Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Dalam kebahagiaan mereka


"Happy birthday Kallan"


Setelah menyelesaikan lagu Happy Birthday sembari membawa sebuah kue ulang tahun ke hadapan laki-laki yang ada di hadapannya itu, Alessia langsung mengucapkan kata SELAMAT ULANG TAHUN sembari menatap wajah tampan di hadapannya dengan perasaan bahagia.


Kallan.


Begitu dia sering memanggil nama laki-laki yang sudah menjadi kekasihnya itu selama hampir 1 tahun lama nya, laki-laki manja yang selalu bergantung kepada dirinya itu memiliki rahang wajah yang begitu tegas dengan ketampanan paripurna, tidak ada gadis yang tidak menyukai Kallan apalagi sikap lembut serta penuh perhatian laki-laki itu yang terkadang membuat banyak teman-teman gadis atau perempuan nya merasa iri ketika dia bisa bersama laki-laki tersebut.


Hanya saja meskipun mereka berpacaran cukup lama, Alessia tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya kehidupan Kallan, tapi Desas-desus berkata jika Kallan merupakan kelulusan dari universitas yang cukup ternama di Prancis.


Biasanya yang bisa masuk ke universitas tersebut adalah merupakan anak-anak orang yang ada di kalangan menengah ke atas.


Tapi Alessia sama sekali tidak peduli dari kalangan mana Kallan berada, bagi nya laki-laki itu terus menggenggam erat telapak tangan nya dan berada di samping nya itu sudah cukup.


Namun ada beberapa hal yang membuat Alessia selalu berfikir, Kallan tidak memiliki pekerjaan tapi laki-laki tersebut selalu mendapat kan kiriman uang yang cukup banyak dalam tiap bulan nya.


Bukan perihal uang yang menjadi persoalan utama bagi Alessia, tapi kegiatan Kallan atau cara nya mengatur waktu yang membuat Alessia sering merasa terganggu.


Laki-laki tersebut tidak bisa mengatur waktu dengan baik dan belajar mencari pekerjaan untuk dirinya sendiri sebab lamban laut seorang laki-laki akan menjadi pemimpin didalam rumah tangga mereka, sekaya apapun orang tua mereka, hal itu tidak akan menjamin laki-laki tersebut bisa membahagiakan pasangannya karena harta orang tua mereka.


Sebab lama kelamaan Harta itu akan tergerus habis Secara perlahan.


Alessia ingin Kallan belajar mandiri, mencoba mencari pekerjaan, membagi waktu dari pagi hingga malam dengan baik dan belajar mengemban tanggung jawab atas pekerjaan dan tugas-tugas nya.


Meskipun tidak dipungkiri Kalla memiliki sifat penuh kelembutan dan cinta, bahkan laki-laki itu selalu memperlakukan dirinya dengan cara yang begitu hangat tapi tetap saja Alessia ingin Kallan menjadi laki-laki yang Mandiri dengan cara nya sendiri.


"Oh sayang"


Tiba-tiba laki-laki tersebut langsung memeluk dirinya, rasa haru terlihat dari bola mata laki-laki tersebut saat ini.


Kebahagiaan jelas menghiasi wajah nya dan dia merasa begitu beruntung memiliki Alessia didalam hidup nya.


"Mari tiup lilin nya lebih dulu"


Alessia jelas langsung berkata seperti itu karena sejak tadi Kallan belum juga meniupkan lilinnya.


ketika laki-laki tersebut memeluknya, Alessia mencoba untuk terus menahan cake ulang tahun tersebut di tangan kiri nya, berusaha menjauh kan nya dari tubuh Kallan agar api nya tidak mengenai tubuh kekasihnya itu.


Apalagi ditengah kegelapan karena lampu yang dimatikan membuat Alessia sulit bernapas dengan baik.


Seolah-olah menyadari permintaan Alessia serta Sadar dengan keadaan, Kallan buru-buru melepaskan pelukannya.


laki-laki tersebut mencari saklar lampu, menyalakan listrik di ruangan tersebut kemudian langsung kembali mendekati Alessia dan bersiap meniup kan lilin ulang tahun nya dengan wajah penuh bahagia.