Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Kakak terbaik


Reno jelas mengendurkan pegangannya, dia cukup terkejut saat laki-laki itu yang tidak lain kakak laki-laki Indri berdiri tepat dihadapan mereka.


Laki-laki dengan tubuh tidak kalah tinggi dengan dia yang cukup enggan dia hadapi itu tampak menatap tajam ke arah diri.


"Masuk kedalam"


Ucap sang kakak Indri cepat.


Begitu kakak nya mengeluarkan suaranya, Indri mundur secepat kilat dari hadapan Reno, dia fikir untung ada kakak nya itu,jika tidak apa yang Harus dia lakukan.


"Apa kau tidak tahu jam baik saat bertandang ke rumah anak perawan orang?"


Laki-laki itu bertanya sambil terus menatap tajam ke arah Reno.


Sejak awal laki-laki itu memang kurang suka dengan Reno, meskipun Mama mereka setuju-setuju saja dengan pilihan Indri, dia jelas paling sulit di hadapi.


"Aku hanya punya sedikit urusan dengan Indri, Dimas"


Ucap Reno sambil menatap Balik bola mata laki-laki itu.


"Tapi tidak dengan menyentuh atau memeluk nya didepan muka umum, kau tahu? aku bisa menuntut mu dengan pasal Pasal 335 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana  (“KUHP”)  mengatur tentang perbuatan memaksa orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu dengan ancaman kekerasan atau kekerasan"


"Kau bisa Diancam dengan pidana penjara juga denda ¹."


¹ barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.


Setelah berkata begitu Dimas langsung berjalan maju mendekati Reno.


"Kau tahu? jangan lupa Indri memiliki seorang ayah dan kakak laki-laki, sebelum kamu macam-macam dengan nya, pastikan dulu kamu melangkahi manyat 2 laki-laki yang paling melindungi dia dirumah ini"


Laki-laki itu bicara sambil menekan dada Reno untuk beberapa waktu.


"Jaga adab dan sopan santun mu, dan jangan pernah kembali kemari jika tidak ingin aku menghajar mu hingga babak belur"


Dimas kemudian langsung memutar tubuhnya, dia meninggal Reno dalam keheningan.


Laki-laki itu berjalan masuk kedalam rumah sembari mengeluarkan rokok dan pamatik nya.


Reno tampak menggenggam erat telapak tangan nya, secepat kilat laki-laki itu ikut berbalik menuju ke arah mobil nya.


Indri mengintip dua orang itu dari arah balik jendela, begitu melihat kakaknya masuk secepat kilat gadis itu mencoba beranjak pergi masuk kedalam kamar nya.


Tapi langkah nya terhenti saat sang kakak berkata.


"Mulai besok pergi ke kantor dengan kakak"


Laki-laki itu bicara cepat dan baru saja akan menghisap rokok nya.


"Ah?"


Indri jelas terkejut, dia langsung memutar tubuhnya dengan cepat.


Tanya Indri sambil melebarkan senyuman nya.


Saat pertama kali kakak nya bekerja di Law Form Office 8 bulan yang lalu, kakak nya sudah berkata bahwa dia akan membeli sebuah mobil untuk bisa mengantar jemput adik nya, tapi mungkin bukan mobil mewah sebab itu bisa jadi hasil jerih payahnya menjadi seorang pengacara.


Sang kakak mengangguk kan kepalanya.


"Ohhhhhh"


Seketika Indri berlarian ke arah kakak nya, memeluk laki-laki itu dengan girang.


Dan Dimas akhirnya mengurungkan niatnya untuk merokok.


Ini pertama kali nya mereka memiliki mobil, untuk ukuran keluarga sederhana seperti mereka, mobil menjadi barang mahal yang jelas nyaris tidak mungkin didapatkan.


Tapi mama nya dan papa nya pernah berkata, dari pada mengumpulkan uang untuk membeli mobil sejak dulu hingga anak-anak nya sebesar ini, mereka lebih suka mengeluarkan uang untuk menyekolahkan mereka hingga ke jenjang kuliah, dan mereka percaya anak-anak akan mendapatkan mobil yang mereka impikan setelah bekerja.


Mungkin Indri tidak pernah bermimpi untuk memiliki sebuah mobil mengingat pekerjaan nya hanya sebagai seorang asisten pribadi, tapi dia bahagia sang kakak laki-laki nya mampu membelikan mobil yang nanti bisa mereka gunakan kemana-mana.


"Berhentilah berhubungan dengan laki-laki itu"


Ucap kakak nya sambil melepaskan pelukan nya.


"Tidak, aku dan Reno sudah menyelesaikan semuanya"


Mendengar perkataan adik nya, Dimas jelas mengerutkan keningnya.


"Secepat itu?"


"Dia berbohong pada ku, dia selingkuh dibelakang ku"


Jawab Indri cepat, dia langsung menoleh ke arah kakak nya, mencoba bertanya di mana mobil nya.


"Dimana?"


Tanya Indri tidak sabaran.


"Di garasi sebelah"


"Warna kesukaan ku?"


Tanya gadis itu lagi.


"Hmm"


Seketika senyuman manis mengembang di balik bibirnya.


Dia tahu laki-laki itu sejak dulu adalah kakak terbaik milik nya, laki-laki itu selalu mengedepankan selera nya ketimbang selera kakak nya sendiri.