
Rumah sakit xxxxxxx
Beberapa hari setelah pemeriksaan kesehatan Alessia
Sejenak Alessia menghela pelan nafasnya untuk beberapa waktu, sembari bola matanya terus menetap ke arah depan sejak tadi, sesekali gadis tersebut melirik ke sisi kanannya di mana beberapa orang hilir mudik berlalu tepat di hadapannya.
Gadis itu hari ini terlihat kembali duduk di bagian kursi di depan ruangan dokter spesialis nya, menunggu untuk mendapat berkas pemeriksaan nya untuk menemui dokter spesialis yang dia temui selama beberapa hari ini.
Setelah pemeriksaan awalnya beberapa hari yang lalu hari ini adalah di mana dia akan menerima proses akhir dari pemeriksaan kesehatan nya.
Gadis itu jelas menunggu keputusan soal apa penyakit yang sebenarnya di idap olehnya dengan perasaan was-was.
Tentu saja tidak dipungkiri ketakutan menerjang dirinya karena dia pikir apa mungkin penyakitnya cukup berbahaya, sebab pemeriksaan penyakitnya kemarin terasa cukup lama dan intens, tidak cukup memakan waktu beberapa menit atau bahkan beberapa jam saja.
di dalam ruang pemeriksaan dia melewati waktu yang sangat lama bahkan nyaris hingga malam hari di mana pemeriksaannya pun berganti dari satu ruangan menuju ke ruangan yang lainnya belum tes darah bahkan juga dia harus tertidur di sebuah tabung yang tidak dia mengerti fungsinya untuk apa.
karena itu hari ini dia menjadi begitu khawatir, bahkan beberapa kali Alessia meremas telapak tangannya yang saling menyatu antara satu dengan yang lainnya, dia benar-benar cemas dengan keadaan dirinya sendiri di tengah gelombang rasa cemas yang menimpa Agnesia sang saudara kembarnya dengan dilema dan problema penyakit yang berbeda antara dirinya.
"Bisa menunggu sekitar setengah jam lagi nona? dokter nya masih berada di luar"
seolah-olah bola mata perawat tersebut menyiratkan sesuatu soal dirinya.
Pada akhirnya Alessia mengangguk kan kepala nya, dia tetap memutuskan untuk menunggu dengan perasaan cemas.
di tengah perasaan panik dan juga galau dalam menunggu dokter yang akan dia temui serta menunggu untuk tahu soal keputusan penyakitnya, lagi Alessia kembali bertemu dengan perempuan yang beberapa hari ini sering dia temui.
perempuan cantik namun terlihat sangat pucat dan juga sedikit tidak berdaya, c namun berusaha untuk kuat di hadapan banyak orang persis seperti dirinya.
perempuan itu duduk di sisi kirinya sembari mengajak nya bicara dan mengobrol bersama.
Karena salah satu perawan berkata kemungkinan dokter Rick akan sedikit terlambat datang karena laki-laki tersebut harus mengikuti operasi di rumah sakit yang berbeda, maka pada akhirnya mereka memutuskan untuk menepi menuju kearah taman belakang rumah sakit, mencoba bicara serius berdua untuk beberapa waktu
Dan di antara banyak obrolan mereka selama beberapa hari ini, tiba-tiba ada satu obrolan yang cukup membuat Alessia terkejut bukan main.
Perempuan dihadapan Alessia terus menatap wajah gadis itu dengan pandangan syahdu, dia menggenggam erat telapak tangan Alessia untuk beberapa waktu.
tidak tahu kenapa meskipun dia baru beberapa hari bertemu perempuan tersebut namun rasanya terasa tidak asing dan sangat familiar seolah-olah keakraban ini pernah terjadi di masa lalu yang tidak dia ketahui kapan.