Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Pertemuan dan perpisahan


Pernahkah merasa begitu sedih ketika bangun dari tidur dan mendengarkan adzan subuh yang terasa begitu dekat di balik telinga?.


Seolah-olah kerinduan menghantam diri kita, dimana rasanya kita merindukan masa anak-anak ketika berjalan di dinginnya udara subuh dimana kaki kecil kita melangkah tanpa menggunakan alas nya, melewati suasana perkampungan di mana rumah-rumah Masih belum berdiri dengan rapat dan berjalan dari satu tanaman liar menuju ke beberapa tanaman liar yang lainnya.


Terkadang suara anak-anak seusia kita tertawa terbahak-bahak dan belum mengerti soal beratnya hidup dan beban dunia, ketika semua hal masih dikerjakan oleh orang tua dan anak-anak hanya tahu menerima.


Suasana pedesaan yang masih terdengar suara-suara jangkrik atau suara-suara hewan yang berdendang lucu memekakkan telinga, di mana para orang tua berjalan di belakang anak-anak untuk menuju ke salah satu langgar yang ada di sana.


Rasanya sangat sedih namun begitu dingin dan menyenangkan, udara sejuk yang belum tercemar oleh polisi dan juga berbagai macam limbah pabrik.


Bukan pusat kota yang memekakan telinga dimana kebisingan terdengar di mana-mana bahkan tidak ada lagi orang tua yang berteriak untuk meminta anaknya mengambil air wudhu dan sholat, di mana asam yang mengepul dari jalanan lalu lintas.


Alessia merindukan masa-masa itu meskipun hanya sebentar bersama ayah dan ibu nya.


Seolah-olah hari ini biar takut dewasa dengan cepat, dia masih merindukan masa anak-anaknya meskipun hanya sejenak di mana dia tertawa mau datang laki-laki tua yang ada di hadapannya yang akan menggenggam erat telapak tangannya membawa dia pulang setelah dirinya lama berjalan juga di mana dia membuka pintu rumah sederhana mereka di mana sang ibu tengah memasak dengan kepulauan asam dari kayu dan juga panci hitam serta kulit hitam yang sangat sederhana.


Aku rindu rumah.


Batin Alessia pelan, kemudian gadis itu menghela pelan nafasnya.


Suara lantunan ayat suci terdengar di balik telinganya memenuhi masjid di mana dia duduk saat ini, ini adalah waktu menjelang pernikahan dirinya dan tuan Khalid.


Gadis itu menggunakan pakaian mendominasi berwarna putih dan wajahnya dipoles dengan make up yang terkesan begitu natural dimana menampilkan betapa cantiknya wajah Alicia saat ini, sebuah selendang mendominasi berwarna putih pula menutupi kepalanya.


Tepat di sisi kanannya nyonya Khalid terlihat menggenggam erat kedua telapak tangan Alessia sembari perempuan cantik dengan wajah pucat tersebut mengembangkan senyum paling indahnya pada pagi hari ini.


Sudah bukan rahasia lagi dan ini adalah hal yang lumrah di mana pengantin laki-laki dan perempuan akan berada di ruangan yang terpisah antara satu dengan yang lainnya, mereka hanya saling mendengarkan suara di mana pihak perempuan akan mendengarkan suara pihak laki-laki dalam mengucapkan janji suci mereka.


Mereka terlihat berdebar-debar menunggu acara pernikahan yang akan dilaksanakan dalam beberapa menit lagi.


Tidak tahu bagaimana sebenarnya perasaan Alessia saat ini, dia lebih memilih diam dan tidak mengeluarkan suaranya sama sekali, lebih memilih pemikirannya berkelana entah ke mana merindukan masa-masa kecilnya dan juga ayah dan ibunya.


Dia baru sadar kini rupanya dia telah tumbuh dewasa, dan dia baru sadar di saat semua orang menikah dengan cara bahagia karena pilihan mereka masing-masing atas dasar cinta rupanya dia menikah karena keadaan di mana membuat dia tidak bisa memilih.


Dikala anak gadis seseorang menikah karena ada walinya seorang ayah atau meskipun tidak memiliki ayah adik ibu yang duduk di sampingnya atau bahkan mungkin adakah mereka atau bisa jadi ada paman-paman atas anak saudara serta family lainnya tapi dia di sini duduk dan membiarkan tubuh nya bertumpu di atas kedua kakinya, sendirian tanpa satu orang punya dia kenal di antara semua orang.


