Terjebak BI*Rahi Duda Gila

Terjebak BI*Rahi Duda Gila
Papa dan air kobokan


Indri sejak tadi berusaha mengipasi tubuh papa nya yang tergeletak di atas kursi, sang mama memberikan minyak angin ke bawah hidung, area pelipis kiri dan kanan juga mencoba membuat sang suami nya agar segera sadar.


Misca terlihat bingung, mencoba untuk duduk disamping papa Indri, sesekali mencoba mengipasi Laki-laki paruh baya lebih itu dengan tangan nya.


Sedang kan Mama Helen terlihat membantu menuangkan air minum ke dalam gelas, mencoba berdiri di belakang Mama Nur, terus mengintip keadaan laki-laki yang di yakini nya akan menjadi besan nya itu.


"Kamu itu kalau ke kamar mandi seharusnya kunci pintu misca"


Mama Helen mulai mengomel sambil menatap laki-laki Cantik itu dengan perasaan kesal.


Tidak habis fikir bagaimana bisa laki-laki Cantik itu bisa tidak mengunci pintu nya.


Apalagi Papa Indri berkata dia kencing sambil berdiri, otomatis belalai gajah nya terlihat dengan jelas oleh orang lain saat orang lain tanpa sengaja membuka pintu


Oh Tuhan.


Mama Helen memijat-mijat pelan kepalanya.


"Khilaf Tante, sudah di ujung tanduk, jadi tidak bisa berfikir dengan logis, langsung capcus cresss ssrrtttt begitu saja"


Jawab misca dengan Santai nya.


laki-laki Cantik itu seketika mengambil gelas air dihadapan nya, melihat Papa Indri tidak kunjung bangun, misca berkata.


"Di berikan jampi-jampi sedikit Tante, biar sawan nya hilang"


Ucap misca cepat.


"Ya?"


Mama Indri jelas mengerutkan keningnya.


Alih-alih menjawab pertanyaan mama Indri, misca secepat kilat berkomat-kamit sambil memasukkan tangan kanan nya kedalam gelas yang ada di tangan kirinya,. mengobok-obok air tersebut dengan gaya aduhai.


"Luuuulaknut kuuuuuumacam umprir umprittttt muncritttt muncriritttt setannya ngumprittttt Abraaaakadabraa cusssss cussss"


Misca terus bicara komat-kamit lantai dengan cepat menyemburkan wajah papa Indri dengan air yang ada di tangan nya.


...(Bayangkanlah makkk saat dia komat-kamit dengan ekspresi lucu sambil ada music horor nya🤣🤣🤣🤣.)...


Seketika Papa Indri terkejut dengan semburan air di wajahnya, laki-laki itu buru-buru membuka bola matanya.


Bisa dia lihat sang istri menatap panik kearah dirinya, sedangkan putri nya mencoba mencari gelas air minum disekitar nya.


Saat dia melihat sebuah gelas tergeletak di atas meja, buru-buru Indri mengambil nya.


Misca yang baru saja meletakkan gelas sisa kobokan tangan nya tadi ke atas meja terlihat bingung saat melihat Indri menyambar gelas tersebut.


Ada apa?.


Misca tampak mengerutkan keningnya.


Indri buru-buru memberikan minuman itu ke mulut Papanya.


Wait...!!


Misca ingin bilang itu air yang sudah dia masukkan dengan tangannya, tapi belum sempat dia buka mulut, Papa Indri keburu meminumnya.


Oh god.


Luar biasa.


Batin misca sambil menahan perasaan nya yang ingin tertawa.


"Papa tidak apa-apa?"


Mama Nur bertanya sambil mencoba membantu suaminya duduk dari posisi tidurnya.


Laki-laki itu masih tampak bingung, pada akhirnya dia bicara sambil mencoba duduk bersandar di atas kursi sofa yang mereka beli dengan harga murah meriah.


"Nur, aku seperti nya mimpi buruk, melihat perempuan kencing berdiri dan ada burung perkutut didepan nya"


Ucap papa indri pelan sambil berusaha menetralisir perasaan nya.


Bola matanya sejenak menoleh kearah kirinya.


Dan seketika papa Indri membulat kan bola matanya.


"Allahuakbar....ini perkutut nya..."


Laki-laki itu melompat kebelakang saat sadar siapa yang duduk di samping kirinya.


Misca yang melihat Papa Indri melompat kebelakang jadi ikut-ikutan melompat kebelakang, bisa dilihat ekspresi kedua orang itu yang sama-sama terkejut dengan keadaan.


"Ya Allah Nur.... mimpi apa aku semalam"


Ucap laki-laki itu cepat lantas menyambar gelas yang masih ada di tangan putri nya.


Secepat kilat Papa Indri menegak habis minuman yang ada di dalam gelas tersebut.


Eeeee habis sudah.


Misca seketika menatap tidak percaya, jika laki-laki hampir seumuran papa nya itu menghabiskan minuman sisa kobokan tangan nya.


Oh..my...god.


Batin misca sambil bicara dengan nada terputus-putus, dia menghela pelan nafasnya.


Laki-laki Cantik itu hanya bisa mengembangkan senyuman nya menatap kearah Papa Indri, Sedangkan Papa Indri merasa bola matanya kembali berputar-putar tidak jelas.


"Yaaahhh Papa...jangan pingsan lagi dong"


Ucap Indri sambil mengguncang-guncang tubuh sang Papa nya.


"Tidak pingsan nak, cuma pengen masuk ke kamar mandi untuk muntah"


Jawab Papa nya cepat sambil menggenggam erat tangan sang putri kesayangannya.


Sialan..!


Umpat misca didalam hati.


*****


Bayangkan ada music lawak nya yah makkk🤭🤣