
Mama Indri sejak tadi mondar-mandir dalam ke adaan tidak jelas, dihari pertama bekerja membuat dia mengeluarkan taring kekhawatiran nya.
Anak gadis mereka seharusnya sudah ada di rumah mengingat ini bukan lagi jam normal untuk anak seusia Indri masih di luar.
Dia selalu mengingat kan Indri untuk terus memegang prinsip menjadi gadis baik-baik, tidak pulang lewat dari jam 10 malam apapun yang terjadi.
Meskipun mereka tinggal di kota besar, bukan berarti mereka harus mengikuti trend anak muda yang pulang hingga waktu subuh dan tidak menghargai diri sendiri di luaran sana.
Sang suami sebenarnya juga khawatir, tapi bukan berarti dia harus menampakkan kepanikan didepan sang istri, dia tahu semakin panik dirinya sang istri pasti akan semakin menggila mengkhawatirkan putri nya itu.
"Ma duduk saja, jangan mondar-mandir seperti gosokan listrik lah"
Laki-laki tua itu bicara cepat, tangan nya Tampak sibuk mengecek buku penjualan mpempek hari ini.
Lumanyan banyak, mereka bisa membeli beberapa keperluan rumah, dapur dan kamar mandi.
"Tau nggak pa? ini kan jam 10 malam, kalau anak kita di culik orang bagaimana? kan rugi pa?"
"Mama suka aneh-aneh mikir nya"
"Gimana nggak aneh-aneh? kan sudah jam segini?"
Ucap istri nya sambil menghela kasar nafasnya.
"Jangan terlalu khawatir, kalau Indri di culik yang rugi juga penculik nya yah ma? makan Indri kan banyak Ma, mana anak nya kalau tidur suka pindah-pindah tempat, kaki kemana-mana, bahkan kalau nerajang ga mikir-mikir lagi gimana sakit nya, terus kalau nangis suara nya kayak bebek lagi kejepit pintu"
Ucap suami nya kemudian.
Sang istri yang terlihat fokus fokus menatap ke arah balik jendela langsung menoleh ke arah suami nya.
"Yak...pak...bapak tuh khawatir sama Indri apa sama penculik nya?"
Mama Indri jelas bertanya kesal.
"Yah kedua-duanya nya lah ma, kan sama-sama rugi kalau terjadi"
"Allahuakbar bapakkkk"
Rasanya ingin sekali dia memukul kepala Suami nya dengan gagang sapu saat ini juga.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba terdengar suara mobil di depan sana, dengan ke kepoan tingkat akut mereka langsung mengintip lewat jendela kaca.
Dimana sang istri berada di depan, sang suami mengintip dari belakang tubuh istri nya, dia mendongak melewati kepala wanita tersebut.
Mereka Persis seperti tetangga kepo yang ingin tahu apa yang dilakukan tetangga lainnya, mengintip dengan seksama penuh dengan tingkat ke ingin Tahuan yang begitu tinggi.
Bisa mereka lihat sebuah mobil mewah berhenti tepat didepan halaman mereka.
"Mobilnya mewah sekali?"
Ucap papa Indri pelan.
"Laki-laki Pa, ganteng!"
"Ckckckc gantengan mana dengan papa?"
laki-laki itu terlihat mencibir, mengintip kedepan untuk melihat dengan seksama seganteng mana laki-laki yang dimaksud istri nya.
Seketika bola matanya membulat saat dia sadar ketika laki-laki itu turun dari mobilnya, berjalan kesamping dan membuka pintu mobil sebelah nya.
Putri nya turun dari sana dengan menggunakan pakaian cantik yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya.
"Itu Indri, siapa laki-laki itu? ini tidak bisa dibiarkan"
Papa Indri langsung membulat kan bola mata nya, dia bergerak cepat menuju kearah pintu depan untuk menghampiri Indri dan laki-laki asing yang tidak dia kenal.