Bahkan tidak ada tempat dia harus menangis dan berkata tentang perasaannya, atau tempat dia melupakan air mata dan berkata semua baik-baik saja, satu-satunya tempat untuk mengadu dan berbicara adalah dirinya sendiri dan juga hatinya sendiri, dan dia baru sadar di dunia ini dia seorang diri menghadapi segala sesuatu tanpa tahu di mana akhirnya.


Samar-samar saat ini bisa dia dengar suara tuan Khalid yang berbicara dari balik mikrofon di ruangan yang berbeda yang berbatasan dengan dinding di mana saat ini secara perlahan tuan Khalid Mulai mengucapkan janji kepada Allah di dalam akad pernikahan mereka.


Alessia memejamkan bola matanya secara perlahan tidak tahu apa yang dirasakannya saat ini tapi dia mencoba untuk membiarkan dirinya tenggelam didalam lamunan nya sendiri.


Dia kini sah menjadi seorang istri, menikah dengan laki-laki atas perjanjian tanpa cinta.


Terkadang seseorang memiliki alasan khusus menggadaikan harga diri dan masa depannya kepada orang lain, jika orang-orang dari kelas bawah memiliki uang mereka tidak akan pernah mau menurunkan harga diri mereka hanya karena uang.


Alessia


******


Rumah sakit xxxxxxx


Jelang operasi Alessia


Beberapa hari setelah pernikahan.


Bola mata gadis tersebut menatap dokter yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu, dia menatap dokter Rich di mana dirinya saat ini sudah mulai naik ke meja operasi, laki-laki tersebut mulai memegang sebuah jarum sunting di mana dia akan dibius secara perlahan.


"Maukah dokter membantuku untuk melakukan sesuatu?"


Tanya Alicia sebelum laki-laki tersebut menyuntikkan obat bius ke tubuh nya.


"kau bisa meminta nya selagi aku mampu untuk mengabulkan nya"


Jawab laki-laki tersebut cepat.


"Berikan secara berkala pada Agnes, katakan aku tengah menikmati waktu berlibur untuk waktu yang cukup lama"


Setelah berkata seperti itu Alessia menyerahkan beberapa amplop kepada dokter Rich, laki-laki itu tempat dia sembari menerima amplop yang diberikan oleh Alessia.


"katakan pada nya aku baik-baik saja"


Lanjutnya lagi kemudian dia mengembangkan senyumannya, di beberapa detik berikutnya gadis itu memejamkan bola matanya secara perlahan, dia jelas telah siang dengan berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi pada hari ini.


Meskipun dia takut operasinya tidak akan berhasil tapi para dokter berusaha untuk meyakinkan dirinya dan berkata jika operasinya akan berhasil dan baik-baik saja, Alessia pada akhirnya hanya bisa mengembangkan senyuman terbaik nya.


Begitu gadis tersebut menutup bola matanya, dokter Rich terlihat menatap amplop yang ada di tangannya untuk beberapa waktu, dia meminta salah satu tim nya meletakkan amplop tersebut di sudut ruangan di atas kursi kosong dimana terdapat tas kecil milik nya, kemudian secara perlahan laki-laki itu mulai membius Alessia tanpa banyak bicara.


Semua orang saling menatap antara satu dengan yang lainnya, di mana salah satu dari mereka terlihat dia dan sama sekali tidak mengeluarkan ekspresinya, entah apa yang dipikirkan oleh semua orang saat ini tidak ada yang tahu, hingga akhirnya mereka mulai bergerak untuk melakukan operasi terhadap gadis yang ada di atas meja operasi tersebut.


Jika ada pertemuan bukankah ada perpisahan?


Jika ada kehidupan bukankah ada kematian?


******


Disisi lain


Olkhon


Rusia


Yash terlihat diam ketika Hana berkata jika dia ingin pergi menikmati salju di Moscow.


Dia tahu cuaca dingin tidak begitu baik untuk kesehatan Hana, tapi istri nya berkata dia merindukan moment kebersamaan bulan madu mereka.


