Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Ke siruan ini


Gadis itu seketika membeku, mencoba membuang wajahnya, bergerak cepat sambil menjongkok dan berusaha untuk kabur dari sana.


Dia fikir mana dia tahu cucu nenek tua itu adalah Abizard, bos di kantor nya.


kalau dia tahu dia tidak akan bicara sembarangan.


Oh ya Tuhan.


Indri menepuk-nepuk pelan bibir nya.


Kenapa kamu tidak bisa mengkondisikan mulut mu Indri????.


Rutuk Indri kesal.


Gadis itu mencoba bergerak pergi diam-diam dari sana, tapi tiba-tiba kerah baju nya di tarik oleh seseorang.


"Cucu... apa kamu ingin melarikan diri? bukan kah kamu bilang akan memukul Laki-laki nakal ini dengan gagang sapu?"


Nenek Nakhel bicara sambil menarik pelan leher baju Indri, wanita tua itu bertanya sambil menatap wajah Indri yang Mulai terasa membeku karena malu.


Abizard jelas menaikkan ujung alisnya saat dia melihat sang nenek mencoba menarik kerah pakaian Indri.


"Nenek jangan terlalu serius dengan Indri, dia belum begitu paham dengan sistem keluarga kita"


Ucap Abizard cepat sambil berusaha untuk mendekati Indri, meminta sang nenek agar tidak menarik kerah pakaian Indri.


Gadis itu seketika menoleh, wajah nya Serasa membeku dan sedikit mengeluarkan rona merah.


"Hahahha, pak?"


Indri bicara sambil mendongakkan kepalanya ke atas, menatap Abizard sambil mengerutkan Bibir nya kebawah.


"Kenapa Nenek membàwa nya dengan paksa? aku bilang kami akan mengunjungi nenek besok malam"


"Aku tidak begitu serius dengan dia, kamu tahu nenek benar-benar marah saat ini, bagaimana bisa kamu menunda nya hingga besok malam sedang kan berita nya sudah pecah kemana-mana"


Omel wanita tua itu, nenek Nakhel langsung berdiri dan menyambar gagang sapu yang telah dia siapkan sejak tadi.


Seketika Abizard membulat kan bola matanya saat sang nenek tiba-tiba hendak memukul dirinya.


Abizard jelas kaget saat sang nenek tiba-tiba memukul Dirinya dengan gagang sapu berwarna silver tersebut.


"Awhhh Nenek ini sakit"


Laki-laki itu mencoba menahan pukulan nenek nya dengan kedua tangan nya, kemana arah nenek nya ingin memukul dia dengan cepat mencoba bertahan.


Hahhhh oh ya ampun, ommo....!.


Indri jelas ikut kaget, gadis itu langsung berdiri dan mencoba untuk menahan sang nenek.


"Nenek jangan lakukan itu, aduh...nenek itu pasti menyakitkan"


Ucap Indri berusaha untuk menghalangi sang nenek Nakhel.


"Nenek tidak peduli, kamu tahu dia menelantarkan nenek lalu mengabaikan nenek, kemudian dia tidak memperkenankan kamu secara resmi, lalu setelah itu dia juga tidak mau memberitahukan soal pernikahan kalian"


Oceh wanita tua itu sambil terus berusaha memukul tubuh Abizard.


Laki-laki itu mau tidak mau berusaha untuk lari dan kabur menuju ke arah dalam Villa.


Bisa dibayangkan bagaimana Seketika kehebohan terjadi, Abizard berusaha kabur menghindar, Indri berusaha menghalang pukulan sang nenek sedangkan nenek Nakhel terus berusaha mengejar Abizard dan mencoba untuk memukulnya dengan perasaan kesal.


Bagaikan adegan lawakan dengan gerakan cepat seperti kaset yang di setel dengan kecepatan penuh semua orang terlihat sibuk dengan aksi masing-masing, ditambah musik siru yang membuat suasana menjadi semakin ricuh.


"Nenek..."


Indri terus bicara panik.


"Awwhhh nenek ini menyakitkan"


Abizard terus berteriak sakit sambil berusaha menahan pukulan sapu sang nenek di paha, tangan, kaki dan semua anggota tubuhnya.


"Biarkan, nenek memang menunggu waktu paling tepat untuk menghajar kamu"


Nenek tua Nakhel terus bergerak kesal mengejar cucu kesayangan nya itu