Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Dalam pelarian


Brakkkk


Samar-samar masih bisa mereka dengar suara pintu kamar hotel di dobrak dengan paksa, Kalan terus menuntun Meisya agar segera turun dari sana, mereka terus bergerak menjauhi kamar tersebut.


"Cari sampai dapat"


Suara seseorang terdengar menggelegar di atas sana, Meisya fikir sebenarnya dia tengah bersama siapa?!.


Kalan bisa merasakan seseorang berusaha mengintip dan melihat ke arah bawah, kemudian kepala orang tersebut tampak menoleh ke sisi kiri dan kanan.


Secepat kilat Kalan menahan tubuh Meisya agar tidak bergerak, dia menekan tubuh gadis itu di sudut salah satu kaca jendela yang menghadap ke kamar hotel tamu lainnya.


Posisi mereka jelas terasa tidak menguntungkan bagi Meisya, laki-laki itu berada tepat dihadapan nya.


Mereka berada di antara ambang kematian, bergerak sedikit jelas akan jatuh ke lantai bawah sana, posisi mereka berada di gedung tertinggi hotel tersebut.


Bisa Meisya rasakan nafas Misca yang berada di depan nya itu, aroma mint jelas tercium di balik hidung nya.


Sejenak bola mata mereka saling beradu.


"Kau sebenarnya apa?"


Tanya Meisya pada misca.


Laki-laki itu baru akan bicara tapi suara seseorang mengejutkan dirinya.


"Itu dia"


Teriak seorang laki-laki dari jendela kamar milik nya.


Oh shi. t.


Umpat Kalan.


Secepat kilat laki-laki itu meraih tangan Meisya, dia bergerak dengan cepat membawa serta gadis itu agar segera pergi dari sana bersama dirinya.


Orang-orang yang berada di kamar Kalan secepat kilat berusaha naik mengejar langkah dari sisi jendela, ada yang melesat keluar dari pintu dan berlarian menuju ke arah tangga.


Seketika adegan ala film Hollywood terjadi di antara mereka, Kalan membawa Meisya naik melalui kaca jendela kamar milik orang lain tanpa berfikir dua tiga kali


"Akhhhhh"


Begitu mereka naik ke Salah satu jendela, dua orang yang tengah beradu hasrat dan cinta di atas kasur mereka seketika berteriak histeris.


Sang perempuan buru-buru menarik selimut, yang laki-laki terlihat membeku.


"Ommo .."


Meisya seketika berusaha menutup matanya yang ternoda, sedang kan kalan bergerak seperti tanpa dosa, berlarian cepat ke arah depan sambil masih sempat berkata.


"Ini dalam keadaan darurat"


Ucap nya pada pasangan muda tersebut.


"What the hell? oh shi..t"


Laki-laki di atas kasur itu baru bisa mengumpat setelah sadar dari keterkejutan nya, tapi kalan dan Meisya jelas sudah kabur keluar dari arah pintu.


Dikala pasangan itu masih mencoba menetralisir keterkejutan, tiba-tiba muncul dua orang laki-laki yang berusaha untuk naik ke kaca jendela mereka.


"Oh sialannnn"


Laki-laki di atas kasur itu seketika mengamuk, dia mencari apapun yang ada di dekat nya, lantas dengan gerakan cepat memukul laki-laki yang sudah mulai memanjat di jendela kamar nya.


Buggggg


"Breng..sek"


Umpat laki-laki itu kemudian menutup paksa jendela kamar nya.


"Akhhhhh"


"No...."


Bisa dilihat bagaimana hasil jatuh mereka, antara kaki, tangan dan tubuh yang tidak terlihat sinkron, mereka tergeletak persis seperti kucing sawan terkena kejang-kejang.


(Bayangkan ada music lucu nya, lihat dua manusia tergeletak dibawah dengan gaya aneh yah bund, jangan dibawa tegang 🤭🤭).


Disisi lain aksi kejar-kejaran dengan scan menegangkan terlihat di beberapa tempat.


Ketikan Kalan terus menggenggam erat tangan Meisya untuk berlari, dibelakang mereka terlihat beberapa orang yang terus mengejar mereka secara brutal.


Mereka mulai menaiki anak tangga satu persatu, sedang kan dibawah sana beberapa orang mengejar mereka.


Hingga akhirnya mereka tiba di atap hotel tersebut.


"Oh my god, misca kita akan kemana?"


Meisya terus terlihat panik, berusaha lari dengan tampang ngos-ngosan.


Dia terus mengikuti langkah Kalan yang berlari terus ke arah depan tanpa jeda.


Bisa dilihat ketegangan ekstra terjadi, mereka terus berlarian menuju ke ujung gedung dan...


Oh my god.....


Meisya belum sempat berteriak tapi Kalan langsung dengan cepat membawa tubuh nya untuk melompat dari satu gedung menuju ke gedung lainnya.



"Siallll aku belum menikah"


Pekik Meisya histeris.


"Bagaimana kalau aku cacat atau mati muda? ya Tuhan aku belum pernah menikmati malam pertama ku"


Pekik gadis itu histeris.


"Jika cacat aku akan menikahi kamu, jika mati yah aku bisa apa"


Kalan menjawab cepat dengan nafas tersengal-sengal.


"What?"


Oh god.


Meisya ingin sekali membunuh Laki-laki itu saat ini juga, tadi keadaan memaksa nya untuk menahan seluruh emosi dan kemarahan nya.


Mereka terus berlarian saling mengejar, hingga akhirnya mereka mulai turun dari salah satu gedung, melesat kepintu mana pun persis seperti aksi heroik film-film Hollywood, hingga akhirnya Kalan menariknya ke sebuah tempat gelap tanpa cahaya, menahan tubuh Meisya untuk beberapa waktu.


"Dengarkan aku, tetap disisi dan kekuarlah setelah aku pergi, setelah itu kembali ke hotel dan Ambil seluruh barang-barang kami, pergi ke alamat ini dan sisa nya biar aku yang mengurus nya"


Ucap Kalan sambil memberi kan sebuah kartu kepada Meisya.


Gadis itu jelas mengerutkan keningnya.


"Ta.."


Meisya ingin berkata tapi... namun Kalan langsung mencium cepat bibir nya.


Hah....?!.


Seketika gadis itu membeku, dia kehilangan setengah kesadaran nya.


Apa?.


Sepersekian detik kemudian tiba-tiba laki-laki itu telah melesat pergi meninggalkan dirinya di ruangan gelap tak berpenghuni tersebut.


Bisa Meisya dengar beberapa derap langkah kaki ikut berlarian menjauh dari sana untuk beberapa waktu.


Tunggu dulu.


Gadis itu seketika tersadar, dia menyentuh pelan bibir nya, antara panik, lelah, marah dan malu semua perasaan nya kini jelas bercampur aduk menjadi satu.