
Kembali ke masa sekarang
Dalam persiapan pernikahan
Indri dan Abizard
Mansion Utama keluarga besar Abizard
Ditengah rasa panik yang mendera Indri, didalam ruangan gelap mendominasi di mana lampu yang mati tidak kunjung menyala sejak tadi.
Gadis itu mencoba untuk memukul pintu dihadapan nya itu dengan jutaan ketakutan yang luar biasa.
"Misca...Kalan..."
Dia memekik laki-laki itu dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Di tengah-tengah perasaan khawatir, cemas dan takut nya tiba-tiba Terdengar suara....
Kresak...
Krusuk...
Tekkkk
Suara-suara aneh di belakang nya membuat Indri melonjak kaget, Gadis itu buru-buru berbalik, Bola mata Indri membulat saat dia sadar ada Barisan lilin yang menyala di hadapannya, berjarak sekitar 3 meteran.
"Aaaaaaaa....."
Seketika ekspresi Indri berubah, gadis itu langsung mewek sambil mengeluarkan suara manja diiringi tangisannya, apalagi saat dia menyadari siapa yang berdiri dihadapan nya saat ini, bahkan ada beberapa orang yang mengelilingi diri nya saat ini termasuk Mama dan Papa nya.
Diiringi rasa haru menyergap pada akhirnya terdengar lantunan lagu selamat ulang tahun untuk dirinya dari semua orang diiringi oleh musik yang terus mengalun di di seluruh ruangan tersebut.
Gadis itu malah menangis semakin menjadi, dia terharu, sangat terharu, sebab kejutan yang diberikan terlalu istimewa.
Ada keluarga nya dan keluarga baru nya yang membuat kejutan dengan kompak secara bersamaan.
Abizard melangkah maju mendekati Indri sembari membawakan cake ulang tahun yang ada di tangan nya itu.
Gadis itu masih tenggelam dengan rasa haru, sang Mama Nur secepat kilat memeluk dirinya.
"Ucapkan doa lebih dulu beri tiup lilin nya, kemudian boleh menangis sepuas-puasnya hingga iler dan ingus nya keluar kemana-mana"
Goda wanita itu pada putrinya.
"Mama"
Dalam kesedihan yang mendera Seketika Indri tertawa sambil memunyung kan bibirnya dengan perasaan malu atas ucapan Mamanya, semua orang ikut terkekeh geli mendengar celotehan Mama Nur, dan dengan terburu-buru Papa Tora memberikan tisu ke arah indri.
Gadis itu menghapus air matanya yang sudah menganak sungai dari tadi, lantas menghapus air di hidung nya yang mulai lari kemana-mana.
Sepersekian detik kemudian dengan cepat dia mulai memejamkan bola matanya, membuat Doa indah di dalam harapan nya, kemudian Indri langsung meniup kan lilin dihadapan nya itu.
Begitu lilin mati....
Tekkkkkk
Seketika lampu dinyalakan.
Lagi-lagi bola mata gadis itu tampak berbinar-binar saat dia menyadari betapa indahnya dekorasi yang ada di hadapannya saat ini.
"Oh ya Tuhan"
Gadis itu menutup mulutnya dengan kedua belah tangannya.
"Abi?"
Dia bertanya bingung ke arah Abizard, menatap laki-laki itu dengan jutaan pandangan penuh makna.
Bisa dia lihat dengan jelas senyuman yang mengembang di balik bibir laki-laki itu, Abizard menatap nya dengan penuh cinta.
Begitu cake ulang tahun di tangan nya di ambil oleh Meisya, Abizard langsung mendekati Indri kemudian laki-laki itu menekukkan lutut nya, mengeluarkan sesuatu di balik kantong celana.
Lagi-lagi Indri membelalakkan bola mata nya.
"Abi...?!"
Gadis itu terlihat gemetaran, rasanya dia ingin jatuh karena terkejut dengan keadaan.
"Hari ini aku berjanji dengan segenap hati, dengan ketulusan hati ku untuk bisa menjaga kamu. Untuk bisa menjadikan kamu satu-satunya yang ada di dalam hidupku,"
Ucap Abizard sambil memegang cincin yang ada di tangannya itu, bola mata nya menatap Indri dengan penuh cinta.
" Jika dulu cinta pertamamu menorehkan luka, maka izinkan aku sebagai cinta terakhirmu untuk bisa menghadirkan surga. Dan di akhir kata, bersedia kah kamu untuk menjadi istri aku?"
Pintanya dengan penuh harap.
Indri jelas bingung harus menjawab apa, gadis itu menatap Balik bola mata Abizard untuk beberapa waktu.
Bukan kah ini terlalu indah Fikir nya?!.
Secara perlahan lagi-lagi air mata Indri jatuh, dia Tampak kembali menangis Saking terharu nya.
Gadis itu menatap semua orang di ruangan itu secara bergantian, anggukan demi anggukan terlihat dari semua orang, wajah-wajah penuh kebahagiaan serta haru itu terus menyemangati Indri bahwa pilihan nya benar dan Abizard jelas bukan laki-laki yang salah untuk dirinya.
Sepersekian detik kemudian dengan gerakan pasti Indri mengangguk kan kepalanya, lantas dia mengulurkan tangannya ke arah Abizard dengan gerakan perlahan.
Lagi-lagi Seulas senyuman mengembang sempurna di balik bibir Abizard, dia dengan penuh kebahagiaan menyematkan cincin tersebut di jari manis gadis tersebut.
*****
Catatan \=
Thor kok part nya di loncat-loncat?!.
Kalau langsung dikasih full part ga seru donk, jadi ga ada gregetnya lah makkk, jadi sengaja di potong dengan part bergantian semua orang biar pada greget baca nya, biat nebak sambil memacu adrenalin buat mikir dan menerka-nerka apa yang terjadi selanjutnya.
Untuk yang pembaca lama udah khatam sama ciri khas author, untuk pembaca baru selamat menikmati part yang bikin jantung terpacu, geram memicu, sebal menggebu dan dongkol menyerbu.
Apalah arti nya author tanpa readers nya
apalah arti nya penulis tanpa pembaca nya dan
apalah arti nya Saya tanpa kalian semua
Salam sayang dan cinta
Love you selangit cakrawala
Eva Hye Seung
❤️❤️❤️❤️💋💋💋💋💖💖💖😘😘😘😘