Di MoscowSalju yang paling umum terjadi pada 3,5 bulan lamanya, biasanya dimulai dari 24 November hingga tanggal 10 Maret. Bulan dengan hari paling banyak bersalju di Moskwa adalah Januari, dengan rata-rata 4,4 hari.


Musim yang sangat dingin, biasanya berlangsung selama 3,9 bulan, dari 15 November sampai 12 Maret, dengan suhu tertinggi harian rata-rata di bawah 1°C. Bulan terdingin dalam setahun di Moskwa adalah Januari, dengan rata-rata terendah -10°C dan tertinggi -5°C.


Khalid menatap sang istrinya untuk beberapa waktu, di mana mereka sudah menjau dari kereta trans Siberia.


Dimanajalur Trans Siberia atau Trans Siberian Railway adalah rangkaian rel kereta api yang membentang dari Moskow sampai VIladivostok di Rusia Timur Jauh (Russian Far East).


Jalur ini menjadi istimewa karena merupakan salah satu jalur kereta api terpanjang didunia (panjangnya 9.289 km). Selain itu jalur ini membentang di tujuh zona waktu. Perlu waktu hingga enam hari untuk melakukan perjalanan langsung dari Moskow ke Vladiovstok. Begitu juga sebaliknya.


Pembangunan jalur kereta api ini dimulai dengan dikeluarkannya dekrit oleh pemerintah Rusia pada awal 1891. Saat itu, Rusia masih dipimpin oleh Tsar Alexander III dan Jalur ini berhasil diselesaikan pada 1916.


Siberia jauh lebih indah saat tertutup salju, tapi untulk menikmati keindahan itu kita harus siap menghadapi suhu udara yang sangat dingin dan timbunan salju Vano tinggi.


Pastikan untuk membawa pakaian dan perlengkapan untuk musim dingin dengan kualitas bagus seorang sepatu tahan air dengan sol yang tidak licin Is a-must-have,


item,Baterai cadangan untuk handphone, kamera, dan perlengkapan elektronik lainnya juga perlu disiapkan karena kemampuan baterai dalam menyimpan daya menurun di suhu rendah.


Asyiknya ke Siberia saat musim dingin adalah kita bisa mengikuti kegiatan-kegiatan Outdoor yang unik seperti memancing di sungai atau danau yang membeku (ice fishing), dan naik kereta yang ditarik sekumpulan anjing (dog sleeding).


gur ke musim dingin. Pada masa peralihan tersebut air danau Batkal sedang dalam masa perubahan wujud dari cair menjadi es.


Hindari pula saat peralihan dari musim dingin


ke musim semi, yaitu saat es mulai mencair. Pada masa peralihan musim, transportasi ke dan dari Pulau Olkhon tidak selalu tersedia.


Istri nya berkata dia merindukan moment jalan-jalan ala mereka berdua.


Entah sampai dimana sebenarnya mereka berkeliling hingga akhirnya mereka tiba di danau Baikal pulau olkhon.


Mereka pada akhirnya duduk di depan tepian danau Baikal, memandangi indah nya jelang sunset yang sudah begitu lama tidak mereka lihat kembali sejak anak-anak mulai dewasa.


Danau Baikal yang berada di Siberia Rusia ini memang menjadi salah satu danau yang menakjubkan dan menjadi tempat favorit Hana, Bagaimana tidak, Baikal menjadi danau terdalam, terluas, dan tertua di dunia. Tak hanya itu, Baikal juga menjadi salah satu perairan terjernih di dunia. Maka, pantaslah jika danau ini menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.


"Apakah lelah?"


Tanya Yash ketika dia menatap wajah pucat istri nya.


Mendengar pertanyaan dari Yash, Hana terlihat mengembangkan senyuman nya, dia mengangguk kan Kepala nya kemudian menjawab.


"He em, tidakkah kamu ingin menggendong ku? Sambil menikmati sunset yang sebentar lagi tiba"


Perempuan itu bicara, mengulurkan tangannya ketika Yash mulai berdiri dihadapan nya.


Laki-laki tersebut secara perlahan meraih tubuh Hana, berniat menggendong nya dengan cara bridal style, tapi Hana malah berkata.


