ujung bibirnya.


"Jika dia masuk ke keluarga Kita jangan khawatir soal apapun, aku yang akan mengurus dirinya dan menyelesaikan gadis muda tersebut Secepat nya dengan cara ku sendiri"


Bisik wanita itu lagi kemudian.


Mendengar ucapan wanita tersebut seketika membuat Diana menampilkan raut bahagia nya, dia terlihat menaikkan ujung bibirnya untuk beberapa waktu, menatap kearah depan nya dengan penuh kepuasan.


"yah aku percaya kamu akan melakukan nya"


ucap Diana bicara pelan.


"Tidak salah aku bersekutu dengan kamu dan dja, itu membuat ku jauh lebih tenang"


lanjut Diana kembali, kali ini dia bicara dengan perasaan bahagia.