
Villa utama keluarga Abizard
Jelang waktu makan malam
Seorang pelayan tampak sibuk menyiapkan menu makan malam untuk semua orang.
Mama Indri sibuk ikut berkutat di dapur membantu wanita yang bekerja di Villa Tersebut sejak tadi di ikuti oleh Syahnaz.
Sedangkan Indri terlihat mulai menata beberapa piring makan dan peralatan makan lain nya.
Abizard dan Pak Tora yang tak lain Papa Indri terlihat sibuk bermain Domino di ruang tamu, sesekali laki-laki paruh baya lebih itu menaik kan kepalanya, seakan-akan dia adalah sang dewa judi kelas kakap yang handal bermain domino dan mampu mengalahkan Semua orang.
"Hukuman nya bisa tidak di kurang kan?"
Bisik Papa Tora pada Abizard.
"Kita sudah 3x menurunkan hukuman nya Pa"
Jawab Abizard cepat.
"Ahhh sudah 3x yah?"
Tanya Laki-laki itu malu-malu kuda sambil memaksa mengembang kan senyuman nya 😁.
Di satu sudut di dekat meja makan, Dimas terlihat duduk disana sambil memeriksa beberapa berkas pekerjaan nya, laki-laki itu sejak tadi terlihat fokus dengan tugas-tugas nya.
Dimas terlihat mengehela pelan nafasnya, laki-laki itu terlihat menyandar kan tubuhnya di atas kursi sofa dimana dia duduk.
Laki-laki itu memejamkan bola matanya untuk beberapa waktu, dia fikir lagi-lagi rencana mereka untuk pergi jalan-jalan sejak Minggu kemarin gagal.
Padahal dia sudah menyusun planning terbaik untuk menikmati liburan bersama keluarga kecil nya.
Tapi kenyataannya Segala sesuatu itu memang terkadang tidak sesuai dengan kenyataan nya.
Di tengah pemikiran nya tiba-tiba suara seseorang mengejutkan dirinya.
"Maaf....Kopi nya mau diletakkan dimana?"
Suara halus dan lembut itu memecah keadaan, seketika laki-laki itu membuka bola matanya dengan cepat.
Syahnaz tampak berdiri tepat di hadapan dimas, menunggu jawaban dari laki-laki itu soal dimana sebaik nya dia meletakkan kopi milik Dimas melihat seluruh meja di hadapannya laki-laki itu telah di penuhi oleh beberapa map berwarna serta sebuah laptop yang bertengger disana.
Salah meletakkan kopi tersebut, dia fikir dia bisa mengacaukan semuanya. Apalagi jika dia tanpa sengaja menumpahkan Semua nya dengan tidak sengaja disana.
Karena itu sebelum semua terjadi sebaiknya dia bertanya dan mencoba untuk bicara dan bertanya pada Dimas dimana dia harus meletakkan kopi tersebut.
Sebenarnya mungkin sedikit mengganggu Laki-laki tersebut sebab Dimas terlihat memejamkan bola matanya dan bersandar ke kursi yang dia duduki.
Dimas yang terkejut dengan kehadiran Syahnaz jelas langsung membuka bola mata nya.
Belakangan dia mulai hapal dengan suara lembut dan halus tersebut, bahkan selalu memenuhi seluruh sistem otak nya untuk beberapa waktu ini.
Karena itu dia cukup terkejut saat suara itu tiba-tiba terdengar dihadapan nya.
Laki-laki itu buru-buru membenahi posisi duduknya, dia mencoba menyingkirkan beberapa berkas milik nya dan mengambil kopi di tangan Syahnaz Secara perlahan.
"Terima kasih banyak"
Ucap Dimas sambil mengembangkan senyuman nya.
"Kopi bisa membuat seseorang tidak tidur, aku fikir kamu bisa jadi harus menemani ku ber gadang untuk beberapa waktu"
Dimas bicara dengan sedikit menggoda.
Kalimat yang di lontarkan terdengar begitu sederhana tapi bisa membuat hati gadis manapun tersipu-sipu malu di buat nya.
Meskipun begitu Syahnaz tetap saja terlihat kaku mendengar godaan Dimas.
"Ya?"
Gadis itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Alih-alih menjawab, Dimas malah mengulumkan senyuman nya.
"Mau menemani ku jika belum mengantuk nanti? mungkin aku butuh teman bicara sembari menghabiskan waktu untuk mengerjakan beberapa kasus terbaru"
Dimas memperbaiki ucapan nya, kali ini tidak terdengar seperti sedang menggoda Syahnaz, namun terdengar sedikit lebih serius dengan nada meminta.
Syahnaz sejenak diam, seolah-olah berfikir apa jawaban yang baik untuk dia berikan pada laki-laki dihadapan nya itu.
"Jangan terlalu memaksakan diri, jika tidak bisa aku tidak akan memaksa"
Tambah Dimas sambil mengembangkan senyuman tulus nya.
Melihat senyuman tulus laki-laki dihadapan nya itu, seketika membuat Syahnaz diam untuk beberapa waktu.
"Mungkin aku akan membantu Tante dan bibi pelayan Villa membereskan semua sisa makan malam lebih dulu"
Jawab gadis itu pelan lantas menundukkan pelan kepalanya.
Setelah itu Dia langsung beranjak pergi begitu saja dari hadapan Dimas.
Mendapatkan jawaban seperti itu seketika membuat Dimas melebarkan senyuman nya.