Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Membujuk nya pulang


Alessia terpaku saat baru saja dia membukakan pintu rumah sederhana yang dia tempati, seorang gadis muda dan wanita tua terlihat berdiri di ambang pintu.


Alessia fikir bagaimana bisa kedua orang itu menemukan tempat tinggal nya?!.


"Ma"


Gadis muda hampir seusia diri nya itu secepat kilat memanggil kata Ma pada dirinya lantas langsung memeluk erat tubuh nya.


Bisa dia rasakan jutaan kerinduan menerpa Gadis Tersebut yang lebih kurang selama 5 tahun ini menjadi putri nya.


Pinkan, Dia adalah putri bungsu Yash, suaminya.


Ah tidak lebih tepatnya mungkin mantan suaminya.


Dia menandatangani surat perceraian mereka beberapa Minggu yang lalu, meskipun tidak tahu bagaimana sidang kelanjutan nya, dia fikir mungkin Yash sudah mengurus nya dengan baik.


Dan wanita dihadapan nya itu adalah Mama Yash.


Butuh waktu begitu panjang dan lama untuk mendapatkan hati ke dua wanita di rumah suaminya tersebut dimasa kemarin, meskipun berat dan berliku pada akhirnya dia mampu menyakinkan semua orang jika dia tidak pernah menikahi Yash karena uang nya.


Dia menikahi Laki-laki itu karena dia memang mencintai nya.


"Taraaaaa"


Pinkan menaikkan dua kantong kresek besar yang entah isi nya apa, gadis itu masuk ke dalam rumah sambil menampilkan wajah bahagia nya.


"Mama tahu? kakak akan menikah dengan putri dari keluarga Nakhel, mereka akan menggelar acara akad nikah nya Minggu depan"


Pinkan mulai berceloteh dan bercerita, berjalan menuju ke arah dapur, mencari meja makan sederhana dan tempat masak sederhana yang jelas jauh berbeda di kediaman mereka, gadis itu meletakkan dua kantong kresek tersebut dengan cepat kemudian mulai mengeluarkan isinya.


"Ohhh aku lapar sekali, sudah Begitu merindukan masakan Mama, nenek juga bukan?"


Gadis itu terus saja bicara.


"Tentu saja rindu, mana ada masakan yang lebih baik dari pada Mama mu, ahhh para Koki di rumah benar-benar payah, tidak tahu selera wanita tua ini, aku benar-benar tersiksa selama hampir 2 bulan ini"


"Maaa...."


"Aku Fikir kamu tidak merindukan wanita tua ini?!"


Alih-alih menjawab ucapan wanita itu, Alessia lebih suka memeluk wanita itu dalam keheningan, melepaskan rindu yang membuncah pada keluarga yang selalu dia impikan.


********


Saat tangan Alessia dengan lincah mulai mengolah semua menu masakan, Pinkan ikut sibuk membantu, sang mertua, ah entahlah mantan mertua terlihat duduk dihadapan Alessia dan Pinkan, memperhatikan ibu dan anak yang hampir se umuran itu dengan perasaan bahagia.


"Kamu tahu? belakangan Yash sering merasa kesulitan, saat akan bekerja dia harus membiasakan diri menggunakan dasi sendiri, para pelayan benar-benar payah tidak mengerti cara membuat dasi, bahkan mereka tidak bisa memadu padankan warna jas, dasi dan juga semua perlengkapan nya"


Wanita itu mulai mengeluh sambil menatap dalam wajah Alessia.


"Bahkan jadwal makan dan pekerjaan nya sekarang mulai berantakan, dia jarang pulang awal seperti biasanya, benar-benar seperti CEO yang tidak memiliki tempat tinggal dan orang yang mengurusi nya"


Tambah nya lagi.


Sejenak Alessia menghentikan gerakan tangannya, dia sejenak diam kemudian mencoba kembali melanjutkan pekerjaannya.


"Aku rasa dia membutuhkan kamu Alessia"


Perempuan itu terlihat tidak menjawab, dia mencoba memasukkan beberapa daging kedalam teflon.


Cassshhhhhh


Suara perpaduan daging segar bercampur minyak seketika memenuhi dapur sempit tersebut.


Wanita tua itu terlihat menarik pelan nafasnya untuk beberapa waktu, dia fikir apakah ada cara untuk membuat perempuan itu kembali ke rumah? membujuknya kembali agar mau kembali ke new York bersama mereka.


Seperti nya Orang yang paling tepat melakukan nya jelas adalah putra nya Yash, bukan dia atau Pinkan.