
Masih di beberapa Bulan sebelum nya
Sebelum Misca berpindah Posisi
Sebelum Indri diterima bekerja
Palembang
Hotel xxxxxxx
"Ya?"
Seketika Misca menelan salivanya saat gadis cantik dihadapan itu berkata.
"Kita akan tidur 1 kamar"
"Tunggu dulu... Meisya itu..."
"Itu bukan masalah, aku malah senang kita bisa satu kamar, bisa bercerita soal banyak hal dan lebih gampang membahas soal perkejaan"
Ucap Meisya sambil mengembangkan senyuman nya, gadis itu kemudian membuang pandangannya, bicara dengan resepsionis dihadapan nya.
Tunggu dulu bukankah itu berbahaya?.
Pekik misca didalam hatinya.
Dia memang suka melakukan perjalanan bersama Meisya, bahkan sia memang tertarik dengan gadis itu di pandangan pertama mereka, tapi tidur satu kamar? dengan kasur yang sama?.
Itu benar-benar gila!.
"Sayang aku fikir itu sedikit akan menyulitkan kita"
Ucap misca sambil berusaha mengejar langkah Meisya.
Dua perempuan pegawai hotel terlihat menyeret koper mereka menuju ke arah kamar yang akan mereka tempati, berjalan lebih dulu di Depan sana.
"Aku tidur sedikit rese, suka ngelindur dan sembarangan memeluk orang bahkan aku bisa berbuat yang tidak-tidak...maksud ku cara tidur ku benar-benar tidak normal, jadi aku fikir tidur di kamar dan kasur yang sama bukan keputusan yang baik"
Misca berusaha untuk membuat alasan paling logis.
Dia bisa khilaf jika tidur dengan gadis itu dan sebelum itu terjadi ada baiknya dia mencoba memberikan antisipasi paling terbaik.
"Wah kamu tidur separah itu?"
Meisya bertanya sambil memicingkan sebelah bola matanya.
Jawab Meisya sambil mengembangkan senyuman nya.
"Jadi hal-hal buruk seperti itu bukan hal yang perlu kita permasalahkan"
Lanjut gadis itu lagi.
"Ya?"
"Aku tidak akan merasa terganggu dengan kebiasaan buruk kamu"
Wadidawwwww?!.
Misca jelas menelan salivanya.
"Tapi ini benar-benar tidak baik, bagaimana mengatakan nya, pokok nya ini tidak baik"
Ucap misca berusaha menyakinkan.
"Mari mengambil satu kamar lagi, itu pasti akan membuat nyaman diri kamu"
"Sayang tidur dengan kamar berbeda akan menyulitkan kita, kita butuh banyak waktu berkomunikasi bersama, sebab waktu nya cukup terjepit, kita bisa mengobrol dan mendiskusikan banyak hal hingga malam hari"
"Tapi Sayang"
"Lupakan lah, bukankah aneh jika kita harus memperdebatkan soal kamar?"
Meisya buru-buru enggan menghiraukan permintaan Misca, gadis itu secepat kilat mengikuti langkah dua perempuan yang menyeret koper mereka menuju ke sebuah kamar yang ada di depan sana.
"Tapi Meisya..."
Misca benar-benar kehilangan kata-kata, dia seolah-olah kehabisan akal untuk menolak keinginan gadis itu tinggal di satu kamar bersama.
Laki-laki Cantik itu jelas mempermasalahkan semuanya, tidur dengan Meisya jelas akan menjadi bencana besar di antara mereka.
Apa dia harus menahan jiwa kelelakian nya? apa dia harus mandi dengan mengunci pintu? apa dia harus berhias di kamar mandi?.
Gadis itu akan tahu sosok sebenarnya dari dirinya dan itu jelas akan jadi bencana baru untuk dirinya
Oh shi .t.
Umpat misca sambil memijat kepalanya yang terasa sakit tiba-tiba.