"Aku merindukan punggung mu, biarkan aku berada dibelakang punggung mu Yash, sekali ini saja, untuk terakhir kali nya setelah kamu menikah dengan Alessia"


Mendengar permintaan Hana, Yash terlihat diam, dia tidak menjawab, membalikkan tubuhnya secara perlahan kemudian mulai berjongkok dan menunggu Hana masuk kedalam gendongan nya.


Dia tahu berjalan di musim salju akan sangat sulit, lantai yang licin bisa membuat mereka jatuh, tapi Yash Mencoba menyakinkan diri semua akan baik-baik saja.


Bisa dia rasakan perempuan itu mulai naik ke punggung nya, membiarkan tangan nya melingkar di bagian lehernya.


Yash secara perlahan berjalan menyusuri danau Baikal menunggu sunset muncul dengan cahaya indah nya.


"Yash"


"hmmm?"


"Apakah selama menikah dengan ku kamu bahagia?"


Dia bertanya Sembari menyandar kepalanya di punggung Yash, membiarkan kepalanya menghadap ke sisi kiri dimana sejenak lagi sunset akan menampilkan keindahan nya.


"sangat"


Ucap Yash pelan.


"Tidak ada yang membuat ku tidak bahagia, bahkan bersama dengan mu seperti sebuah anugerah terindah yang mungkin jika aku terlahir kembali tidak akan mendapatkan sosok istri yang sama lagi"


Laki-laki tersebut menjawab dengan mantap, membiarkan kaki berselimut sepatu boot tebal dimana dibawah tapak kakinya diyakini cukup kokoh menahan tubuh mereka agar tidak tergelincir disana.


"Kau tahu aku berharap jika memang ada kelahiran kembali di dunia ini, kita akan dipertemukan sekali lagi dengan cara yang berbeda namun dengan cinta Yang sama"


Lanjut laki-laki tersebut lagi.


Hana terlihat mencoba mengembangkan senyuman nya, dia memejamkan bola matanya secara perlahan sembari berkata.


"Yash"


"hmm?"


"Jangan pernah bersedih meskipun hidup terasa sulit, jangan menangisi kepergian karena kita yakin dibalik pertemuan pasti ada perpisahan bukan?"


tanya Hana pelan.


"jika aku pergi, berjanji lah pada ku kamu akan baik-baik saja, tidak menangis meskipun rasa nya berat"


Yash sama sekali tidak menjawab, dia menghentikan langkah kakinya, mencoba untuk tidak melakukan pergerakan sama sekali.


Laki-laki tersebut memilih menatap ke sisi kirinya, dimana bisa dia lihat sunset di musim dingin mulai menyeruak dengan indah di atas langit yang terbentang luas di atas sana.


"Kau lihat sunset nya mulai bergerak malu-malu"


Bisik Yash pelan.


"hmmm aku melihat nya"


Ucap Hana pelan.


"Hana"


"Hmmm?"


"I love you"


Laki-laki tersebut bicara pelan sembari Mencoba melirik kearah istri nya yang bersandar di punggung nya.


Lama dia menunggu, tidak ada jawaban, kemudian bisa dia rasakan Secara Perlahan tangan Hana lepas dari genggaman lehernya.


Yash terlihat tidak bergeming, dia sejenak membeku, sebeku es yang menyelimuti danau Baikal.


"Hana"


Ucap Yash kembali, mencoba untuk mengguncang lembut tubuh istri nya, alih-alih menjawab bisa dia rasakan tubuh istri nya tidak bergerak sama sekali.


Seketika bahu Yash berguncang, kaki nya seolah-olah terperosok pada kubangan lumpur hidup yang menariknya dengan keras, dia seolah-olah tahu apa yang terjadi, Laki-laki tersebut berusaha untuk menahan tangis nya agar tidak pecah.


jika aku pergi, berjanji lah pada ku kamu akan baik-baik saja, tidak menangis meskipun rasa nya berat.


Hana.


*****


Kau tahu sakit paling menyakitkan itu adalah ketika kita berpisah dari orang yang paling kita cintai.


Meskipun aku tahu dibalik pertemuan pasti ada perpisahan, tapi aku hanya manusia biasa yang terkadang tidak bisa menerima kenyataan.


Aku mencintaimu Hana, sangat.


Bahkan bumi dan seisinya tahu bagaimana hati ku pada mu.


Yash Khalid.